Minggu, 29 Oktober 2017

Ketika Film My Generation Memotret Kehidupan Kids Zaman Now




Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli Darah muda

Itulah sepenggal lirik lagu Bang Haji Rhoma Irama yang menggambarkan kehidupan remaja yang berapi-api dan maunya menang sendiri. Lagu berjudul ‘Darah Muda’  ini memang pas menggambarkan bagaimana kehidupan remaja dengan segala dinamikanya mulai dari dulu sampai kids zaman now alias saat ini.
Film My Generation yang bakal tayang 9 November 2017 (dokumen film My Generation)
Waktu saya remaja dulu juga mengalami masa yang berapi-api. Mulai dari emosi saat tawuran dengan sekolah lain sampai bolos sekolah dan kabur saat jam pelajaran hanya karena tidak suka dengan guru dan pelajarannya. Jaman pun berubah dan perlahan-lahan umur saya pun sudah tidak muda lagi berganti dengan anak-anak generasi milenial yang belakangan mendapatkan istilah baru yakni Kids Zaman Now.

Apa sih istimewanya Kids Zaman Now ini. Pastinya mereka sangat berbeda dengan jaman ketika saya remaja dulu.  Mereka hadir ditengah-tengah dunia digital yang gegap gempita dengan dukungan internet yang ada dimana-mana. Segala jenis informasi mereka dapat dengan mudah dari smartphone yang ada dalam genggaman mereka. 

Mulai dari nongkrong bareng temen-temen sampai sekedar selfie di tempat makan ternama semuanya mereka share di sosial media. Sosial media bisa dikatakan menjadi wadah untuk kids zaman now mengekspresikan diri dan menjadi ajang untuk menunjukan eksistensi mereka.


Nah, berlatar belakang kehidupan kids jaman now inilah, Upi, sutradara film-film yang melahirkan karya-karya rock and roll membuat sebuah film My Generation, yang mengangkat kisah kids zaman now dengan segala permasalahannya. Problematika kids zaman now yang komplek menjadi benang merah dari film yang diproduksi bersama IFI Sinema ini. Mulai dari permasalahan dengan orang tua yang mengekang kehidupan anak, sampai masalah di sekolah hingga pergaulan sehari-hari menjadi sajian yang bakalan kita lihat di film ini.


Adalah Bryan Langelo, Arya Vasco, Alexandra Kosasie, dan Lutesha yang menjadi 4 tokoh utama yang menghidupi film My Generation ini. Lika-liku kehidupan kids jaman now ini menjadi salah satu daya tarik film garapan Upi yang sukses membesut film-film seperti Realita, Cinta dan Rock and Roll dan My Stupid Bos ini.

Saya tidak akan berlama-lama mengupas bagaimana jalan cerita film ini sesungguhnya karena pasti tidak akan membuat Anda penasaran lagi. Pastinya kita akan melihat bagaimana Upi mengemas film ini menjadi sebuah film yang layak tonton terutama untuk remaja dan orang tua yang memiliki anak-anak muda di zaman milenial ini. Mulai tanggal 9 November 2017 film ini sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan yang ada di kota-kota di Indonesia. 
Gambaran kehidupan kids jaman now terekam dengan apik lewat film My Generation (Dokumen film My Generation)
Saya sebagai orang tua dari anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang pasti tidak akan melewatkan film ini. Karena film My Generation bisa menjadi masukan bagaimana saya sebagai orang tua melihat potret kehidupan kids zaman now yang dikemas oleh Upi dengan ciamik.

1 komentar:

  1. mengemas film remaja ala upi ini menarik juga ditonton ya. apalagi film belum muncul, penilaian negatif udah muncul duluan. salam ayahbloggerdotcom

    BalasHapus