Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Tentang Bapak

Bapak lahir di Belitung 76 tahun yang lalu, tepatnya 20 Agustus 1934, beliau adalah putra asli Belitung yang merantau ke Jakarta untuk melanjutkan SMA nya sambil berjualan martabak bangka di bilangan Santa (tepatnya ada di tengah -tengah jalan Wolter Monginsidi yang ke arah Blok M). Bersama sahabat karibnya Pa Long (panggilan untuk paman di Belitung yang terlahir sebagai anak sulung) Karim, beliau berjuang untuk dapat bersekolah dan mencari uang sendiri tanpa pernah meminta kiriman uang dari orang tuanya di Belitung.

Saat itu Bapak bersama Pak Karim menempati rumah di daerah Ciomas II No. 15 Kebayoran Baru tak jauh dari Santa, rumah itu disewa perbulannya sebagai tempat tinggal mereka dan kelak rumah itu menjadi rumah kami sekeluarga sebelum akhirnya Bapak membeli rumah di Cipayung.

Dulu rumah kami di Ciomas pernah menjadi markas untuk orang-orang Belitung yang merantau di Jakarta, Bapak mempersilahkan siapa saja orang Belitung yang datang ke Jakarta untuk menginap di Ciomas. Menurut B…

kali ini cerita tentang kamar gue

gara-gara dengerin lagu lamanya Nugie, yang judulnya 'kamar tidur'. gua jadi
terinspirasi menulis tentang kamar gue yang selama ini jadi singgasana ternyaman
buat gua tinggalin. tempat gua bisa tidur, baca, dengerin musik, browsing, chating,ngencing (kalo yang terakhir ini sih kaga gua lakuin dikamar tapi di toilet. dulu waktu kecil sih gua sering ngencing di kamar alias ngompol he..he.)

kamar ini mulai gua tempatin sekitar pertengahan 1996 pas gua menginjak tai kucing eh menginjak kelas dua SMP maksud gua. waktu itu kamar gua adalah sebuah dapur tempat ibu gua bereksperimen memasak makanan-makanan enak yang setiap hari gua dan keluarga makan. tapi begitu rumah gua dilebarin, dapur ini pun disulap bokap menjadi kamar. bayangkan sebuah dapur yang cemong,lusuh kini berubah menjadi kamar anak yang saat itu sedang beranjak gede. akhirnya untuk pertama kali gua punya kamar sendiri dan mulai pertengahan tahun itu gua udah engga sekamar lagi sama abang gua.

Dulu awal-awal gua tidur di k…

jakarta mendung banget ya

sore ini gua masih duduk di meja kerja dan memandangi kaca jendela di depan pandangan gua yang menggambarkan bahwa sore ini Jakarta mendung banget. emang belakangan ini cuaca kaga menentu kadang pagi udah cerah banget tapi sorenya hujan deres, kadang pagi nya hujan sore nya cerah banget.

Tapi gua tetep bersyukur cuaca Jakarta masih relatif aman, kalo mau melihat keadaan sodara-sodara kita yang di Merapi, Mentawai dan Wasior mungkin hidup di Jakarta dengan cuaca begini masih alhamdulillah. gimana coba rasanya jadi warga yang ada di sekitar Merapi ketika keadaan gunung sudah tidak lagi bersahabat dan mereka harus mengungsi ketempat yang lebih aman. mungkin gua yang ngeliat aja engga tega karena mereka harus berdempet-dempetan di tempat pengungsian dengan alas tidur seadanya.

belum lagi kalo ngeliat nasib rumah mereka yang hangus terkena si Wedus gembel alias awan panas yang berasal dari semburan merapi dan tanpa permisi menerjang apa saja yang ada disana. dari foto-foto yang diabadikan fo…