Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2010

Puncak pertama

mungkin judul diatas mewakili pengalaman pertama yang gua rasain sabtu minggu kemarin. untuk pertama kalinya gua menaiki gunung gede yang letaknya di jawa bagian barat sana dan untuk pertama kalinya juga gua sampe dipuncak gunung itu ternyata pendakian gua engga sia-sia setelah melihat keindahan dari titik tertinggi atau puncak gunung yang sering didatangi para pendaki yang ada di jakarta. buat gua sebenernya mendaki gunung bukan sesuatu yang menarik perhatian karena gua berpikir emang pemandangan nya paling begitu-begitu aja. tapi karena ini suatu yang menantang dan bisa jadi pengalaman baru buat gua, maka dengan niat, tekad dan semangat serta sedikit hemat (karena emang pendakian ini di subsidi sama kantor) maka jadilah gua menuju gunung yang setiap hari keliatan dari kantor gua ini. sabtu minggu kemaren emang jadi hari yang paling bersejarah buat gua karena untuk pertama kali gua bener-bener niat untuk ikutan pendakian ke gunung gede yang diadain SurFIFers (kelompok tempat ber

"Di Ke warnet lagi yu"

kemarin malem waktu gua pulang kerja, di angkot yang gua tumpangin naeklah dua orang bocah yang masih berumur sekitar 11 sampai 12 tahun dengan membawa buku pelajaran tebel yang abis di fotocopy. sambil duduk berhadapan maka terjadilah percakapan seperti ini Adul (bukan nama sebenernya, karena kemaren gua ga sempet kenalan) : lu boleh pulang jam sepuluh ga? Jupri (Idem ) ga boleh sih, biasanya dicariin gua. Adul : kite maen paketan di warnet deket rumah gua aja Jupri: di situ 3 jam 8000 doang Adul : uang lu ada berapa di kantong Jupri : kaga punya uang gua Adul : ya boong lu, gua tau uang lu banyak kan tuh dikantong. setelah itu mereka berdua akhirnya setuju untuk mampir ke warnet dulu dan bermain game yang ada di sediakan internet. gua sebenernya engga begitu banyak tau tentang game-game yang ada di internet, tapi yang terjadi sekarang banyak anak-anak kecil yang hobi berlama-lama di warnet untuk bermain game bahkan mereka rela uang jajan nya dihabiskan untuk "berfoya-

masa itu....

Minggu sore kemaren gua sama beberapa temen smp gua kumpul2 di salah satu mall bilangan taman mini (nama mall nya Tamini Square, letaknya persis di perempatan Garuda). niatnya sih ngumpul sekalian reuni kecil-kecilan walaupun ngadain nya sedikit mendadak tapi lumayan juga bisa ngumpulin enam orang temen smp di satu meja untuk bernostalgia mengenang masa itu... ya masa itu adalah masa SMP, masa dimana gua dan temen-temen laen di masa itu mengalami peralihan dari memakai celana merah khas anak SD menjadi celana biru kebanggaan anak SMP. masa dimana orang menyebutnya dengan nama ABG alias Anak baru Gede atau istilah sebelumnya dikenal dengan STIL atau Saya Tidak Ingusan Lagi.kebetulan kita semua ditakdirkan oleh Tuhan untuk bersekolah di SMP Negeri 237 jakarta (lebih tepatnya di jalan bambu petung, wilayah2 setu jakarta timur). dari sekolah ini banyak pengalaman yang menurut gua enak buat dikenang sampe sekarang. kenangan yang kalo di inget lagi kadang bisa bikin gua senyum-senyum send

masa itu....

Minggu sore kemaren gua sama beberapa temen smp gua kumpul2 di salah satu mall bilangan taman mini (nama mall nya Tamini Square, letaknya persis di perempatan Garuda). niatnya sih ngumpul sekalian reuni kecil-kecilan walaupun ngadain nya sedikit mendadak tapi lumayan juga bisa ngumpulin enam orang temen smp di satu meja untuk bernostalgia mengenang masa itu... ya masa itu adalah masa SMP, masa dimana gua dan temen-temen laen mengalami peralihan dari memakai celana merah khas anak SD menjadi celana biru kebanggaan anak SMP. masa dimana orang menyebutnya dengan nama ABG alias Anak baru Gede atau istilah sebelumnya dikenal dengan STIL atau Saya Tidak Ingusan Lagi.kebetulan kita semua ditakdirkan oleh Tuhan untuk bersekolah di SMP Negeri 237 jakarta (lebih tepatnya di jalan bambu petung, wilayah2 setu jakarta timur). dari sekolah ini banyak pengalaman yang menurut gua enak buat dikenang sampe sekarang. kenangan yang kalo di inget lagi kadang bisa bikin gua senyum-senyum sendiri di angko

