Kamis, 21 April 2011

Kemarin… (In Memoriam Franky Sahilatua 1953 – 2011)


Kemarin kita bertemu…, setelah perpisahan itu…,hati terasa bergetar..., kembali…., memang ku akui…, sungguh dalam kehadiranmu…., letih ku masih terasa didada…. Aku tak dapat menahan cemburu…., aku tak dapat menahan pilu…, aku tak dapat menahan semua rindu…, kini menjadi mimpi yang sedih…, yang membuat ku gelisah….

Itu adalah penggalan lirik lagu cinta Franky Sahilatua yang berjudul Kemarin. Lagu ini menjadi salah satu lagu cinta favorite gua selain lagu Kemesraan yang melegenda itu tentunya. dulu seinget gua, jaman-jaman SMP lagu ini sering gua nyanyiin. Lirik lagu yang syahdu dengan kata-kata sederhana, membuat gua selalu engga tahan untuk menyanyi setiap kali dengerin lagu Kemarin. Lirik lagu yang bercerita tentang pertemuan dengan kekasih lama yang sekian waktu telah terpisahkan.

Rabu kemarin sang pemilik lagu ini telah berpulang ke pangkuan Tuhan akibat penyakit kanker sum-sum tulang belakang yang beberapa bulan ini di deritanya. Sempat kaget juga gua begitu mendengar kabar kepergian sang penyanyi yang selalu berpenampilan sederhana ini. Pikiran gua langsung melayang ke lagu-lagu yang Franky ciptakan. Gua mungkin memang bukan seorang penggemar dari Franky Sahilatua yang sampe harus membeli kaset atau CD album karyanya, tapi beberapa lagunya sempet gua hapal dan gua nyanyiin sewaktu gua menjalani masa-masa SD dan SMP. iya...gua pernah menjadi penikmat dari lagu-lagu karyanya yang sedikit membuka khasanah pengetahuan gua mengenai musik Indonesia.

Gua inget dulu waktu SD, lagu Lelaki dan Rembulan sempet menjadi hits di Indonesia. Gua yang masih kecil suka mendendangkan lagu itu sambil jalan kaki menuju sekolah. Meskipun dulu gua engga hapal liriknya,tapi dengan asal-asalan gua coba nyanyiin(maklum namanya juga anak kecil). Waktu itu gua tau kalo lagu itu lagu nya Franky Sahilatua. Ada satu lagi lagu yang gua suka dari Franky yaitu Perjalanan. Lagu ini sebenernya dinyanyikan sama ade yang juga merangkap sebagai temen duet abadinya yaitu Jane Sahilatua.

Banyak lagu-lagu Franky bercerita tentang alam dan juga keadaan social dan politik dari masyarakat Indonesia. Tak jarang dia membuat lagu-lagu yang berisikan kritik sosial untuk para penguasa negeri ini seperti yang tercermin dalam lagu Perahu Retak. Lagu-lagunya memang begitu dekat dengan rakyat kecil dan orang pinggiran kaya gua gini. Coba aja simak lirik lagu Bis Kota yang dinyanyikannya bareng Jane, bis kota telah miring ke kiri…oleh sesaknya penumpang… aku terjepit… disela-sela ketiak para penumpang yang bergantungan…, lagu yang menggambarkan betapa sesaknya sebuah bis kota yang dipenuhi penumpang sampai ada yang bergantungan segala.

Semalem gua coba mencari-cari lagu-lagu karyanya. Begitu gua buka satu situs download dan mengetik nama Franky Sahilatua, maka yang keluar adalah beberapa lagu karya Franky yang memang pernah menjadi hits di negeri ini. Selain lagu Kemarin, ada juga lagu Lelaki dan Rembulan, Terminal, Bis Kota, Orang Pinggiran dan Kemesraan yang menjadi Hits besar ketika dinyanyikan Iwan Fals barengan Rafika Duri. Banyak karya-karya dari Franky yang memang tidak lekang dimakan jaman, bahkan sampai kini lagu-lagunya masih actual dan masih enak didengerin.

Kini sang penyanyi sederhana itu telah pergi. Tak akan gua denger lagi suaranya saat menyanyi dipanggung-panggung menyanyikan lagu-lagu dengan penuh kesahajaan. Mungkin yang tersisa hanyalah karya-karya besarnya yang masih bisa kita dengarkan hingga kini. Mendengarkan sambil mengenang bahwa negeri ini pernah punya seorang penyanyi besar dengan lagu-lagu yang dekat dengan kehidupan rakyat kecil. Hari ini jasad sang penyanyi akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir. Selamat jalan Bang Franky…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar