Minggu, 22 Mei 2016

Melihat Langsung Terminal BBM Terbesar di Asia Tenggara milik Pertamina



Kamis pagi (19/5) kemarin menjadi hari yang paling saya tunggu. Hari itu saya mendapatkan undangan dari Forum Liputan 6 untuk mengunjungi Terminal BBM Jakarta Group di kawasan Plumpang. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berkunjung dan melihat langsung Terminal BBM terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara ini. Saya beruntung menjadi salah satu blogger yang terpilih untuk melihat langsung aktivitas apa saja yang dilakukan di Terminal BBM yang menyuplai BBM untuk SPBU-SPBU yang ada di seputaran Jabodetabek ini.

Pose di depan Kantor Terminal BBM Plumpang
Sebelum berangkat menuju Terminal BBM Plumpang, saya dan keempat blogger yang juga mendapatkan undangan berkumpul di Kantor Pusat Pertamina, Kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Selain 5 blogger, Forum Liputan 6 juga mengajak 15 mahasiswa dari kampus-kampus di Jabotabek untuk berkujung ke Terminal BBM Plumpang dalam acara yang diberi nama Edu Trip Pertamina bersama Liputan 6 ini. Begitu sampai di Kantor Pusat Pertamina, kami berkumpul di ruang Ground Meeting untuk menyimak sambutan dari  Manager External Communication Pertamina, Bapak Ifki Sukarya. Bapak Ifki menyambut kami dengan hangat. Bahkan, kami seperti sudah berkenalan lama dengan pria berkacamata ini.

Manager External Communication Pertamina, Ifki Sukarya memberikan sambutan
Dalam kesempatan ini, Bapak Ifki bercerita bagaimana proses kerja Pertamina mulai dari proses di hulu hingga ke hilir. Pertamina yang merupakan BUMN yang memberikan masukan terbesar bagi negara ini ternyata satu-satunya perusahaan yang menghadirkan BBM untuk nusantara. Untuk menjamin ketahanan energy nasional, Pertamina melakukan beberapa upaya pengembangan di sektor hulu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Akuisisi 100 % blok NSO dan NSB sejak tahun 2015. Selain itu, Pertamina juga memiliki kilang minyak di 3 negara yakni di Malaysia, Irak, dan juga Aljazair. Pertamina juga memiliki infrastruktur BBM berupa 273 unit kapal tanker, 7 unit kilang, 11 unit terminal BBM serta 2856 unit mobil tangki.

Sebagai penghasil BBM, Pertamina juga memiliki produk-produk unggulan berupa bahan bakar khusus seperti, Pertamax Racing yang khusus diperuntukan untuk kendaraan balap. Ada juga Pertamax Plus, bahan bakar bensin dengan kadar oktan 95, berstandar internasional EURO 2 yang menjadikan pembakaran pada kendaraan menjadi lebih sempurna. Selain produk bahan bakar minyak, Pertamina juga memiliki produk berupa Gas LPG. Produk gas elpiji milik Pertamina antara lain, Elpiji, yang merupakan produk utama unit LPG dan gas produk domestik. Ada juga Bright Gas, produk LPG dengan fitur safety yang lebih aman dan memiliki kualitas dan kuantitas isi yang lebih terjaga. 
Bus yang kami tumpangi tiba di Terminal BBM Pertamina Plumpang
Selepas Bapak Ifki memberikan penjelasan, kami pun bersiap untuk berangkat ke Terminal BBM Plumpang. Dua bis ukuran sedang sudah menunggu kami di halaman Kantor Pusat Pertamina. Sekitar pukul 11.00 WIB, kami pun berangkat menuju Terminal BBM Plumpang. Sekitar 45 menit perjalanan, kami akhirnya tiba di Terminal BBM Plumpang. Di sini kami disambut hangat oleh  Senior Supervisor Penerimaan, Penyaluran, dan Penimbunan Terminal BBM Jakarta Group,  Rahadian Mahardika. 
Senior Supervisor Penerimaan, Penyaluran, dan Penimbunan Terminal BBM Jakarta, Rahadian Mahardika (tengah) memberikan informasi kepada kami
Rahadian bercerita bagaimana proses kerja di Terminal BBM Plumpang mulai dari dari mana BBM berasal hingga cerita bagaimana mendistribusikan BBM hingga ke kawasan Jabodetabek dan sebagian Bandung. Rahadian mengatakan, selain Terminal BBM Plumpang, Pertamina juga memiliki Terminal BBM Tanjung Priuk yang digunakan menyuplai BBM untuk kebutuhan industri. Selain itu, di Terminal BBM ini memiliki cadangan BBM hingga dua minggu ke depan, untuk menjamin ketersediaan BBM untuk konsumen. 
Rompi yang wajib kami kenakan untuk keselamatan selama di Terminal BBM Plumpang

Helm yang juga tidak ketinggalam untuk kami gunakan selama berada di Terminal BBM Plumpang
Setelah mendapatkan penjelasan seputar keberadaan Terminal BBM Plumpang  dari Mas Rahadian, kamipun akhirnya berkesempatan untuk memasuki kawasan Terminal BBM Plumpang. Sebelum memasuki bagian dalam kawasan terminal, kami diperlihatkan video seputar keamanan di dalam Terminal BBM. Dalam video itu, kita diperlihatkan standar keamanan yang harus dilakukan dalam lingkungan Terminal BBM Plumpang. Akhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Kami bersiap untuk memasuki kawasan Terminal BBM Plumpang, namun sebelum memasuki kawasan ini, kami diwajibkan untuk memakai rompi, sepatu, serta helm sesuai prosedur keamanan dan juga demi keselamatan. 
Inilah Terminal BBM Pertamina Plumpang

Foto di depan Terminal BBM Plumpang
Setelah semua perlengkapan kami pakai, akhirnya kami berbaris untuk memasuki kawasan Terminal BBM Plumpang. Ditemani dua orang karyawan Pertamina yang menjelaskan seputar Terminal BBM Plumpang, kami dijelaskan mengenai apa saja proses yang terjadi di Terminal BBM ini. Kami pun berjalan mendekati lokasi tempat pengisian BBM ke dalam truk tanki pengangkut BBM. Tempat pengisian BBM ke truk tangki dinamakan filing poin. Di Terminal BBM Plumpang ini terdapat 12 filing poin dan satu filing poin memiliki kapasitas hingga 17 ribu kilo liter per harinya. Filing poin ini digunakan untuk mengisi BBM ke dalam truk tanki BBM untuk kemudian disalurkan ke 829 SPBU yang ada di wilayah Jabodetabek. 
Menyimak penjelasan dari seorang instruktur di Pabrik Lubricants Pertamina, Tanjung Priok
Berada di dekat tempat pengisian tanki BBM tentu saja menjadi momen langka bagi kami. Selain kami melihat langsung proses pengisian ke truk tanki BBM, saya dan beberapa teman-teman mencoba untuk mengabadikan momen langka keberadaan kami di sini. Alhasil, kami melakukan foto bersama dengan kamera seorang teman blogger. Untuk menuju ke sini, kami semua memang tidak diperkenankan untuk membawa handphone demi keamanan bersama. 
Kami diajak mengelilingi pabrik pembuatan oli Pertamina
Selesai melihat proses pengisian BBM di Terminal BBM Plumpang, perjalanan kami dilanjutkan menuju Pertamina Lubricants, Production Unit Jakarta, di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di sini kami semua diajak mengintip langsung pabrik pembuatan oli milik Pertamina. Memasuki halaman pabrk, kami melihat mesin-mesin pembuat oli buatan Pertamina, salah satunya yakni oli Mesran. Mesin-mesin ini digerakan dari salah satu ruangan yang bernama control room. Ruangan yang berada persis di tengah-tengah pabrik ini berfungsi untuk mengontrol mesin-mesin yang bekerja di pabrik ini.
Salah satu oli hasil produksi Pertamina Lubricants
Selain itu, kami juga diajak untuk mengintip langsung laboratorium milik Pertamina.  Di sini kami bisa melihat langsung bagaimana pengujian terhadap BBM yang dihasilkan Pertamina. Ibu Susi, salah satu karyawan laboratorium, menjelaskan bagaimana cara pengujian yang dilakukan Pertamina terhadap BBM yang akan digunakan konsumen. Selain itu, kami juga diajak ke laboratorium oli untuk melihat bagaimana oli-oli ini diteliti sebelum digunakan oleh konsumen. Laboratorium milik Pertamina ini mempekerjakan para profesional yang bekerja dengan sangat teliti. Kami melihat sendiri beberapa aktivitas penelitian yang sedang dilakukan oleh karyawan di laboratorium. 
Ibu Susi sedang menunjukan kepada kami seputar laboratorium BBM
Puas berkeliling laboratorium, kami diajak ke lantai 3 gedung Pertamina Lubricants. Di sini kami melihat fasilitas olahraga seperti lapangan badminton yang disediakan untuk para karyawan. Di sini kami juga diperkenalkan mengenai apa itu Pertamina Lubricants dan apa saja produk yang dihasilkan oleh Public Relations PT Pertamina Lubricants, Intania Primasari Prionggio. Mba Intan, begitu sapaannya, menjelaskan bagaimana Pertamina Lubricants ingin menjadi sebuah produk yang dikenal dunia. Selain itu, Mba Intan juga bercerita kalau Pertamina Lubricants juga memiliki sebuah pabrik di Thailand untuk memasarkan produk-produk oli Pertamina di pasar di Asia Tenggara. Pertamina Lubricants juga memiliki oli-oli premium yang digunakan oleh kendaraan-kendaraan berjenis super car. 
Pertamina, Perusahaan energi yang mendukung anak bangsa Ryo Haryanto beraksi di ajang F1
Menjelang sore acara Edu Trip CJ Pertamina bersama Liputan 6 pun berakhir. Kami semua menaiki bus untuk kembali ke Kantor Pusat Pertamina dengan sebuah pengalaman yang berkesan mengunjungi salah satu BUMN kebanggaan negeri ini bernama Pertamina. Terima kasih Forum Liputan 6 yang sudah mengajak saya dan teman-teman lain untuk melihat langsung proses kerja di Pertamina. Mungkin selama ini, buat saya yang awam tidak pernah membayangkan bagaimana proses kerja perusahaan energy sekelas Pertamina. Namun, dengan kunjungan ini saya mendapatkan gambaran dan juga pengalaman mengenai kinerja dari Pertamina.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar