Langsung ke konten utama

Sejenak dengerin Akustikan…


Dua hari terakhir ini gua lagi suka dengerin alunan musik-musik akustiknya Adhitia Sofyan dan juga Endah and Rhesa. Entah kenapa pas gua dengerin berulang-ulang, lama-lama kok gua menikmati juga musik yang bertempo soft ini. Musik-musik yang dimainkan ketiga orang musisi ini (Endah and Rhesa merupakan pasangan suami isteri ) menemani aktivitas gua menulis disiang dan malam hari. Meskipun liriknya di dominasi bahasa Inggris, tapi itu tidak mengurangi kenikmatan gua mengapresiasi musik mereka. (maklumlah bahasa Inggris gua emang rada-rada kurang alias Pasip yang kelewat tinggi he..he..).

Sebenernya Pas gua lagi iseng-iseng buka web nya Rolling Stone Indonesia, disitu gua nemuin artikel mengenai Adhitia Sofyan . ketika gua baca artikel yang dikasih judul Adhitia Sofyan: Penyanyi dan Pencipta Lagu Kamar Tidur. Gua jadi penasaran sama musik yang dia mainkan. Akhirnya gua coba cari and download aja musiknya dan ternyata musik yang dibawakan lumayan asik dan bikin gua berulang-ulang mendengarkan salah satu lagunya.

Lagu itu berjudul Memilihmu, lagu yang menurut gua liriknya lumayan seru dan jarang di tulis oleh musisi di Indonesia. Coba aja simak liriknya, memilihmu perlu persiapan dan mental…, bagai memilih masuk ke sekolah unggulan…., memilihmu bisa memakan waktu yang panjang… satpam depan suruh aku ambil nomor tunggu… aku tak pernah menjadi murid yang terpandai… menunggu lama selalu membuatku bosan....

Dari lagu itu, gua coba mendownload lagu-lagu lainnya. Jadilah persentuhan gua dengan musik Adhitia Sofyan semakin intens. Beberapa track yang jadi favorite gua antara lain Adelaide sky (soundtracknya Kambing jantan), After The Rain dan Into The Light. Ternyata Adhitia emang udah menghasilkan banyak karya sejak kemunculannya di akhir 2008 lalu. (wah udah lama juga ya, tapi gua baru tau nya sekarang he..he..). Adhitia Sofyan juga selalu melakukan proses kreatif dalam pembuatan lagunya di dalam kamar tidur. (emang selain buat tidur, kamar terkadang bisa menjadi tempat yang asik buat kita berkarya).

Engga sampai disitu aja rasa penasaran gua sama sosok penyanyi berkacamata ini. Gua coba mencari informasi melalui account Facebook yang gua punya dan ternyata begitu gua searcing ada grup penggemar Adhitia Sofyan yang anggotanya udah mencapai angka lima ribuan (wah banyak juga ternyata penggemarnya, akhirnya gua pun ikut bergabung di grup itu). gua baca satu-persatu post yang ada di wall Facebooknya dan ternyata ada satu informasi kalo dia menjual CD album Quiet Down seharga ceban doang.(hari gini CD harganya ceban plus tanda tangan lagi. Sikaaaattttt he..he..).

Ya udah gua nyoba ngirim email ke dia dan ternyata email gua di bales. Karena gua engga punya rekening di bank yang sama kaya dia, akhirnya gua minta tolong si Saul buat transferin uang lima belas ribu (plus Ongkir gan he..he..) demi sebuah CD album pertamanya Adhitia Sofyan ini. (dari tadi pagi udah gua tungguin tuh CD, kalo ga hari ini mungkin besok kali nyampenya ke rumah gua. Mudah-mudahan ga nyasar dah tuh kurir he..he..).

Satu lagi musik akustikan yang belakangan ini juga sering gua dengerin yakni musiknya Endah and Rhesa. Gua sebenernya sempet beberapa kali berkesempatan menyaksikan Pertunjukan dari duet suami isteri ini. Salah satunya pas mereka jadi openingnya konser Rick Price beberapa bulan lalu di Balai Sarbini. Musik-musik yang dimainkan Endah and Rhesa dalam konser ini lumayan menarik perhatian gua (udah kaya cewe seksi aja ya pake menarik perhatian segala he..he..). Nomor-nomor seperti When You Love Someone dan before you sleep bikin gua menikmati jalannya konser waktu itu. Awalnya Gua pikir bakalan monoton neh menyaksikan aksi panggung mereka tapi ternyata perkiraan gua salah karena mereka sangat atraktif dipanggung.

Abis konser itu gua langsung beli CD album pertama mereka yang dikasih title Nowhere To Go yang kebetulan dijual di depan arena konser. Gua juga sempet minta tanda tangan dari mereka berdua yang kebetulan juga ada disitu. Gua coba dengerin satu persatu track yang ada di album itu dan ternyata emang musiknya enak-enak buat didengerin. Beberapa nomor seperti Uncle Jim dan A Thousand Candles Lighted cukup enak buat disimak selain lagu andalan mereka When You Love Someone tentunya.

Selama ini emang gua jarang banget dengerin musik akustikan apalagi sampe bela-belain beli album dari penyanyi atau artisnya. Tapi begitu gua dengerin karya-karya Adhitia Sofyan serta Endah and Rhesa kayanya rugi kalo engga beli album yang udah mereka buat. Kalo lagi bosen dengerin musik yang kebanyakan seragam antara satu band dengan band yang lain, engga ada salahnya juga beralih ke musik yang mereka bawakan.

Ya… biarkan sejenak gua dengarkan karya-karya akustik dari musisi indie tanah air ini. Musik yang bisa membawa pikiran dan hati gua merasakan kedamaian kala menyelami nada-nada yang mereka nyanyikan .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala