Langsung ke konten utama

Bangunlah Sebuah Gedung yang Yahud….



Lagi enak-enaknya dengerin lagu lawasnya naif yang berjudul Rumah Yang Yahud tiba-tiba gua jadi teringat rencana wakil rakyat yang ingin merenovasi gedung yang selama ini menjadi tempat mereka bekerja. Gua pikir-pikir ngapain lagi tuh gedung di perbaiki, orang masih bagus dan layak untuk menjadi sebuah gedung tempat orang-orang terhormat (kata orang sih) bersidang dan mengambil keputusan yang katanya penting buat bangsa ini.

Sebenernya gua rada sedikit terusik aja dengan rencana itu…, ya meskipun gua udah rada engga peduli dengan dunia poliitik negeri ini yang menurut gua dipenuhi dengan segala macam intrik yang terkadang bikin gua mematikan televisi saat melihat omongan, tindakan dan tindak tanduk mereka selama ini di layar kaca. Gua selalu ngebayangin…., uang yang digunakan buat ngerenovasi itu gedung mendingan dipake buat ngerenovasi rumah-rumah orang yang tidak mampu dan hidupnya sangat kekurangan. Ya model-model acara bedah rumah di stasiun televise rajawali itu lah.

Beberapa kali gua nonton acara itu mereka yang rumahnya di renovasi terlihat sangat gembira dan bersyukur sampe-sampe mereka melakukan sujud syukur saking tak percaya kalo rumah mereka yang reot dan tidak layak itu kini berubah menjadi sebuah rumah yang asri lengkap dengan perabotan yang dapat menunjang hidup mereka. Gua yakin mereka yang rumahnya diperbaiki akan mendoakan orang yang dermawan dan mau menyumbangkan hartanya buat perbaikan rumah mereka.

Seandainya pemerintah mau menganggarkan uang yang katanya lebih dari satu triliun ini buat ngerenovasi rumah yang tidak layak huni itu. pasti banyak dapet dukungan dan menjadi keberkahan tersendiri karena mereka yang tidak mampu pasti mendoakan pemerintahnya. Bukan hanya itu…, wibawa pemerintah pasti semakin tinggi di mata rakyat. (bukan nya wibawa yang Cuma bisa mengacungkan tangan dadah dadah di depan kamera sambil senyum-senyum busuk engga berguna udah kaya artis lokal yang baru pengen di ekspos media.).

Tidak kah mereka memiliki sedikit keprihatinan melihat orang-orang diluar sana yang kurang mampu, yang untuk mencari sesuap nasi saja butuh perjuangan yang keras apalagi terpikir untuk merenovasi tempat tinggal yang mungkin hanya ada di impian mereka saja. Apakah kerjaan wakil rakyat itu kalau bukan memberi perhatian kepada rakyat kecil yang dulu waktu kampanye mereka janjikan dengan janji-janji surga dan bahkan mungkin mereka sembah demi mengantarkan mereka untuk duduk di kursi empuk yang ada di gedung yang atep nya Ijo itu.

Lagian kalo dipikir-pikir ngapain juga itu gedung di renovasi toh orang-orang yang berkantor disana tak lebih hanya sekedar D4 ( Dateng, Duduk, Denger Duit plus Tidur he..he..). Ya hanya itu pekerjaan yang bisa mereka lakukan, selebihnya… maaf tidak ada yang bisa diandalkan. Mereka tak lebih hanya perpanjangan tangan dari partai nya masing-masing yang berjuang demi kepentingan partainya di masa depan. Jadi buat apa dibangunkan gedung yang mewah…. Apa mungkin mereka berpikir biar lebih pulas tidurnya …dan selama ini mereka masih menganggap tidur mereka kurang pulas saat sidang berlangsung…. Untuk itu mereka menuntut adanya perbaikan gedung kalo perlu itu kursi bisa di setting untuk mempercepat mereka tidur karena mereka malas mendengarkan ucapan ketua majelis yang memimpin sidang.

Ah seandainya setiap warga Negara ini memiliki rumah yang meskipun engga yahud tapi minimal layaklah untuk dihuni, dimana mereka bisa nyaman tinggal di dalam rumah berkumpul bersama keluarga saling bercengkarama diiringi tawa kecil sesama anggota keluarga lainnya….. mungkin itu hanya sekedar lamunan gua yang berharap pemerintah negeri ini bisa lebih membuat rakyatnya sejahtera.

Suara nyaring David Naif masih mengalun menyanyikan lagu Rumah Yang Yahud…. Bangunlah sebuah rumah yang yahud….. dimana kita kan….. dapat bersama…. Tak ada yang dapat…. Menyusup masuk…ke dalam…………

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…