Kamis, 13 Mei 2010

bukan sekedar uang Rp. 500

"et dah tong, mana uang kembalian gua" begitu kira-kira temen gua si Alvin Cabul menagih uang kembalian kepada kenek
Kowantas Bima 509 (Sejenis metromini cuma warnanya kuning) yang kebetulan seorang anak kecil berumur kira-kira 9 tahunan.
itu anak emang terlihat tidak ada niat untuk mengembalikan uang sebesar lima ratus kepada temen gua dan dia cuma ngomong
"udalah bang" dengan santainya. padahal gua tahu dia punya banyak uang receh pecahan 500 di kantong celananya.

si Alvin yang engga terima, tetep menagih uang kembaliannya. "Mana-mana, itu lu banyak juga uang kembaliannya" dan
itu anak tetep saja keras engga mau balikin uang kembalian.gua yang duduk disebelahnya juga coba bantuin temen gua biar itu
anak mau balikin tuh uang. akhirnya tuh anak engga bisa ngeles lagi dan akhirnya ngasih uang kembalian ke temen gua itu.

sebenernya gua juga pernah ngalamin kejadian serupa seminggu yang lalu. saat itu uang kembalian Rp. 500 gua juga engga
mau dibalikin sama kenek 509 yang lagi-lagi membuat gua miris itu adalah anak kecil yang umurnya engga jauh beda sama
kenek yang gua ceritain diatas. saat itu gua juga mencoba nagih karena gua liat engga ada niat balikin uang kembalian
gua padahal di kantong nya banyak uang recehan. gua bertambah kesel karena temen kantor gua yang duduk disebelah gua juga
engga dibalikin uang kembaliannya dan ada penumpang cewe yang ada di depan gua juga mengalami hal serupa kaya gua dan
temen gua

"Mana kembalian gua" gua mencoba nagih ke itu kenek dengan muka yang sedikit kesal dan mungkin karena gua ngomongnya
agak keras dia jadi malu dan ngasih uang kembalian ke gua dan gua juga nunjuk temen gua yang uang nya belum dibalikin
akhirnya dia juga ngasih uang kembalian itu ke temen gua.

dari kejadian ini, buat gua bukan masalah uang 500 nya yang menjadi titik beratnya, tapi soal sikap acuh tak acuh terhadap
uang kembalian penumpang yang sengaja tidak dikembalikan kalau penumpang tersebut tidak menagihnya. itu kenek yang
masih anak-anak jadi kebiasaan untuk berbuat seenaknya terhadap hak penumpang. seharusnya kalau emang dia mau kerja
yang bener, dia balikin aja tuh uang kembalian penumpang bukan dia biarin aja dan ngambil seenak jidatnya itu uang.

kalo gua perhatiin lagi, mungkin bukan hanya satu dua penumpang yang sengaja uang kembaliannya engga di balikin, tapi
bisa dalam satu bis itu lima sampe sepuluh orang uang kembaliannya diambil begitu aja padahal dia punya banyak recehan
yang bisa dijadiin uang kembaliannya. mungkin itu anak yang berprofesi jadi kondektur mikir ah ngapain juga gua balikin
toh penumpang nya juga engga minta.emang kebanyakan juga gua perhatiin penumpang jarang yang minta uang kembalian nya
alias terima-terima aja.

pemandangan beda jusrtu kalo gua naek 509 yang keneknya udah agak remaja atau udah abang-abang istilahnya. mereka lebih
baik dalam menyikapi uang kembalian. gua selalu perhatiin mereka engga pernah 'nilep' itu uang kembalian meskipun
tidak ada stok uang receh tapi mereka berusaha untuk mengembalikan uang kembalian misalnya ketika ada penumpang
yang uang nya kembali lima ratus, mereka selalu bilang sebentar ya mba, ga ada lima ratusan. tetapi ketika ada
penumpang lain yang membayar pas sejumlah Rp. 2500 maka kenek tersebut langsung menyerahkan lima ratusan kepada penumpang
yang uang nya kembali.

gua juga bingung kok anak-anak kecil ini bersikap kaya begini. mereka suka banget 'nilep' uang kembalian penumpang.
mereka harusnya bisa mencontoh kenek-kenek yang sudah dewasa yang sikapnya lebih baik dalam menjalankan tugas.
kalo kebiasaan ini dibiarin terus sampe mereka besar, mau seperti apa mereka nanti kalo kecilnya aja udah kaya gini
mungkin ini kekhawatiran gua aja tapi kalo hal kecil ini dipelihara biasanya sampe besar akan kebawa-bawa dan lebih
parahnya lagi kalo nasib mereka nanti bisa menjadi orang sukses, kebiasaan 'nilep' ini bisa menjadi pangkal buat
mereka melakukan praktek korupsi.

jangan sampe generasi penerus kita ini jadi orang-orang seperti gayus dan sekutu-sekutunya yang hobi melakukan praktek
korupsi yang merugikan negara. mungkin masa kecil para koruptor ini sama seperti kenek-kenek cilik yang hobi nilep
uang sekolah kaya yang dilakukan beberapa temen gua semasa sekolah dulu.ini juga cuma sekedar reka-rekaan gua aja dan
bukan berarti menuduh mereka dari kecil sudah seperti itu.

mungkin tegoran dari temen gua si Alvin bisa buat kenek yang masih anak-anak ini sadar bahwa mereka engga seharusnya
melakukan hal ini lagi. meskipun belum tentu menimbulkan efek jera dalam diri mereka. semoga... ya hanya sedikit
harapan gua ke mereka biar bisa lebih baik lah kalo jadi kenek. mereka juga masih punya masa depan yang mungkin
engga selamanya jadi kenek.

1 komentar:

  1. mengenang masa lalu ya,bul =) nice..

    oia,mampir ke blog saia yaah :
    --> http://lazerbeamkitten.wordpress.com

    ~ica pelukis mimpi

    BalasHapus