Rabu, 19 Oktober 2016

Indonesian Pearl Festival 2016, Ajang Promosi dan Branding Mutiara Indonesia



Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan jumlah pulau 13.466, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil laut yang sangat potensial di dunia. Selain dilimpahi aneka jenis ikan laut untuk konsumsi masyarakat, Laut Indonesia juga dianugrahi keindahan mutiara yang menjadi salah satu komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. 
Mutiara menjadi salah satu kekayaan laut Indonesia (dok mutiarabertuah.wordpress.com)
Dari tahun ke tahun permintaan akan mutiara semakin meningkat. Selain itu, tren harga mutiara dari tahun ke tahun juga menunjukan hasil yang positif. Hal ini tentu saja berpengaruh kepada usaha budidaya mutiara yang kian banyak di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa lokasi budidaya mutiara di Indonesia antara lain tersebar di Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, NTT, NTB dan Bali. Dari data di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Pelaku usaha budidaya mutiara di Indonesia pada tahun 2013 tercatat sebanyak 23 perusahaan yang terdiri dari perusahaan swasta nasional (PMDN) sebanyak 17 perusahaan dan Perusahaan Modal Asing (PMA) sebanyak 6 perusahaan, dimana 21 perusahaan diantaranya telah tergabung dalam ASBUMI. 
Budidaya mutiara di Indonesia ada di beberapa daerah seperti Maluku, Papua (dok Lintasnews.com)
Nah Dalam rangka promosi dan penguatan branding Indonesian South Sea Pearl (ISSP) atau mutiara Laut Selatan di pasar domestik dan internasional sebagai upaya meningkatkan daya saing produk dan usaha mutiara Indonesia, Direktorat Jenderal P2HP, Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2011 menginisiasi penyelenggaraan pameran tahunan Mutiara Indonesia bertajuk Indonesian Pearl Festival (IPF). Gelaran IPF  yang tahun ini memasuki tahun ke-6 akan dipusatkan di Lippo Mall Kemang. Festival yang diadakan mulai tanggal 9 – 13 November 2016 untuk tahun ini mengambil tema The Magnificent Indonesian South Sea Pearl. 

Untuk tahun ini IPF akan menampilkan berbagai acara menarik untuk pengunjung diantaranya, pameran mutiara terbesar, lelang mutiara, klinik dan Fokus Grup Diskusi (FGD) mengenai mutiara. Selain itu, ada juga lomba desain perhiasan mutiara dan lomba foto panorama kelautan. Selain menjadi ajang pameran mutiara-mutiara terbaik di Indonesia, Ada satu yang menarik, untuk tahun ini diadakan lomba menulis blog seputar event penyelenggaraan Indonesian South Sea Pearl. 
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat menghadiri Pre Event Gathering Indonesian Pearl Festival (dokpri)
Saya sebagai salah satu blogger Rabu (12/10) kemarin mendapat undangan untuk menghadiri acara Pre Event Gathering Indonesian South Sea Pearl di auditorium Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam kesempatan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan, jika mutiara di Indonesia selama ini kurang mendapatkan promosi yang baik sehingga masyarakat Indonesia maupun internasional belum banyak yang tahu kalau mutiara Indonesia salah satu yang terbaik di dunia. “Promosi mutiara perlu dilakukan untuk memperkenalkan mutiara di Indonesia” ungkap ibu menteri yang selalu berdandan nyentrik ini.

Dalam kesempatan itu saya menyimak dialog antara para pengusaha budidaya mutiara dari berbagai daerah dengan Ibu Susi. Para pengusaha mutiara mencurahkan isi hati dan keluh kesah mereka dalam menjalani bisnis mutiara di daerah. Masalah-masalah seperti pengurusan izin, batas laut Indonesia, sampai kurangnya promosi mengenai mutiara di Indonesia  mencuat dalam dialog interaktif ini. Ibu Susi memberikan penjelasan-penjelasan mengenai masalah yang dihadapi, bahkan dirinya berjanji akhir bulan ini akan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pengusaha mutiara dari Maluku saat melakukan kunjugan ke Morotai.
Diskusi mengenai mutiara dengan para blogger (dokpri)
Oiya, blogger yang hadir juga diajak berdiskusi mengenai mutiara loh. Saya sendiri selama ini sangat awam dengan mutiara, pengetahuan saya terhadap mutiara terbilang minim. Untung ada Ibu Nely Suhaini dari asosiasi pengusaha mutiara yang memberikan penjelasan mengenai mutiara. Ibu Nely bercerita kalau Mutiara yang bagus itu dapat dilihat dari 6 cara yakni, pertama dari bentuknya. Mutiara yang memiliki kualitas bagus bisa dilihat dari bentuknya yang bulat sempurna, tidak pecah.

