Langsung ke konten utama

Ngereview Berlayar nya Sheilla On 7















Dan… dan bila esok.. datang kembali.. seperti…sedia kala….itu adalah sepenggal lirik ’ beracun’ dari lagu Dan… yang terdapat di album pertama band asal Jogjakarta ini. Berkat lagu ini, band yang digawangi Duta dan kawan-kawan sukses meracuni remaja-remaja di pertengahan tahun 1999 dan lagu ini juga berhasil melejit ke permukaan dan dikenal oleh pecinta musik negeri ini dan yang terjadi selanjutnya, album pertama itu menjadi pembuka sukses karier band yang sudah berumur 15 tahun ini.

Kini mereka kembali meluncurkan album yang dikasih title berlayar yang berisi 10 lagu. Sekilas tampilan album ini lumayan menarik, di mana cover depan mereka terpajang sebuah gambar rajutan keluarga yang sedang berada dimeja makan. Iya cover ini mengingatkan rajutanrajutan yang pernah di buat nenek kita dulu. Namun begitu mendengarkan materi lagu-lagu dalam album ini ternyata tidak seindah cover depannya. Iya lagu-lagu dalam album ini tidak lagi memiliki ‘daya bunuh’ yang kuat buat para pecinta musik Indonesia dan pecinta Sheila on 7 yang terkenal dengan sebutan Sheila genk.

Simak saja track pertama di album ini yang berjudul have fun…, lagu ini terasa datar dan tidak memiliki greget sama sekali untuk bisa menjadi lagu hits, padahal biasanya track pertama untuk album musisi di Indonesia harusnya lagu hits. Begitu pun pada track kedua sampe keempat semuanya terasa ‘kurang nendang di kuping’, tidak seperti album-album Sheila terdahu yang satu album ada banyak lagu hits yang bisa di andalkan.

Barulah pada track kelima muncul lagu yang sudah menjadi single yang diluncurkan beberapa bulan sebelumnya. Iya lagu Hari Bersamanya memang menjadi lagu andalan di album ini, seperti lagu-lagu ciptaan Eros lainnya lagu ini juga mempunyai ‘daya bunuh’ yang kuat bagi para penikmat musik Indonesia. Terbukti lagu ini sering di puter di radio-radio swasta Jakarta (engga tau kalo radio di luar kota he..he..). mungkin album ini rada tertolong keberadaan nya berkat lagu ini salah satunya.

Ada satu lagu lagi yang menurut gua sangat potensial untuk menjadi hits. Lagu Bait Pertama menjadi lagu yang paling kuat dari album ini yang bisa menjadi racun yang membius telinga para Sheila Genk. Lagu ini lagi-lagi ciptaan Eross, seperti lagu-lagu sebelumnya, lagu ini lagi-lagi mengandalkan lirik yang kuat dan suara khas Duta tentunya. Lagu ini nampaknya bisa mengulang lagu-lagu sukses Sheila terdahulu meskipun belum tentu bisa mengulang kegemilangan lagu Sephia di album kedua mereka. Tapi lagu ini layak dikedepankan untuk dibuatkan video klip kedua untuk album berlayar ini.

Tanpa mengesampingkan peran personil yang lain dalam membuat lagu, tapi lagu-lagu ciptaan Eross masih menjadi primadona di album ini meskipun ada beberapa lagu ciptaan Adam dan Duta. Bagi Anda yang ingin menyimak lagu-lagu berlirik bahasa inggris, di album ini ada dua lagu yang berbahasa inggris yaitu lagu On The Phone dan juga lagu Perfect time. Kalo menurut Duta sih lagu ini sebagai ajang yang bisa dijadikan mereka Go Internasional. (lagi-lagi impian para musisi untuk go internasional melalui penciptaan lagu berbahasa inggris). Buat yang ingin mendengarkan lagu Hari Bersamanya versi akustik bisa mendengarkan lagu ini di track kesepuluh atau terakhir.

Secara keseluruhan sih album ini kurang memberikan kesegaran bagi para penikmat musik Indonesia, namun bagi Anda penggemar band asal Jogja ini, bolehlah memiliki kepingan CD album ini sebagai tambahan koleksi CD anda di rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…