Langsung ke konten utama

Gatot Sudariyono, Berlari Demi Donasi Kepada Anak-Anak Kurang Beruntung



Namanya Gatot Sudariyono. Di usianya yang sudah menginjak 55 tahun, dirinya masih semangat untuk mengikuti event-event lari marathon yang digelar di berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Niatnya hanya satu, ingin membantu pendidikan anak-anak yang kurang beruntung melalui SOS Children’s Villages Indonesia. Bahkan, dalam waktu dekat, Gatot akan berlari dari Pantai Selatan Cianjur hingga Taman Impian Jaya Ancol sejauh sekitar 250 meter untuk menggenapi jarak 550 Km sebagai target berlarinya. Sebelumnya, Gatot sudah menempuh Penang Marathon 100 Km, Jakarta 100 Km, hingga Borobudur 100 Km. 
Gatot Sudariyono (tengah) saat konfrensi pers Run To Care 550 km for Children
Jalur yang akan ditempuh ini nantinya akan didelegasikan untuk SOS Children’s Villages. Aksi berlari Gatot ini merupakan bagian dari rangkaian aksi Run To Care 550 km for Children dalam perayaan 44th  SOS Children’s Villages Indonesia. Kegiatan ini digagas SOS Children’s Villages bekerjasama dengan sahabat SOS dengan mengajak partisipasi publik melalui pengumpulan donasi dengan berlari. Run To Care kali ini merupakan aksi yang kedua setelah yang pertama Run To Care di Bali Marathon dan berhasil mengumpulkan dana 26 juta rupiah. 

Gatot bercerita, kegemarannya berlari baru dia rasakan ketika memasuki masa pensiun. BII Bali Marathon adalah marathon pertama yang ia ikuti. Saat itu ia turun di jarak 25 kilo dan berhasil menyelesaikannya dalam waktu 5 jam 30 menit. Setelah marathon pertamanya itu, Gatot semakin sering mengikuti marathon-marathon yang digelar di berbagai daerah mulai dari Tambora Marathon, Sleman Marathon, hingga Jakarta Marathon. “Saya baru merasakan asyiknya berlari dan mengikuti marathon di berbagai daerah setelah memasuki masa pensiun” kata Gatot dalam acara Konfrensi Pers Run To Care 550 km for Children di Restoran Boga Prabu, Epicentrum Walk, Jakarta pada Rabu (9/11) lalu.
Donasi untuk SOS Children Villages saat penyelenggaraan Run To Care pertama
Gatot bercerita jika event-event lari marathon saat ini memiliki beberapa tujuan yakni lari untuk sehat, lari untuk lomba serta lari untuk selebrasi. Namun Gatot lebih mendedikasikan keinginannya berlari untuk kegiatan charity dimana setiap jalur yang ditempuhnya akan digunakan untuk pengumpulan donasi bagi anak-anak di SOS Children’s Villages.

Sementara National Director SOS Children's Villages Indonesia, Hadi Gregor Nidihardjo, mengungkapkan anak-anak yang kehilangan keluarga dan sanak saudara, oleh SOS akan diberikan keluarga yang permanen seperti keluarga-keluarga lain di Indonesia. “Keluarga sesuatu yang permanen dan emosional dan tidak semua anak memilikinya. Untuk itu SOS memberikan keluarga kepada anak-anak yang kurang beruntung agar mereka bisa hidup layaknya berada di sebuah keluarga” ungkap Hadi.

Hadi bercerita jika SOS yang pertama kali hadir di Indonesia tahun 1972 ini memiliki konsep sederhana. Keluarga di copy paste dan hadir di seperti keluarga lainnya bagi anak-anak yang tidak memiliki keluarga. SOS.  Anak-anak di sini merasakan seperti berada di keluarga nya sendiri  ibu asuh yg terus hadir bersama mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan ini, Hadi juga memberikan apresiasi untuk pihak-pihak yang sudah peduli dengan SOS Children's Villages Indonesia. “ Mereka tidak sekedar berlari dan mengikuti marathon, namun memiliki nilai dari kegiatan yang dilakukan” ungkap Hadi.
Pak Hadi dari SOS Children Villages saat memberikan keterangan di konfrensi pers Run To Care 550 km for Children
 Artis Rebecca Reijman yang juga ikut berlari bersama Gatot Sudariyono, Minggu 13 November 2016 dari Bundaran HI hingga finish di FX Sudirman mewakili Sahabat Anak Negeri mengungkapkan, Indonesia beruntung memiliki orang-orang seperti Pak Gatot Sudariyono yang perduli dengan nasib anak-anak yang kurang beruntung. “Dengan berlari dan mengikuti marathon, Pak Gatot juga ikut berdonasi terhadap anak-anak di SOS Children's Villages Indonesia. Tentu saja kita bersyukur memiliki orang-orang seperti Pak Gatot’ ungkap penyanyi berwajah indo ini. 

Sementara TeguhTrianung Djoko Susanto , dari PT Moovit, yang menjadi pendukung acara Run To Care 550 km for Children  mengungkapkan, Moovit berempati kepada anak Indonesia yang kurang beruntung dengan mendukung gerakan  ini. “Apa yg dilakukan SOS itu sangat mirip dengan apa yg dialami orang tua saya. Figur orang tua memang menjadi sangat penting bagi kehidupan anak-anak.” Kata Teguh.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…