Kedua, mutiara yang baik juga bisa dilihat dari kilau mutiara. Mutiara yang berkilau biasanya merupakan mutiara yang memiliki kualitas yang bagus. Ketiga, Mutiara yang baik bisa dilihat dari tingkat kemulusan permukaan yang bagus. Keempat, Mutiara yang memiliki kualitas bagus juga bisa dilihat dari warnyanya. Kelima, mutiara yang baik juga bisa dilihat dari ukuran mutiara. Terakhir, mutiara yang baik bisa dilihat dari harga jual mutiara tersebut.

 Ibu Nely mengungkapkan, mutiara yang baik paling tidak sudah berumur 4 tahun di alam bawah laut. Selain itu, saya juga baru mengetahui jika iklim dan keadaan alam bawah laut yang baik akan membuat mutiara memiliki kualitas yang bagus. Ini seperti menjadi tugas kita bersama untuk menjaga alam bawah laut kita agar biota-biota laut kita bisa tumbuh dan terjaga dengan baik. 
Mutiara yang baik berada di bawah laut selama 4 tahun (dokumen cahayawahyuwordpress.com)
Sebelum datang ke acara Indonesian Pearl Festival pada 9 November mendatang,  untuk Anda yang ingin membeli mutiara, berikut ini ada beberapa fakta menarik mengenai mutiara yang saya kutip dari berbagai sumber.
1. Mutiara adalah satu-satunya perhiasan yang terbuat dari material organik karena merupakan bagian dari pasir yang masuk kedalam cangkang tiram,
2. Umumnya mutiara diklarifikasi berdasarkan asal (air tawar dan air laut) dan bentuknya (alami dan budi daya)
3. Mutiara alami, yang dinamakan keshi, biasanya berukuran kecil dan tidak beraturan. Sedangkan mutiara budidaya berukuran besar dan berbentuk bulat.
4. Mutiara alami dijual berdsarkan karat, sedangkan mutiara budi daya dijual berdasarkan ukuran. Harga mutiara alami lebih mahal daripada mutiara budi daya karena lebih sulit didapat.
5. Untuk mutiara budi daya, bentuk sperichal (bundar) paling banyak diminati. Makin sempurna bundarnya, makin mahal harganya.
6. Setiap habis dipakai, sebaiknya segera bersihkan mutiara dengan cara merendamnya dalam larutan sabun lembut dan air hangat. Keringkan dengan kain dan simpan dalam box khusus.

13 komentar:

  1. kisaran harga mutiara berapa sih biasanya Bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo harga tergantung dari mutu dan kualitas biasaya mba..

      Hapus
  2. Acaranya kece bingits Bang, lihat mutiara Subhanallah . . . indah da reviewnya lengkap ni tentang mutiara yang berkualitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih bunda Intan :)

      Hapus
  3. Acaranya kece bingits Bang, lihat mutiara Subhanallah . . . indah da reviewnya lengkap ni tentang mutiara yang berkualitas.

    BalasHapus
  4. Waktu itu sempat nonton pembudidayaan kerang mutiara yg ternyata butuh proses yg lumayan sulit (harus bersih) dan makan waktu yg lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mba, mutiara itu baru dihasilkan setelah 4 tahun di dalam laut ternyata..

      Hapus
  5. Mantaaap jd tau ttg mutiara ini artikel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas Indra sudah mampir ke blog saya.

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. keren euyiiiiii ... ulasan yang oke banged

    BalasHapus
  8. Mutiara dari proses terjadinya yang semula pasir masuk ke cangkang saja luar biasa. Bangganya Indonesia punya mutiara yang bisa dijadikan komoditas bernilai mahal. Terima kasih info mutiaranya

    BalasHapus