Langsung ke konten utama

Uji Coba Penutupan Perlintasan Sebidang di Jalan Letjen Soeprapto Akan dimulai 1 Oktober 2016



Sebagai tindak lanjut dari surat Menteri Perhubungan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berencana akan melaksanakan ujicoba penutupan perlintasan Jalan Letnan Jenderal Soeprapto (JPL No.29 di Km 6 + 241). Rencananya ujicoba penutupan ini akan dilakukan mulai tanggal 1 Oktober hingga 31 Oktober 2016. 
Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono saat jumpa pers penutupan perlintasan sebidang Jalan Letnan Jendral Soeprapto

Surat Menteri Perhubungan bernomor KA.101/2//3 PHB 2015 tanggal 15 Desember 2015 kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta tentang penanganan perlintasan tidak sebidang di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Sebelum melakukan penutupan perlintasan Jalan Letnan Jendral Soeprapto, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama satu bulan penuh mulai tanggal 1 September 2016 hingga 30 September 2016. 

Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono dalam jumpa pers di Gedung Majapahit Kementerian Perhubungan Jakarta, mengungkapkan, penutupan ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan dan ketertiban demi kelancaran perjalanan kereta api. Undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 91 ayat 1 mengamanatkan perlintasan jalur kereta api dengan jalan harus dibuat tidak sebidang. Namun masih dimungkinkan dibuat sebidang dan bersifat sementara dengan pertimbangan letak geografis, tidak membahayakan, dan menggangu kelancaran operasi KA. Lalu lintas jalan serta pada jalur tunggal dengan frekuensi dan kecepatan kereta api rendah.  

Dari data Ditjen Perkeretaapian, frekuensi perjalanan kereta api pada perlintasan Pasar Senen saat ini sebanyak 17 KA/jam dengan rata-rata Headway 3,52 menit yang berlangsung pada jam sibuk (on peak). Dari frekuensi yang tinggi ini sudah seharusnya perlintasan sebidang ditutup. 

Sementara Priyatno dari Dinas Perhubungan Transportasi  DKI Jakarta mengungkapkan, penutupan perlintasan sebidang di Jalan Letnan Jendral Soeprapto ini akan banyak berpengaruh pada lalu lintas di wilayah sekitar Senen. “Kami akan mengatur rute jalur angkutan umum yang masuk ke Terminal Senen. Di Terminal Senen terdapat 9 trayek angkutan umum, dan yang akan terkena dampak dari penutupan sebidang ini adalah mikrolet 46 jurusan Senen Pulogadung. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Antony dari Polres Jakarta Pusat. Pihaknya akan mengatur lalu lintas dengan volume angkutan umum yang padat di sekitar Terminal Senen.”Kami akan coba mengurai lalu lintas dengan adanya penutupan sebidang ini agar tidak terjadi kepadatan di sekitar wilayah Terminal Senen.”  Ungkap Antony.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono berharap dengan adanya penutupan perlintasan Jalan Letnan Jenderal Soeprapto ini masyarakat bisa merubah pola perjalanannya. “ Yang biasa melintasi wilayah Senen, mungkin bisa merubah perjalanannya dengan mengambil rute perjalanan lain” kata Prasetyo. 

Prasetyo juga berjanji bahwa Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebisa mungkin akan meniadakan perlintasan sebidang dalam jalur kereta api. “ Kita ambil contoh  untuk pembangunan proyek kereta api Makassar Pare-Pare sudah tidak ada lagi perlintasan sebidang” ungkap Prasetyo.
   

Komentar

  1. Semoga rencananya berjalan sesuai dengan waktunya

    Salam www.travellingaddict.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga mas, terima kasih sudah mampir ke blog saya

      Salam

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…