bukan sekedar uang Rp. 500

"et dah tong, mana uang kembalian gua" begitu kira-kira temen gua si Alvin Cabul menagih uang kembalian kepada kenek Kowantas Bima 509 (Sejenis metromini cuma warnanya kuning) yang kebetulan seorang anak kecil berumur kira-kira 9 tahunan. itu anak emang terlihat tidak ada niat untuk mengembalikan uang sebesar lima ratus kepada temen gua dan dia cuma ngomong "udalah bang" dengan santainya. padahal gua tahu dia punya banyak uang receh pecahan 500 di kantong celananya. si Alvin yang engga terima, tetep menagih uang kembaliannya. "Mana-mana, itu lu banyak juga uang kembaliannya" dan itu anak tetep saja keras engga mau balikin uang kembalian.gua yang duduk disebelahnya juga coba bantuin temen gua biar itu anak mau balikin tuh uang. akhirnya tuh anak engga bisa ngeles lagi dan akhirnya ngasih uang kembalian ke temen gua itu. sebenernya gua juga pernah ngalamin kejadian serupa seminggu yang lalu. saat itu uang kembalian Rp. 500 gua juga engga mau dibalikin s

ada yang datang

ada yang datang ketika kau datang senyum bahagiaku ada yang datang ketika kau datang tawa ceriaku ada yang hilang ketika kau datang kesepianku ada yang hilang ketika kau datang kesunyianku tuhan kau kirimkan dia tuk temaniku melewati waktuku menikmati kebersamaan ini menikmati kelembutan hatinya tak kan pernah ku tinggalkannya sampai nafas terakhir ku berhembus dan membaringkan tubuhku yang kaku di pangkuannya. bule 20 Maret 2009 Sunter

engga ada coklat untuk Maya

ya kata itu kemarin gua tulis di subject email yang gua kirim buat si Alvin and tentu saja Maya dua temen gua di kantor yang disela-sela kesibukan kerja sering kirim-kiriman email yang masuk kategori tidak penting maupun kategori sangat-sangat tidak penting. ternyata si alvin cabul bilang judul subject di email gua itu bagus buat di jadiin novel. gua mikir tumben juga tuh anak otaknya mikir novel, biasa nya isi otaknya kalo engga musik metal, efek bass dan ya seputar hal-hal yang berbau rien sakuragi dan sekutu-sekutunya termasuk si Miyabi. kenapa gua bisa nulis subject itu di judul email gua, karena kemaren itu hari bersejarah buat Maya, karena untuk pertama kalinya dia bilang mau berhenti makan coklat, makanan kegemarannya yang setiap hari pasti dimakan disela-sela kesibukan nya menjadi content writer di kantor tempat kami bekerja. maka pagi itu terjadi keajaiban yang jarang-jarang terjadi, ketika Maya ngasih coklat beng-beng nya ke gua. "neh mas, aku kasih coklat beng-be

kesempatan yang selalu ada

satu kata bernama kesempatan. ya kesempatan, ini bukan temen nya 'dana umum' dalam permainan monopoli yang sering kita mainkan sewaktu kecil dulu. Kesempatan yang ini adalah sebuah peluang yang mungkin bisa kita raih dan yang saat ini datang kepada kita. seringkali kita mempunyai kesempatan untuk berbagai macam hal baik itu untuk hal-hal baik maupun kesempatan untuk berbuat yang tidak atau kurang baik. terkadang kita selalu mengambil apapun kesempatan yang ada di depan kita. misalnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan baru, kesempatan untuk berkenalan dengan cewe cantik yang ada di ddepan kita pokoknya kita tidak pernah melewatkan sejengkal pun kesempatan yang ada di hidup kita. mungkin untuk hal ini kita pantas mencermati petuah bijak yang mengatakan kesempatan tidak datang dua kali. iya memang ada kesempatan yang hanya datang sekali kepada kita dan ketika kita melewatkan nya maka kesempatan itu tidak akan pernah lagi menghampiri kita. namun disisi lain, ada juga petuah