Langsung ke konten utama

Perjuangan Pendiri Aisyiyah dalam Film Nyai Ahmad Dahlan


Sosok pahlawan nasional perempuan yang satu ini adalah seorang pendiri gerakan perempuan bernama “Sopo Tresno” atau lebih dikenal dengan nama Aisyiyah. Melalui organisasi wanita Aisyiyah inilah sosok ini membantu perjuangan kemerdekaan dengan menggerakan kaum wanita membuat dapur umum serta sering bertukar pikiran dengan Presiden Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman tentang perjuangan. Dia adalah Nyai Ahmad Dahlan, istri dari KH Ahmad Dahlan yang menjadi istri, ibu, guru, serta pejuang kemerdekaan Indonesia.
Inilah para pemain, sutradara dan producer film Nyai Ahmad Dahlan
Kisah kehidupan yang heroik dan perjuangan Nyai Ahmad Dahlan inilah yang diangkat Iras Film menjadi sebuah film biopic ke tengah masyarakat. Tika Bravani dipilih menjadi aktris yang didaulat memerankan sosok yang juga dikenal dengan nama ibu Siti Walidah ini. Tika yang sebelumnya sukses memerankan sosok ibu Fatmawati dalam Film Soekarno kali ini harus memerankan sosok pahlawan yang berjuang mendukung suaminya KH Ahmad Dahlan (diperankan David Chalik) serta menjadi penggerak kaum wanita untuk berjuang lewat organisasi Aisyiyah yang kemudian dikenal sebagai organisasi kaum wanita Muhammadiyah. 
Tika Bravani yang memerankan Nyai Ahmad Dahlan

Kamis kemarin saya berkesempatan menghadiri konfrensi pers Film Nyai Ahmad Dahlan di kantor NRA Tour & Travel di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Saya beruntung banget bisa bertatap muka langsung dengan si cantik Tika Bravani, sutradara, serta producer film yang rencananya akan dirilis tanggal 24 Agustus 2017 mendatang.

Film yang di sutradarai Olla Ata Adonara ini mengambil syuting di kawasan Kauman, Yogyakarta. Kauman dipilih karena dari sinilah awal perjuangan Nyai Ahmad Dahlan. Ada satu yang menarik dari cerita Tika Bravani saat menjalani syuting di Kauman. Istri Dimas Aditya ini mengaku sempat menangis saat pertama kali shalat di masjid Kauman yang menjadi masjid pertama yang didirikan di Kauman. Tika mengaku membayangkan dan bisa merasakan betapa dulu perjuangan Nyi Ahmad Dahlan yang begitu berat dalam menjalani kehidupannya. 

Selain Tika Bravani sama David Chalik, film ini juga menghadirkan aktor-aktor senior seperti Cok Simbara dan Egi Fadli. Kehadiran 2 aktor senior ini tentu saja memberikan warna yang berbeda dari film Nyai Ahmad Dahlan ini. Apalagi nama Egi Fadli selama ini dikenal sebagai aktor watak yang mampu memerankan karakter-karakter tokoh antagonis yang begitu kuat. Di film ini Egi Fadli mengaku tidak memerankan tokoh tapi seperti semacam gerakan kuat yang membuat film ini menjadi layak untuk dinantikan.

Sementara untuk Olla Ata Adonara, film ini menjadi debutnya menjadi sutradara film. Menurut Olla banyak tantangan yang harus dilewati untuk bisa membuat film yang berlatar sejarah ini. Bahkan menurut Olla ada satu scene yang harus didelete yakni ketika Presiden Soekarno ingin menemui Nyai Ahmad Dahlan yang sedang sakit di kediamannya di Kauman. Olla sendiri enggan menjelaskan secara spesifik kenapa scene ini pada akhirnya dihapus dari film ini. 
Film Nyai Ahmad Dahlan akan mulai diputar di bioskop pada 24 Agustus 2017
Produser film Nyai Ahmad Dahlan, Dyah Kaistorini, menjelaskan, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk melakukan riset tentang film Nyai Ahmad Dahlan ini. Dalam melakukan Riset, Dyah mengaku banyak dibantu oleh keluarga Nyai Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dan juga Aisyiyah. “Satu hal yang membuat kami terharu adalah 90% pemain dalam film ini adalah keluarga besar Nyai Ahmad Dahlan, tokoh-tokoh Aisyiyah dan juga Muhammadiyah.” Ungkap Dyah dihadapan media dan blogger yang menghadiri konfrensi pers film ini.

Nah jadi penasaran kan seperti apa film Nyai Ahmad Dahlan ini. Saran saya sih buat kalian pecinta sejarah dan suka sama film-film biopic mendingan langsung aja datang ke bioskop mulai tanggal 24 Agustus besok buat nonton film yang syarat dengan nilai sejarah dan perjuangan ini. Kalo saya sih pasti nonton film ini, soalnya mau lihat si cantik Tika Bravani bermain dalam film Nyai Ahmad Dahlan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala