Langsung ke konten utama

Ketika Film My Generation Memotret Kehidupan Kids Zaman Now




Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli Darah muda

Itulah sepenggal lirik lagu Bang Haji Rhoma Irama yang menggambarkan kehidupan remaja yang berapi-api dan maunya menang sendiri. Lagu berjudul ‘Darah Muda’  ini memang pas menggambarkan bagaimana kehidupan remaja dengan segala dinamikanya mulai dari dulu sampai kids zaman now alias saat ini.
Film My Generation yang bakal tayang 9 November 2017 (dokumen film My Generation)
Waktu saya remaja dulu juga mengalami masa yang berapi-api. Mulai dari emosi saat tawuran dengan sekolah lain sampai bolos sekolah dan kabur saat jam pelajaran hanya karena tidak suka dengan guru dan pelajarannya. Jaman pun berubah dan perlahan-lahan umur saya pun sudah tidak muda lagi berganti dengan anak-anak generasi milenial yang belakangan mendapatkan istilah baru yakni Kids Zaman Now.

Apa sih istimewanya Kids Zaman Now ini. Pastinya mereka sangat berbeda dengan jaman ketika saya remaja dulu.  Mereka hadir ditengah-tengah dunia digital yang gegap gempita dengan dukungan internet yang ada dimana-mana. Segala jenis informasi mereka dapat dengan mudah dari smartphone yang ada dalam genggaman mereka. 

Mulai dari nongkrong bareng temen-temen sampai sekedar selfie di tempat makan ternama semuanya mereka share di sosial media. Sosial media bisa dikatakan menjadi wadah untuk kids zaman now mengekspresikan diri dan menjadi ajang untuk menunjukan eksistensi mereka.


Nah, berlatar belakang kehidupan kids jaman now inilah, Upi, sutradara film-film yang melahirkan karya-karya rock and roll membuat sebuah film My Generation, yang mengangkat kisah kids zaman now dengan segala permasalahannya. Problematika kids zaman now yang komplek menjadi benang merah dari film yang diproduksi bersama IFI Sinema ini. Mulai dari permasalahan dengan orang tua yang mengekang kehidupan anak, sampai masalah di sekolah hingga pergaulan sehari-hari menjadi sajian yang bakalan kita lihat di film ini.


Adalah Bryan Langelo, Arya Vasco, Alexandra Kosasie, dan Lutesha yang menjadi 4 tokoh utama yang menghidupi film My Generation ini. Lika-liku kehidupan kids jaman now ini menjadi salah satu daya tarik film garapan Upi yang sukses membesut film-film seperti Realita, Cinta dan Rock and Roll dan My Stupid Bos ini.

Saya tidak akan berlama-lama mengupas bagaimana jalan cerita film ini sesungguhnya karena pasti tidak akan membuat Anda penasaran lagi. Pastinya kita akan melihat bagaimana Upi mengemas film ini menjadi sebuah film yang layak tonton terutama untuk remaja dan orang tua yang memiliki anak-anak muda di zaman milenial ini. Mulai tanggal 9 November 2017 film ini sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan yang ada di kota-kota di Indonesia. 
Gambaran kehidupan kids jaman now terekam dengan apik lewat film My Generation (Dokumen film My Generation)
Saya sebagai orang tua dari anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang pasti tidak akan melewatkan film ini. Karena film My Generation bisa menjadi masukan bagaimana saya sebagai orang tua melihat potret kehidupan kids zaman now yang dikemas oleh Upi dengan ciamik.

Komentar

  1. mengemas film remaja ala upi ini menarik juga ditonton ya. apalagi film belum muncul, penilaian negatif udah muncul duluan. salam ayahbloggerdotcom

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala