Langsung ke konten utama

Jadilah Seperti Air yang Mengalir


‘Jadilah seperti air yang dengan mudah beradaptasi di segala situasi dan lingkungan’ kutipan dalam buku Think Fresh di halaman 43 karya Danny Oei Wirianto menarik perhatian saya. Danny Wirianto yang dikenal sebagai pendiri Semut Api Colony ini baru saja meluncurkan buku yang berisi ‘mantra-mantra’ sakti yang membawanya sukses seperti saat ini. Dalam buku setebal 177 halaman ini, Danny seperti ingin berbagi inspirasi hidupnya melalui ‘mantra-mantra’ sukses kepada para pembaca.
Bab Be Like Water yang menjadi favorit saya dibuku Think Fresh
Dalam bab Be Like Water, Kutipan diatas saya temukan. Kutipan ini seperti menjadi cerita perjalanan hidup saya yang mengalir seperti air. Kalau boleh kilas balik, saya memang menjalani hidup ini seperti air, membiarkan mengalir ke tempat-tempat yang saya tidak duga sebelumnya. Seperti saat saya baru selesai kuliah, tiba-tiba ada tawaran dari seorang teman untuk menjadi reporter di tempatnya bekerja. Padahal waktu itu saya belum diwisuda dan ijazah belum keluar, namun akhirnya saya terima tawaran tersebut. Dengan berbekal surat lulus sementara, akhirnya saya melamar di sebuah harian lokal di Depok, Jawa Barat. 
 
Ternyata, rejeki berpihak kepada saya. Saya diterima menjadi reporter di harian lokal tersebut. Menjadi reporter menjadi pengalaman pertama saya memasuki dunia kerja.Dengan penuh idealis sebagai seorang reporter, saya menjalani pekerjaan ini sepenuh hati. Setiap hari saya mencari berita mengelilingi wilayah Depok mulai dari Margonda hingga ke kawasan Cinere.  Saya membiarkan diri saya mengalir saja memasuki segala situasi dan peristiwa yang saya liput. Saya juga mulai beradaptasi  dengan berbagai lingkungan baru yang hadir di kehidupan saya. Mulai dari kelurahan hingga sekolah-sekolah menjadi tempat baru untuk saya datangi untuk mencari sumber berita. 
Saat menjalani pekerjaan sebagai orang kantoran
Sekitar satu tahun bekerja menjadi reporter, hidup saya pun seperti mengalir kembali ke lingkungan baru. Kali ini saya menerima tawaran menjadi content writer di sebuah perusahaan pembiayaan ternama di Indonesia. Lingkungan  baru menjadi karyawan kantoran tentu saja berbeda dengan dunia kerja seorang reporter. Sama seperti air, saya juga langsung beradaptasi dengan tempat saya bekerja. Mulai dari pakaian hingga jam kerja yang teratur menjadi hal baru buat saya. Namun adaptasi dengan lingkungan baru ini tidak lama, karena perlahan-lahan saya sudah terbiasa dengan rutinitas dengan label ‘orang kantoran’.

Pekerjaan dibalik meja dari 9 ke 5 menjadi keseharian saya di perusahaan ini. Mengerjakan rutinitas yang sama setiap hari dari belakang meja menjadi bagian yang harus saya jalankan. Namun saya pelan-pelan menikmati pekerjaan saya di sini apalagi lingkungan pertemanan dalam tim yang solid sangat menyenangakan. Bahkan, di sela-sela kesibukan bekerja, kami menyempatkan diri untuk hangout bareng ke tempat-tempat yang kami suka. Tidak hanya itu, kami juga ngeband bareng dan beberapa kali kami pentas di acara-acara kantor. 
Menjadi pekerja media saat menjalani tugas
Hampir tiga tahun saya berada disana, perjalanan saya pun mengalir kembali ke dunia media. Iya, tepat di awal tahun 2011 saya memutuskan untuk berkarir kembali di dunia media. Saat itu kebetulan ada tawaran untuk saya bekerja menjadi editor di salah satu media online. Layaknya air yang terus mengalir dan beradaptasi di setiap lingkungan, saya pun mulai beradaptasi lagi dengan pekerjaan di dunia media. Ritme kerja yang sedikit lebih santai dibanding pekerjaan saya sebelumnya pun kembali saya temui di sini. Tidak sulit buat saya beradaptasi dengan lingkungan baru ini karena sebelumnya saya pernah merasakan bekerja di dunia media.
Buku Think Fresh karya Danny Wirianto yang menginspirasi
Membaca bab Be Like Water yang ditulis Danny Wirianto dalam buku Think Fresh seperti berkaca dengan pengalaman yang saya alami. Saya mencoba menjalani kehidupan ini layaknya air yang mengikuti wadah dan beradaptasi dengan lingkungan dimana air itu berada. Membiarkan hidup mengalir seperti air bukannya tidak memiliki tujuan, hanya saja terkadang dengan mengikuti alur kehidupan kita bisa bersyukur karena muara-muara yang kita hampiri memberikan keberkahan tersendiri.      

Komentar

  1. Keren bang bule. Setiap tulisan anda menginspirasi saya dalam menulis konten di website tukarpengetahuan.dot.com milik saya. Keep posting bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih bung iwan he..he.. sehat2 terus ya wan..

      Hapus
  2. mantab le !!...sukses terus bro...

    BalasHapus
  3. amin.. iya suf.. sukses juga ya buuat lu..

    BalasHapus
  4. boleh juga tuh bukunya, beli ah

    budy | Travelling Addict
    blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  5. monggo mas, buku bisa dibeli di toko-toko buku terdekat..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala