Langsung ke konten utama

Mari Kita Sambut Kembali Era SekWilDa dan BuPaTi…


Gua engga tau siapa yang mulai-mulai duluan, tapi kayanya sekarang Film-film yang menjual adegan-adegan Sekitar Wilayah Dada (SekWilDa) and Buka Paha Tinggi-Tinggi(BuPaTi) mulai merayakan kebangkitan nya lagi he..he… Bukan nya apa-apa, film-film model begini di awal-awal 90 sampe pertengahan 90-an juga tumbuh subur di Negeri ini. Sekedar menyebut judul-judul yang pernah ada antara lain : Permainan Terlarang, Gairah Terlarang, Selingkuh, Gadis Metropolis sampe yang judulnya gairah 100 % juga ada. (udah kaya minum susu kuda liar aja tuh judul he..he..)

Beberapa dari film yang gua sebut barusan jaman SMP dulu pernah gua tonton di bioskop kesayangan daerah Kramat Jati he..he.. (engga usah disebutin namanya, tapi bagi yang tinggal di Kramat Jati dan sekitarnya pasti tau bioskop yang mungkin bisa di bilang legend itu he..he..). Dulu dengan uang Tiga Ribu Rupiah, gua udah bisa tuh ngeliat adegan-adegan SekWilDa dan BuPaTi yang dimainkan oleh bintang-bintang yang masuk kategori ‘Panas’ kaya Feby Lawrence, Diaz Astiza, Malvin Shayna. (busyet dah hapal banget gua ya he..he..kalo yang pernah nonton, pasti familiar dengan nama-nama ini he..he..).

Itu emang salah satu jaman kegelapan gua he..he.., dulu waktu umur-umur segitu kayanya emang penasaran aja kaya apa sih film-film itu. kalo gua membaca dari judulnya aja udah mengundang gua untuk masuk dan duduk tenang melihat adegan demi adegan yang tersaji di film tersebut he..he.., kalo mau bicara tentang ceritanya sih, semua film yang pernah gua tonton itu emang engga ada yang jelas he..he.., ya kita emang disuguhi adegan bercinta yang sesungguhnya he..he..meskipun udah disensor sana-sini tapi tetap aja adegan-adegan SekWilDa dan Bupati mendominasi seluruh isi film. (jangan heran kalo lagi nonton film kaya gini, pemandangan bangku penonton didepan ada yang bisa goyang-goyang sendiri he..he..) .

Ah udah jangan dibahas panjang lebar…, jaman itu emang industry filmnya yang mati atau emang film-film ‘murahan’ kaya begitu disukai dan laku di pasaran. (tapi kayanya factor kedua yang bener he..he..). gua juga engga tau, tapi sampai akhir tahun 90-an film-film itu masih begitu memikat bagi penonton kita. Bahkan film-film itu pernah juga di tayangin di salah satu Tivi Swasta ya meskipun jam tayangnya lewat tengah malam he..he.. (sekarang Tipi itu udah berganti nama menjadi Tipi satu).

Awal tahun 2000 film-film Indonesia mulai bangkit dari Mati surinya. Hal ini ditandai oleh lahirnya film-film yang bermutu model kaya Petualangan Sherina, Kuldesak ataupun film Independen Bintang Jatuh yang dibintangi si Cantik bernama belakang Sastrowardoyo he..he… gua terus terang menyambut baik kehadiran film-film itu dan mulai melupakan masa kegelapan yang dulu pernah gua lewatin he..he…

dulu jaman-jaman kuliah gua sering banget tuh nonton film-film Indonesia mulai dari AADC, Rumah Ketujuh, Cha Bau Kan, sampe Eifel Im in Love pun engga lewat dari perhatian gua. Kalaupun engga nonton di bioskop, gua pasti beli VCD originalnya karena emang gua sangat mendukung film nasional yang tahun itu kaya mengalami Euforia kembali seperti yang terjadi di tahun 70-an. Kalo generasi 70-an punya Rano Karno sama Yesy Gusman, gua sebagai generasi millennium (era tahun 2000-an maksudnya he..he..) bisa berbangga karena punya Dian Sastro dan Nicholas Saputra he..he..

Tapi kesini-sininya gua liat era SekWilDa dan BuPaTi coba di bangkitkan lagi. Era yang dulu udah mati dan gulung tiker itu perlahan-lahan mulai mendapat tempat kembali di hati masyarakat. Engga tanggung-tanggung bintang-bintang film ‘panas’ luar negeri ikut di datangkan untuk unjuk kebolehan memamerkan body bersama-sama body bintang film lokal tentu saja he..he... Maka tersebutlah nama-nama seperti Miyabi, Rien Sakuragi, Terra Petrick sampe yang terakhir yang sekarang lagi heboh adalah nama Bintang Film panas asal Amerika Sasha Grey. Nama yang terakhir ini emang terkenal suka berperan dalam beberapa film panas yang ada beberapa yang pernah gua liat he..he… gua aja engga nyangka kalo Sasha Grey bisa ikutan acting buat film Indonesia (luar biasa….luar biasa busuknya para producer yang mendanai film-film itu).

Gua sebenernya menyayangkan kalo film-film ‘murahan’ kaya gitu beredar lagi dimasyarakat. Buat apa bikin lagi film-film yang mengumbar adegan-adegan seronok dan tidak jelas jalan ceritanya (itu juga kalo engga mau disebut asal-asalan dalam menggarap cerita). Mungkin buat mereka yang penting film ini ditonton dan mereka dapet untung atau setidaknya balik modal lagi lah.

Buat gua film-film begini engga layaklah ditonton apalagi masuk jaringan dua satu. Kayanya masih banyak ide yang lebih bagus lagi yang bisa dijual daripada sekedar film horror dengan judul asal-asalan yang diangkat. Bukankah kemaren juga ada protes dari masyarakat daerah Gunung Kidul (kalo engga salah) yang marah kalo tempat mereka dijadikan tempat syuting bahkan judul sebuah film horor dengan mutu rendah.

Sayang aja generasi sekarang yang harus disuguhi film-film yang tidak mendidik seperti itu. buat gua, ini udah bukan saatnya lagi menjual kemolekan tubuh dalam film. Kalo emang engga ada cerita yang bagus buat dibikin film, kan mereka bisa maen di sinetron atau FTV yang sekarang lagi ngetrend. Mereka pasti bisa untung besar kalo sinetron atau FTV nya disukai masyarakat dan bukannya malah jor-joran membuat film seputar SekWilda dan BuPaTi.

Mungkin bintang film ‘panas’ jaman dulu pun geleng-geleng melihat film-film yang diputer sekarang adalah film sejenis yang mereka bintangi dulu. Bahkan ada salah satu bintang film panas itu yang sekarang malah udah tampil lebih santun dengan menggunakan jilbab dan menutup seluruh auratnya.(kenapa generasi penerusnya malah jor-joran ya sekarang he..he..)

Kalo sekarang, gua udah mulai males nonton di bioskop apalagi kalo film-film yang diputer masih yang begitu-begitu aja. Gua sih berharap euphoria film esek-esek yang dibungkus dalam kemasan horor engga berkepanjangan dan berganti dengan film-film yang lebih ‘beradab’ lagi lah. Gua percaya mungkin tidak lama lagi film-film itu akan bernasib sama seperti film-film terdahulu (meskipun producer nya selalu mendatangkan bintang film porno papan atas dari berbagai penjuru dunia he..he..). semoga layar bioskop kita akan dipenuhi lagi oleh film-film bermutu dengan cerita yang bagus dan bintang-bintang film baru yang lebih segar tentunya. (bosen juga kalo yang maen 4 L alias Lu Lagi Lu Lagi he..he..)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala