Langsung ke konten utama

Ah Kalian Memang Anak Yang Manis (Sebuah Kisah Saya diTengah Anak-Anak Pintar)


Hampir seminggu lalu gua pulang dari Semarang untuk meliput sebuah hajat besar (bukan buang hajat besar ya he..he.., kalo itu sih engga usah jauh-jauh  ke Semarang, di WC rumah gua juga sering ngelakuin sebuah buang hajat besar he..he..). Iya, hajat besar bernama Indonesia Digdaya yang  melibatkan 488 orang Beswan Djarum si Indonesia dan mereka berkumpul di kota Semarang. 



Beswan Djarum, itulah sebutan untuk mereka yang berkumpul di Semarang. mereka adalah kumpulan anak-anak pintar ber IPK diatas 2 pastinya dari beberapa kampus yang ada di Indonesia (gua sebut beberapa kampus karena tidak semua kampus  bekerjasama dengan perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini, kampus almamater gua misalnya he..he.., kalaupun kerjasama, gua juga engga bakal dapetin beasiswanya wong IPK gua pas-pasan cenderung kurang malah he..he..).

Mereka memang anak-anak manis yang pintar dan sudah pasti aktif dikampusnya (gua juga dulu mahasiswa aktip, aktif titip absen, cabut kuliah sama nongkrong di Tikma he..he.., ah gua memang bukan murid yang terpandai  he..he..).  Bayangkan, selama seminggu gua berinteraksi dengan mereka dan setiap gua menghampiri mereka maka yang gua dapet adalah senyuman-senyuman manis dengan sapaan “halo mas” (ah mereka memang manis dan membuat gua betah berada disana meskipun gua selalu menyanyikan theme song lagu beswan, semangatmu…oh lelahku.., iya mereka semangat, gua malah kelelahan kesana kemari meliput mereka he..he..).

Gua Cuma sedikit terheran-heran, mereka itu kaya punya energi lebih selama beraktivitas dari pagi sampe larut malam. (anak sekarang emang gizinya beda sama anak kaya gua dulu he..he.., mungkin mereka kebanyakan makan fried chicken kali ya, jadi energinya bisa kaya gitu, beda sama gua yang keseringan makan gorengan he..he..).

 Bayangin dari pagi udah latihan nari sampe tapi tetap aja pas udah malem masih semangat meneriakan yel-yel dengan semangat 45 tentunya he..he.. apalagi kalo liat anak-anak regional Surabaya, wah itu udah kaga ada matinya dah, udah jam 10 malem masih aja teriak-teriak yel-yel dengan tabuhan drum yang mereka bawa.(gua rasa kalo mereka disuruh nonton wayang semalam suntuk pasti masih pada melek sampai pagi kali ya he..he..).

Ngomong-ngomong yel-yel, Surabaya emang juaranya dah, saking penasarannya gua sama yel-yel anak-anak Surabaya, pas balik dari GOR Djarum, gua bareng si Bedug Masjid Chandra akhirnya memutuskan untuk nebeng di bis anak-anak Surabaya, begitu mereka tahu ada gua disitu, suasana bis langsung gaduh dengan teriakan-teriakan. “Ayo yel-yel nya mana neh” gua coba manas-manasin temen-temen di bis ini, dan beberapa saat kemudian, mereka menjawab tantangan gua dengan rangkaian yel-yel yang seperti engga ada matinya. (bayangin aja, perjalanan dari kudus  sampe semarang isinya yel-yel semua, sampe-sampe si Chandra juga di bikin yel-yel sama mereka, abis gua dibikin ketawa sama ulah mereka, apalagi si Wahyu, sang jendral kaya punya seribu ide buat bikin yel-yel asoy he..he..).

Selain yel-yel, yang bikin gua terhibur sama liputan paling melelahkan selama karier gua menjadi jurnalis adalah melihat mereka nari. Berbagai macam tarian mereka peragakan mulai dari tari monyet, papua sampe tari kecak mereka lakukan demi suksesnya acara Indonesia Bergidik eh Indonesia Digdaya  maksudnya he..he…. (Dengan jadwal  latihan yang padat, ternyata dalam waktu empat hari mereka udah menguasai semua gerakan tari yang menurut gua sangat sulit. Gerakan mereka lentur-lentur banget, kalo gua sih pasti kaga bisa nari kaya gitu, keberatan perut soalnya he..he..).

Nah itu baru sebagian cerita liputan gua tentang anak-anak manis (dan baik hati tentunya he..he..) Beswan Djarum, mau tahu kelanjutannya, sabar…, nanti bakalan lebih seru lagi ceritanya, dijamin bakalan beda sama tulisan gua di web itu dah he..he.. (kalo mau versi unsensor dari liputan gua disana, ya Cuma ada di blog ini doing, kalo di web itu mah udah gua sensor semua he..he..).

Udah ah gua mau roll depan dulu ye, tar kalo roll depan sambil nulis bisa berabe lagi he..he.., eh masih baca juga ya…, stop…stop … ya bacanya. Berhenti sampe sini aja. Satu…dua…tiga… roll depan dimulai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala