Langsung ke konten utama

Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Resmikan Tiga Stasiun



Berbahagialah para pengguna moda transportasi kereta api, karena kini Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian sedang giat-giatnya melakukan pembenahan stasiun-stasiun untuk kenyamanan para penumpang. Seperti yang kemarin (Rabu, 11/5) dilakukan oleh  Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang meresmikan 3 stasiun yakni Stasiun Maja, Stasiun Parung Panjang, dan Stasiun Kebayoran. Peresmian 3 stasiun ini dilakukan di Stasiun Maja dan diresmikan oleh Direktur Jenderal perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko.
Direktur Jenderal perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko, meresmikan tiga stasiun yakni Stasiun Maja, Parung Panjang, dan Kebayoran (foto, dokumen TDB)
Dalam sambutannya di depan jajaran Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto, mengungkapkan, pembangunan ketiga stasiun ini sudah dimulai sejak tahun 2014 lalu dengan total pembiayaan sebesar kurang lebih 112 miliar yang dananya berasal dari APBN. Peresmian ketiga stasiun ditandai dengan penekanan tombol yang dilakukan Hermanto beserta jajarannya di Stasiun Maja, Lebak, Banten. 


penandatanganan prasasti oleh Hermanto Dwiatmoko (foto, dok pri)
(foto dok pri)

Saya yang hadir dalam peresmian ketiga stasiun ini melihat semangat dari Direktorat Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, untuk terus melakukan pembenahan terhadap stasiun-stasiun yang ada di sekitar Jakarta. Pembenahan ini tentu saja dilakukan untuk kenyamanan para pengguna moda transportasi kereta api. “Kami mengharapkan dari pembenahan stasiun ini dapat menarik minat masyarakat khususnya masyarakat yang ada di wilayah pinggiran Jakarta untuk beralih ke moda transportasi massal seperti kereta api.” Ungkap Hermanto.


Stasiun Maja berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten. Pemandangan stasiun yang bersih dan nyaman sangat terasa di sini. Saya sempat berkeliling di stasiun yang memiliki bangunan memanjang arah utara selatan dengan tinggi stasiun sekitar 15,2 meter ini. Ada beberapa ruangan di stasiun ini seperti toilet, mushola, ruang kesehatan, dan juga ruang menyusui bagi ibu yang menyusui bayinya.
 
Wajah baru Stasiun Maja di Kabupaten Lebak, Banten (foto dok pri)
Stasiun ini juga memiliki halaman peron yang luas serta nyaman. Ada juga fasilitas lift untuk para penyandang disabilitas yang langsung menuju peron. Pada bagian depan stasiun, tulisan Stasiun Maja berwarna merah terpasang dengan gagah. Stasiun ini juga memiliki halaman parkir yang cukup luas yang terletak di sebelah kanan dan kiri stasiun. Selain itu, tepat di depan Stasiun Maja juga banyak pedagang yang menjajakan makanan dan buah-buahan untuk penumpang yang ingin membeli makanan ataupun buah tangan untuk kerabat di rumah.
Pintu keluar Stasiun Maja (foto, dokpri)

Stasiun Maja terletak di Km 62+548 antara Stasiun Tigaraksa – Stasiun Ciretas Lintas Tanah Abang – Merak. Gedung Stasiun berlantai dua ini memiliki luas 570 m2 dengan panjang mencapai 19 meter serta lebar 30 meter. Stasiun ini memiliki kapasitas penumpang  mencapai 1.113 orang.  Stasiun Maja memiliki luas peron 2.400 m2 dengan panjang peron 200 meter serta tinggi 1 meter dari elevasi rel.


Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan sepertinya membangun Stasiun Maja dengan penuh kenyamanan untuk para penumpang. Kenyamanan sangat terasa karena di stasiun ini dilengkapi dengan fasilitas untuk penumpang seperti toilet, mushola, ruang kesehatan. Selain itu, bagi penumpang yang membawa bayi yang masih menyusui, di Stasiun Maja juga terdapat ruang menyusui yang nyaman bagi ibu dan anak.  Saya sempat mencoba fasilitas mushola untuk melakukan ibadah. Terasa sekali kenyamanan ruang mushola yang bersih dan nyaman untuk ibadah.
Stasiun Parung Panjang yang terletak di antara Stasiun Cilejit dan Stasiun Cicayur (foto, dokpri)
Sementara Stasiun Parung Panjang memiliki letak antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Cilejit, Lintas Tanah Abang - Merak. Hampir serupa dengan Stasiun Maja, Stasiun Parung Panjang juga memiliki bentuk memanjang arah utara – selatan dengan tinggi stasiun sekitar 14,6 meter. 
Stasiun Parung Panjang memiliki 2 lantai dengan luas 756 m2 (dokpri)

Stasiun Parung Panjang memiliki gedung 2 lantai dengan luas mencapai 756 m2. Stasiun ini memiliki panjang 21 meter dan lebar 36 meter. Kapasitas penumpang di stasiun ini sekitar 1476 penumpang. Stasiun ini memiliki 3 peron dengan tinggi 1 meter dari elevasi rel. Luas peron mencapai  2400 m2. Panjang peron di stasiun ini 200 meter dan lebar peron 2 meter. Sama seperti Stasiun Maja, Stasiun Parung Panjang juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, mushola, ruang kesehatan, serta tidak ketinggalan ruang menyusui untuk ibu-ibu yang membawa bayi yang masih menyusui.


Stasiun Kebayoran yang terletak di Km 13+820 kawasan Selatan Jakarta (foto, dokpri)
Satu lagi yang kemarin juga diresmikan Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yakni Stasiun Kebayoran. Stasiun yang berada di wilayah selatan Jakarta ini terletak di Km 13+820 antara Stasiun Pondok Ranji dan Stasiun Palmerah, Lintas Tanah Abang – Merak. Stasiun Kebayoran memiliki bangunan memanjang arah utara selatan dengan tinggi stasiun mencapai 14,5 meter. Stasiun berlantai dua ini memiliki luas mencapai 3.384 m2 dengan panjang 120 meter dan lebar 28.2 meter. Kapasitas penumpang di Stasiun Kebayoran mencapai 6609 orang. 
Peron di Stasiun Kebayoran (foto dokpri)
 Stasiun Kebayoran juga dilengkapi fasilitas umum untuk penumpang seperti toilet, mushola, ruang kesehatan, ruang menyusui serta halaman parkir yang cukup luas.  Akses menuju stasiun ini juga sangat mudah karena dilintasi beberapa sarana angkutan umum seperti Bus Transjakarta serta metromini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…