Langsung ke konten utama

Tahun Indah Kembalinya Gua Ke Media (Catatan akhir tahun Jilid 1)




Apa !!! sebentar lagi udah tahun baru ?  Iya ternyata kita udah masuk ke akhir-akhir Desember pemirsa. Kaga penting banget ya kalimat pembukanya he..he.., kalimat itu biasa gua tulis buat web kesayangan www.langitberita.com  tempat gua berkarya  sehari-hari. (kalo yang rajin buka www.langitberita.com pasti tahu kalimat model kaya gini ini he..he.... Kalo kata temen gua si Abay and Jerry, kalimat depannya doang yang sensasional, padahal isi beritanya sih biasa aja malah kaga berisi juga he..he… iya itulah gaya penulisan yang gua pake di sini, kalo meminjam istilah dosen gua dikampus, Pak Gantyo, gaya nulis ini gua sebut jurnalistik stylelistik nyang artinya yang ini style gua dalem nulis berita he..he..).


Nah kenapa gua udah nyebut-nyebut media tempat gua bekerja di kalimat pembuka,  kali ini gua pengen bercerita tentang tahun 2011 yang menjadi tahun terindah gua kembali ke media. Iya, sejak awal tahun ini (dari akhir Desember sih sebenernya, pas abis bonusan dari kantor lama, gua baru mengundurkan diri he..he..).  Gua emang meninggalkan embel-embel orang kantoran dan beralih ke media, dunia yang dari awal lulus kuliah gua geluti (tapi bukan dunia lain ya he..he.., kalo itu sih semua orang juga ogah masuk apalagi sampe bergelut dengan setan-setan dan sejenisnya he..he..).


Kembali ke media emang keinginan gua. ibarat kata,  bekerja di media itu adalah suatu bentuk idealisme yang menjadi mimpi dan cita-cita gua dari kecil. (Dari SD sebenernya gua udah bercita-cita jadi wartawan, gara-gara Om gua  dulu bekerja di Gramedia Majalah dan gua pengen seperti dia he..he.., sekarang ternyata mimpi dari kecil itu udah jadi kenyataan he..he.., meskipun perusahaan yang kami bela berbeda he..he..). Mulailah gua dari Januari bekerja untuk sebuah majalah bernama Koper Magz dan disana gua menjabat sebagai redaktur. (selain diiming-imingi gaji yang lebih besar, gua juga ternyata udah dikasih jabatan sebagai redaktur he..he.., lumayan instan and sedikit beruntung juga sih he..he..).


Ternyata Koper Magz tidak bertahan lama, karena ownernya yang seenak jidatnya dia mengganti nama majalah itu dengan …. Ah engga usah ditulislah nama majalahnya, karena majalah itu menurut gua menjadi satu-satunya majalah yang mungkin tidak bermutu yang ada dinegeri ini (entah masih ada apa engga itu majalah). Iya, karena ownernya yang bersikap semaunya padahal dia engga begitu paham dengan dunia ini, akhirnya saya dan juga awak redaksinya memilih untuk mengundurkan diri dari majalah itu .


Iya, gua memang tidak bertahan lama disana, karena kondisi perusahaan yang memang sudah tidak kondusif akhirnya gua dan juga seluruh awak redaksi memilih untuk mengundurkan diri dari media yang belum sempat kita besarkan itu dan emang sepertinya tidak akan menjadi besar (terakhir gua denger kabar, media ini dipegang oleh orang-orang yang tidak professional, ah sudahlah engga perlu diceritakan, pokoknya kerja disini jadi pengalaman paling kacrut dah, meskipun gaji gede tapi itu bukan jaminan ternyata he..he..).


Tapi, di disana gua sempet berkenalan dengan teman-teman yang lebih dulu terjun ke media, ada Mba Rina, Pemred yang selalu manggil gua dengan sebutan bocah nakal, gara-gara gua selalu dateng siang ke kantor terus nyalain computer abis itu keluar lagi buat makan siang he..he.. ada juga Mas Nanda, Redpel, yang selalu ketemu gua malem hari, karena siang nya dia bekerja untuk perusahaan lain. Dan terakhir ada Bang Alvian fotografer senior yang udah gua anggap kaya abang gua sendiri. Bang Alvian selalu bareng sama gua kalo liputan dan dari sana gua banyak mendapatkan petuah-petuah bijak dari abang yang selalu penasaran dengan cerita kenakalan gua sama perempuan he..he.., apa kabar ya Abang  gua yang satu itu? nanti gua maen dah kerumah lu bang, udah lama kita engga cerita-cerita ya, tar kalo gua nikah, lu yang motoin ye bang he..he..).


Cabut dari sana, gua akhirnya berlabuh di satu perusahaan bernama Redbuzz, sebuah perusahaan (multi) media yang menggarap beberapa media online ternama di negeri ini he..he..(iya, tempat gua bekerja sekarang emang spesialis media online , awalnya kaget juga sih gua masuk sini, karena buat orang gaptek kaya gua, kerja di media online kedengerannya pasti udah pasti hebat teknologinya padahal mah tetep aja gua gaptek, yang ini singkatannya bukan gagap dan bau ketek  ya tapi gagap teknologi he..he..).
Nah ngapain aja gua di perusahaan ini, penasaran kan apa aja yang gua tulis di website tempat gua bernaung sehari-hari. Nah itu gua simpen aja dulu pokoknya sebelum tanggal 31 besok tulisannya pasti udah keluar (udah gua taekin, kalo kata istilah si Bagol he..he.., ).


Tapi kalo emang udah ngebet banget pengen baca lanjutannya, nanti malem juga udah gua upload lagi (pokoknya gua janji dah, kalo emang mau buru-buru bisa dicepetin kok  he..he.., ah udah kaya permak lepis aje le, bisa dicepetin he..he..), iya, soalnya kan gua engga enak juga kalo ada pembaca yang penasaran sampe kebayang-bayang kaya apa lanjutannya tulisan ini he..he.., emang lu kira Pelem le, pake ditungguin sambungannya he..he..Yowes,  sampe disini dulu ya anak-anak, ayo matikan komputernya, jangan buka situs yang porno-porno ya kaya temen gua si Dodi he..he..tapi kalo udah terlanjur  mendingan mandi terus jangan lupa keramas ya he..he.., ini ngapa jadi ngomongin keramas ya he…he..,udahan dulu ye, gua mau ngegowes Selly bentar, pagi-pagi liburan gini maen sepeda ke cibubur enak juga kelihatanya .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala