Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Ini (Tidak ) serius

Yang bener neh judulnya…, serius apa engga serius le….., tanya otak gua kepada jari-jemari tangan yang mulai menulis kalimat demi kalimat di blog ini. Serius apa engga serius itu bukan masalah, yang penting adalah ide-ide dalam otak gua ini bisa tersalurkan melalui ‘Silahkan Baca Pikiran Saya Ini’. Itu saja titik.

Pariwisata…. Ya kata itu yang satu bulan ini akrab dalam otak gua, tepatnya ketika gua memulai kembali karir jurnalis gua di salah satu majalah wisata (bisa dibilang begitu) bernama Kopermagz. Gua buka tuh cakrawala pengetahuan gua mengenai pariwisata mulai dari Lembaga Negara yang mengurusi Pariwisata bernama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) sampai browsing tempat-tempat indah dan exotis yang dalam istilah sekarang disebt Destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan asing maupun dalam negeri.

Jujur.., gua emang rada awam dengan dunia ini sebelumnya, selama ini gua hanya penikmat pariwisata alias suka jalan-jalan ke objek (bukan) pariwisata tanpa pernah mikiri…

Telah dilihat 113 (kira-kira)

Weits…. Ternyata blog gua yang berisi tulisan-tulisan 'engga penting' sedunia udah diliat 113 orang (itu juga ada kata kira-kira di dalam kurung). Perlu di rayakan neh blog karena bisa menembus angka 100. Mungkin bagi sebagian orang angka ini tidak ada artinya, tapi buat blog silahkan baca pikiran saya ini jumlah ini udah sebuah prestasi tersendiri.

Sejak setahun lalu blog ini gua launcing (gaya banget bahasa gua ya) blog ini emang gua tulis dengan tulisan-tulisan yang 'engga penting' tentang pikiran-pikiran engga jelas juga. Buat gua ‘engga penting’ itu lebih menarik dari pada ‘penting’ dan ‘serius’. Malahan 'engga penting' bisa membuat orang kaya raya, kalo engga percaya lihat aja si Gayus, dia mungkin salah satu orang ‘engga penting’ di Dirjen Pajak karena emang dia bukan Dirjen ataupun Direkturnya tapi karena dia ‘engga penting’ dia malahan bisa kaya raya ( ya meskipun dari uang hasil korupsi).

‘Engga penting’ memang enak untuk diulas. Kebanyakan gua kalo k…

Kali ini Tentang Tas Biru dan Jaket Merah.

Kali ini gua mau bercerita tentang dua barang yang selalu bersama gua selama kurun waktu lebih dari 10 tahun. Karena loyalitas mereka selama ini, gua merasa harus memberikan sebuah bentuk penghargaan kepada dua barang ‘keramat’ ini yaitu Tas Biru dan Jaket Merah kesayangan gua.

Tas Biru…., tas ini gua beli kira-kira tahun 98 ketika gua baru duduk di Bangku sebuah SMA Swasta (tidak) Favorit di bilangan Ciracas. Gua beli tas ini gara-gara ngeliat tas export punya abang gua yang bewarna hijau. Gua liat-liat kok tas nya enak dipake udah gitu ukuran nya juga pas, engga gede dan juga engga kecil-kecil amat.

Dari situ, gua akhirnya membeli tas yang sama tapi dengan warna biru kegemaran gua di sebuah pertokoan di bilangan Kramat Jati (itu karena dahulu belum ada Cilandak Town Square, Senayan City, Mangga Dua Square, Ex, Fx, Epicentrum Walk dan beberapa mall besar yang ada sekarang).

Mulai hari itu tas biru bermerk lawan kata dari Import ini gua pake kemana-mana. Mulai dari sekolah, jalan-jalan s…