Langsung ke konten utama

Begini Nasib Jadi Bujangan…..



Woi … I like Monday apa kita tar malem…, itu adalah isi pesen si Ugeng, setiap kali hari senin tiba dan seperti biasa dia ngajakin gua sama si Saul ngumpul bareng. Iya gua, Saul sama Ugeng adalah tiga bujangan yang selalu tahu bagaimana cara menikmati hidup sebagai bujangan yang bebas dan selalu mencari kesenangan-kesenangan di masa muda yang indah (gua masih berasa muda sampe sekarang he..he..).

Kita bertiga memang terkadang suka melepaskan kejenuhan setelah seharian bekerja dengan ngumpul-ngumpul di satu tempat yang udah kita sepakatin bersama. Kadang kita suka ngumpul bareng untuk sekedar makan-makan atau kita kadang teriak-teriak kaya orang gila di sebuah tempat karokean sambil menyanyikan lagu-lagu kesanyangan dari kita masing-masing. Kita juga kadang bersepeda ke Senayan sampe Monas kalo hari Car Free Day tiba. Pokoknya kalo kita ada waktu santai kita pasti ngumpul dan hangout bareng.

Setiap kali kita hang-out pasti ada aja ulah-ulah yang kita lakuin bertiga, kaya misalnya kalo kita lagi ngumpul di Pizza Hut sebuah Mall yang deket dari kediaman kita bertiga, kita pasti selalu ngecengin mba-mba waitres yang lumayan cantik dan body nya aduhai. Namanya Tini, kita pasti selalu melotot setiap kali Tini tersenyum dan menyapa udah siap dengan pesenan nya. Kalo udah di tanyain sama Tini, kita biasanya Cuma cengar-cengir doang sambil nyari-nyari kesempetan buat kenalan and minta nomer hape nya he..he…

Tini emang waitres yang paling oke di Pizza Hut itu, kadang kita bertiga ngumpul disitu tujuan nya cuma mau ngeliat senyuman manis Tini doang, tapi sampe beberapa kali kita ke sana, kita kaga sempet-sempet juga kenalan sama dia. Dulu, sekalinya ada kesempatan, eh si Ugeng ngajakin balik, padahal kalo gua nanya nomor hapenya pasti dikasih he..he.. apalagi Tini udah ngasih sinyal bagus ke gua he..he… kita juga kadang suka ngebandingin Tini dengan waitres Pizza Hut yang ada di Margo City tapi tetep aja si Tini yang paling The best alias kaga ada duanya he..he..

Ada juga cerita waktu kita lagi karokean di Nav Margo City, karena kita kelaparan pas mau karokean sementara harga makanan yang di tawarkan di Nav bisa bikin kantong kita jebol he..he.., jadilah kita menuju supermarket Raksasa (giant maksudnya he..he..) yang ada di lantai bawah pusat perbelanjaan itu. setelah puas ngeborong makanan dan minuman akhirnya kita masuk dan seperti biasa teriak-teriak engga jelas sambil minum-minum dan makan makanan yang udah kita beli. saking asyiknya bernyanyi, ternyata kita engga sadar kalo petugasnya merhatiin kita makan dan minum yang kita bawa sendiri. jadilah kita di denda ceban karena ketauan bawa minuman dari luar dan karena engga terima di denda, akhirnya kita teriak-teriak Ngehe…ngehe… sambil mengikuti irama lagu yang liriknya udah kita ubah sendiri he..he..

Kita bertiga sebenernya udah temenan dari SMA. dulu... gua, Ugeng, Saul sama Banox (neh orang tinggal di Jogja sekarang) tergabung dalam sebuah band yang kita beri nama Ruang Angkasa. Kita suka ngebawain lagu-lagu Radiohead sama Oasis waktu itu dan band ini lumayan membanggakan karena di saat anak-anak SMA lain membawakan lagu-lagu band Indonesia, kita berempat malah sering nya bawain lagu barat he..he.. sebenernya gua sama ketiga orang ini beda SMA. Ugeng, Saul sama Banox menimba ilmu di SMA 105, sementara gua adalah didikan SMU Bina Dharma (letak sekolah kami dulu bersebrangan tapi sama-sama berada di jalan Warung Atas), Tapi mungkin karena di 105 ga ada yang jago maen drum he..he.. dan pukulan drum gua yang memiliki power kaya gebukan nya John Bonham, jadilah mereka bertiga merekrut gua untuk jadi anggota band ini he..he…

Seiring waktu berjalan, pertemanan kita bertiga masih tetap terjalin hingga kita menjadi bujangan-bujangan yang udah memiliki penghasilan sendiri dan menghabiskan nya dengan cara kami sendiri. Pokoknya seperti lirik lagu bujangan yang di nyanyiin Koes Plus, begini nasib jadi bujangan…, kemana..mana… asalkan senang… tiada orang yang melarang…. Ya kita adalah tiga bujangan yang selalu menikmati hidup. kita bebas mendatangi tempat yang kita suka (bukan tempat maksiat yang pasti he..he..), yang penting senang dan engga ada yang ngelarang juga he..he..

Oiya beberapa bulan ke depan, si Ugeng udah sia-siap melepas masa bujang nya dan menikah dengan gadis pujaannya he..he.., nanti tinggal gua sama Saul doang dah yang bujangan… ah semoga gua juga bisa menyusul sohib gua itu. ya… minimal nanti ketika kita semua sudah berkeluarga, kita masih bisa ngumpul-ngumpul dan menikmati kebersamaan meskipun nanti tidak lagi bertiga karena akan hadir anggota baru di antara kita masing-masing. Pasti seru dah kalo kita bertiga nanti udah pada jadi orang tua he..he…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala