Kamis, 04 November 2010

jakarta mendung banget ya

sore ini gua masih duduk di meja kerja dan memandangi kaca jendela di depan pandangan gua yang menggambarkan bahwa sore ini Jakarta mendung banget. emang belakangan ini cuaca kaga menentu kadang pagi udah cerah banget tapi sorenya hujan deres, kadang pagi nya hujan sore nya cerah banget.

Tapi gua tetep bersyukur cuaca Jakarta masih relatif aman, kalo mau melihat keadaan sodara-sodara kita yang di Merapi, Mentawai dan Wasior mungkin hidup di Jakarta dengan cuaca begini masih alhamdulillah. gimana coba rasanya jadi warga yang ada di sekitar Merapi ketika keadaan gunung sudah tidak lagi bersahabat dan mereka harus mengungsi ketempat yang lebih aman. mungkin gua yang ngeliat aja engga tega karena mereka harus berdempet-dempetan di tempat pengungsian dengan alas tidur seadanya.

belum lagi kalo ngeliat nasib rumah mereka yang hangus terkena si Wedus gembel alias awan panas yang berasal dari semburan merapi dan tanpa permisi menerjang apa saja yang ada disana. dari foto-foto yang diabadikan fotografer yang bertugas disana gua ngeliat betapa panasnya si wedus gembel sampe-sampe banyak korban yang tergeletak mulai dari korban manusia sampai hewan kaya sapi banyak bergelimpangan dan yang tersisa hanya tinggal debu-debu putih yang tak banyak bercerita. rasa haru dan simpatik terhadap korban tidak bisa terelakan lagi dan mungkin begitu mendominasi isi hati dan pikiran kita.

Apa yang terjadi di mentawai juga serupa tapi tak sama..., banyak korban meninggal dan hilang akibat terjangan tsunami. lagi-lagi gua dan mungkin kita hanya bisa terdiam menyaksikan rumah yang telah porak-poranda akibat serangan gempa yang disertai tsunami tersebut.

gua berpikir bagaimana mereka bisa melanjutkan hidup dengan keadaan yang berantakan seperti itu. tapi gua juga berkeyakinan dengan asa serta sisa-sisa semangat yang mungkin masih mereka miliki Insya Allah mereka bisa membangun kembali tempat tinggal yang dulu menjadi tempat yang nyaman untuk mereka istirahat. untuk itu, mungkin jadi kewajiban kita buat membantu sodara-sodara kita yang terkena musibah disana.

gua mencoba bertanya, kenapa tiba-tiba beberapa gunung api di Indonesia mendadak
aktif di penghujung tahun ini. mulai dari Merapi sampai Anak Krakatau sepertinya
memberikan peringatan dengan mengeluarkan awan panas hingga abu vulkanik yang dapat mengancam keberadaan warga yang ada disekitarnya.

Mungkin ini sebuah peringatan buat kita untuk lebih bijaksana lagi menyikapi alam disekitar kita atau mungkin kalau meminjam istilah dari lagunya Kang Ebit G Ade mengatakan mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu bangga atas dosa-dosa (kalo ga salah liriknya begitu, tapi kalo salah mohon diluruskan maklum lupa-lupa inget gua sama liriknya.)

Kita semua hanya bisa menebak-nebak ada apa dengan semua bencana yang terjadi ini. karena kalau meminjam lirik lagunya Dewa, bila ketetapan Tuhan sudah ditetapkan tetaplah sudah tak ada yang bisa merubah dan tak kan bisa berubah (kalo ini liriknya gua apal, lagunya kalo ga salah judulnya 'hadapi dengan senyuman').

Mungkin saat ini, Kita semua tidak pernah tau bencana apa lagi yang akan terjadi kedepannya, tapi mungkin kita bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. hikmah apa yang bisa diambil itu kembali ke diri kita masing-masing. mungkin kita bisa menghadapi 'peringatan' ini dengan sebuah senyuman. senyuman bijaksana sambil berbisik dalam hati bahwa semua kejadian baik itu musibah maupun anugrah adalah juga atas kehendakNya.

suatu sore di Simatupang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar