Langsung ke konten utama

Kemarin… (In Memoriam Franky Sahilatua 1953 – 2011)


Kemarin kita bertemu…, setelah perpisahan itu…,hati terasa bergetar..., kembali…., memang ku akui…, sungguh dalam kehadiranmu…., letih ku masih terasa didada…. Aku tak dapat menahan cemburu…., aku tak dapat menahan pilu…, aku tak dapat menahan semua rindu…, kini menjadi mimpi yang sedih…, yang membuat ku gelisah….

Itu adalah penggalan lirik lagu cinta Franky Sahilatua yang berjudul Kemarin. Lagu ini menjadi salah satu lagu cinta favorite gua selain lagu Kemesraan yang melegenda itu tentunya. dulu seinget gua, jaman-jaman SMP lagu ini sering gua nyanyiin. Lirik lagu yang syahdu dengan kata-kata sederhana, membuat gua selalu engga tahan untuk menyanyi setiap kali dengerin lagu Kemarin. Lirik lagu yang bercerita tentang pertemuan dengan kekasih lama yang sekian waktu telah terpisahkan.

Rabu kemarin sang pemilik lagu ini telah berpulang ke pangkuan Tuhan akibat penyakit kanker sum-sum tulang belakang yang beberapa bulan ini di deritanya. Sempat kaget juga gua begitu mendengar kabar kepergian sang penyanyi yang selalu berpenampilan sederhana ini. Pikiran gua langsung melayang ke lagu-lagu yang Franky ciptakan. Gua mungkin memang bukan seorang penggemar dari Franky Sahilatua yang sampe harus membeli kaset atau CD album karyanya, tapi beberapa lagunya sempet gua hapal dan gua nyanyiin sewaktu gua menjalani masa-masa SD dan SMP. iya...gua pernah menjadi penikmat dari lagu-lagu karyanya yang sedikit membuka khasanah pengetahuan gua mengenai musik Indonesia.

Gua inget dulu waktu SD, lagu Lelaki dan Rembulan sempet menjadi hits di Indonesia. Gua yang masih kecil suka mendendangkan lagu itu sambil jalan kaki menuju sekolah. Meskipun dulu gua engga hapal liriknya,tapi dengan asal-asalan gua coba nyanyiin(maklum namanya juga anak kecil). Waktu itu gua tau kalo lagu itu lagu nya Franky Sahilatua. Ada satu lagi lagu yang gua suka dari Franky yaitu Perjalanan. Lagu ini sebenernya dinyanyikan sama ade yang juga merangkap sebagai temen duet abadinya yaitu Jane Sahilatua.

Banyak lagu-lagu Franky bercerita tentang alam dan juga keadaan social dan politik dari masyarakat Indonesia. Tak jarang dia membuat lagu-lagu yang berisikan kritik sosial untuk para penguasa negeri ini seperti yang tercermin dalam lagu Perahu Retak. Lagu-lagunya memang begitu dekat dengan rakyat kecil dan orang pinggiran kaya gua gini. Coba aja simak lirik lagu Bis Kota yang dinyanyikannya bareng Jane, bis kota telah miring ke kiri…oleh sesaknya penumpang… aku terjepit… disela-sela ketiak para penumpang yang bergantungan…, lagu yang menggambarkan betapa sesaknya sebuah bis kota yang dipenuhi penumpang sampai ada yang bergantungan segala.

Semalem gua coba mencari-cari lagu-lagu karyanya. Begitu gua buka satu situs download dan mengetik nama Franky Sahilatua, maka yang keluar adalah beberapa lagu karya Franky yang memang pernah menjadi hits di negeri ini. Selain lagu Kemarin, ada juga lagu Lelaki dan Rembulan, Terminal, Bis Kota, Orang Pinggiran dan Kemesraan yang menjadi Hits besar ketika dinyanyikan Iwan Fals barengan Rafika Duri. Banyak karya-karya dari Franky yang memang tidak lekang dimakan jaman, bahkan sampai kini lagu-lagunya masih actual dan masih enak didengerin.

Kini sang penyanyi sederhana itu telah pergi. Tak akan gua denger lagi suaranya saat menyanyi dipanggung-panggung menyanyikan lagu-lagu dengan penuh kesahajaan. Mungkin yang tersisa hanyalah karya-karya besarnya yang masih bisa kita dengarkan hingga kini. Mendengarkan sambil mengenang bahwa negeri ini pernah punya seorang penyanyi besar dengan lagu-lagu yang dekat dengan kehidupan rakyat kecil. Hari ini jasad sang penyanyi akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir. Selamat jalan Bang Franky…..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…