Langsung ke konten utama

Mengagumi Keindahan Pegunungan Karst di Rammang-Rammang



Menyebut nama Rammang-Rammang, inilah kawasan pegunungan karst terbesar di Indonesia dengan pemandangan luar biasa indah. Sejauh mata memandang, kita akan melihat Pegunungan kapur yang menjulang tinggi. Pesona Rammang-Rammang ini bisa kita nikmati di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.  
Pegunungan kapur di Rammang Rammang
Rammang-Rammang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung.Untuk sampai ke destinasi yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Makassar ini kita dapat menyewa perahu nelayan dengan harga sekitar 300 ribuan yang akan mengantarkan sampai ke Desa Salenrang, Kabupaten Maros. Sepanjang perjalanan ke Desa Salenrang, kita akan disajikan pemandangan bukit-bukit karst yang menjulang tinggi serta tanaman bakau yang tumbuh di sepanjang sungai.

Begitu menginjakan kaki di Desa Salenrang, kita akan disajikan pemandangan persawahan yang hijau. Sejauh mata memandang kita seperti dimanjakan oleh hijaunya pepohonan dan tanaman padi yang tumbuh di sawah-sawah milik penduduk desa. Belum lagi pemandangan bukit karst yang menjadi latar dari hijaunya persawahan menjadikan paduan yang terlihat indah. Menghirup udara segar menjadi hal yang menyenangkan di sini. Letaknya yang jauh dari hingar-bingar kendaraan, membuat Rammang-Rammang memberikan sajian udara segar bagi setiap orang yang datang ke sini.
Sawah nan hijau menjadi pemandangan di Rammang Rammang
Udara yang sejuk juga membuat pengunjung nyaman ketika berada di area wisata alam ini. Keramahan penduduk setempat seperti membuat pengunjung sedang berada di rumah sendiri. Untuk dapat mengelilingi area di sini, pengunjung dapat mengajak penduduk di sini yang sudah biasa menjadi pemandu wisata. Untuk jasa pemandu wisata sendiri, tidak ditentukan tarifnya. Kita bisa memberikan sang pemandu wisata uang seikhlasnya,sesuai dengan keinginan.

Dengan ditemani pemandu, kita akan diajak melewati jalan-jalan di tengah hijaunya pematang sawah. Melewati jalan-jalan yang dikelilingi sawah tentu saja menjadi pengalaman tersendiri terlebih pemandangan seperti ini sudah jarang ditemukan di tengah kota. Satu tips untuk berjalan-jalan di pematang sawah, kita harus fokus dengan jalan setapak yang kita pijak. Karena bila kita sedikit meleng saja, salah-salah kita jatuh ke lumpur sawah yang ada di sini.

Ada beberapa tempat yang bisa pengunjung datangi ketika berada di kawasan Rammang-Rammang ini seperti, Taman Hutan Batu Kapur, Telaga Bidadari, Gua Bulu' Barakka’, Gua Telapak Tangan dan Gua Pasaung. Semua objek wisata ini bisa di kelilingi pengunjung dalam satu hari saja. Oiya, Di area wisata ini belum terdapat penginapan, jadi kita yang plesiran ke destinasi ini bisa kembali pada sore harinya.
Sajian sawah dan pegunungan menjadi pesona tersendiri di Rammang Rammang
Gugusan Pegunungan Kapur (karst) Rammang-Rammang yang berada di Maros-Pangkep ini adalah gugusan pegunungan kapur yang terluas dan terbesar kedua di dunia setelah pegunungan kapur yang ada di Cina. Namun, salah satu literatur menyebutkan, pegunungan kapur yang terluas dan terbesar pertama di dunia untuk saat ini justru Rammang-Rammang Karst di Maros, hal ini dikarenakan pegunungan kapur Cina yang sudah banyak berkurang akibat eksploitasi dan aktivitas pertambangan.
 
Rammang-Rammang sendiri berasal dari bahasa Makassar yang memiliki arti sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk di sekitar lokasi, area ini diberi nama Rammang-Rammang karena seringnya awan atau kabut yang turun terutama di pagi hari atau ketika hujan.

Untuk sampai ke Rammang-Rammang, saya biasanya terbang dari Jakarta dengan menggunakan maskapai Batik Air. Menghabiskan waktu penerbangan sekitar 2 jam lebih dari Jakarta, kita akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Harga tiket pesawat menuju Makassar sendiri relative terjangkau, tergantung kapan waktu kita berkunjung ke negeri asal Pahlawan Sultan Hasanuddin ini. 
Selfie bareng keluarga di Rammang Rammang
Buat yang penasaran ingin melihat langsung pegunungan karst terbesar di Indonesia ini, langsung saja pergi ke Rammang Rammang dan rasakan sensasi menginjakan kaki dengan pemandangan hamparan sawah dan pegunungan kapur yang jarang kita temukan di perkotaan.

Komentar

  1. pastinya sejuk banget ya udaranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, enak di sana..

      makasih ya sudah mampir di blog saya :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…