Langsung ke konten utama

Muamar Khadafi nyanyi lagunya Rumah Sakit





Bunuh…bunuhlah aku….kalau kau bisa….silahkan saja…, serang.. hantamlah saja…. Datang lah saja…andai kau tahu…, akhirnya waktu kau mengerti…bahwa ku bukan manusia biasa…. Ini adalah lirik lagu dari Band Indies Rumah Sakit yang berjudul Pop Kinetik. Gua ngebayangin seandainya pemimpin Libya Muamar Khadafi yang saat ini sedang di incar oleh Negara Amerika dan sekutunya tau lagu ini pasti dia dengan suara keras akan menyanyikan lagu ini seraya berseru di televisi… bunuh..bunuh lah aku kalau kau bisa silahkan saja…..

Lalu dari belahan Negara lainnya, seorang Pemimpin Negara adikuasa itu gemas dan tak sabar ingin menghancurkan sosok yang baru saja menyanyikan lagu itu. Dia lalu menelepon sekutu-sekutunya dan menyuruh menyaksikan pemimpin Libya itu seperti menantang dia dan teman-teman nya karena dinilai belagu dan keras kepala. Dan selanjutnya yang terjadi adalah yang kita saksikan beberapa hari belakangan ini, sebuah invasi ke Libya yang seperti nya mudah saja bagi mereka untuk menyerang salah satu Negara penghasil minyak terbesar itu.

Bukan nya apa-apa, saat ini emang Pemimpin Libya dan negaranya ini menjadi sasaran tembak Negara-negara yang hobinya mencampuri urusan dalam negeri Negara lain ini. terlepas dari rezim Khadafi yang memang otoriter dalam memimpin negaranya, Bahkan neh orang tidak segan-segan menembaki rakyat sipilnya sendiri yang berusaha ingin menurunkannya dari tahta kepresidenan yang sudah berpuluh-puluh tahun di dudukinya.

Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, gua sebagai rakyat biasa yang tidak ada hubungan nya dengan Libya Cuma menyanyangkan aja adanya kontak senjata antara tentara Libya pendukung Khadafi dengan pihak sekutu karena lagi-lagi yang menjadi korban adalah rakyat sipil yang mungkin tidak mempunyai dosa kepada Sekutu maupun Khadafi. Tapi nasi sudah menjadi bubur…, serangan demi serangan tetap saja terjadi dan Libya kini menjadi tak ubahnya seperti medan pertempuran layaknya invasi-invasi yang dilancarkan sebelumnya.

Perang…. Apapun namamu… (bacanya mengikuti lirik lagu Bang Oma yang Mirasantika ) sebenernya engga perlu terjadi kalo semua pihak bisa menahan diri. Ya meskipun beberapa kepentingan bermain dan menjadi latar belakang kenapa perang itu terjadi namun harusnya di jaman sekarang yang namanya perang b ukan lagi menjadi penyelesaian masalah dan mereka harusnya duduk disatu meja untuk membahas semua masalah (tapi lucu juga kali ya kalo Khadafi duduk satu meja sama Obama terus engga ditemenin penerjemah dari masing-masing Negara…..).

Gua jadi inget lirik lagunya Slank (gua lupa judul lagunya) yang berbunyi.. hidup senang.. engga ada perang… hidup tenang…. Ngapain ribut..ribut….. ah seandainya mereka yang saat ini bertikai mendengarkan pesan lagu yang di nyanyikan Kaka ini mungkin peperangan bodoh itu tak akan pernah terjadi . sekarang ini mungkin ketenangan menjadi harga yang mahal di Libya., rakyat sipil harus menyaksikan pemandangan korban-korban perang bergelimpangan dan mungkin mereka hanya mengelus dada dan berucap kapan ini semua berakhir…..

Mungkin ada baiknya jika suatu hari Obama beserta sekutu-sekutunya serta Muamar Khadafi dan prajurit-prajuritnya bisa menyaksikan konser slank yang selalu membawa pesan kedamaian di setiap acara yang mereka buat. pesan kedamaian yang di sampaikan bim-bim dan kawan-kawan ini bisa mereka terima dan terapkan ke para prajurit yang berperang di lapangan dan mereka berseru hentikan invasi ini… kita damai aja…. Peace…. Peace…peace… (sambil mengacungkan dua jari symbol kedamaian)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…