Senin, 06 Juni 2011

Penantian 16 Tahun itu pun Berakhir Bahagia…


Sabtu kemarin gua berada di Rumah Sakit bersalin terkenal di wilayah Jatinegara. Gua ke sana untuk nengokin temen kampus gua yang anak nya lagi dirawat disana. Saat tiba di rumah sakit yang letak pintu masuknya agak sulit dicari itu gua langsung aja menuju lantai 4 untuk ketemu temen gua yang sudah menunggu di situ. Tapi entah salah atau emang gua maen masuk aja, jadilah gua salah masuk gedung (karena gedung yang gua masukin ternyata gedung buat pemeriksaan ibu-ibu hamil, dan temen gua adanya di gedung sebelah yakni gedung rawat inap).

Begitu pintu lift terbuka dan gua menginjakan kaki di lantai 4 Rumah Sakit itu, gua langsung aja duduk di ruang tunggu yang ada persis di depan lift. Karena gua kesananya bareng temen gua, akhirnya temen gua telpon buat nanya ruang tempat anaknya dirawat gedung nya sebelah mana (waktu itu karena gua dan temen gua udah sampe dilantai 4 tapi temen gua yang anak nya sakit tidak kunjung muncul juga).

Pas gua lagi nunggu-nunggu itulah, dateng dua orang yang nampaknya udah memasuki usia senja (lebih tepatnya seorang kakek dan nenek yang sedang menggendong bayi mungil yang keliatan banget baru lahir). Gua perhatiin, bapak itu sedang memakaikan baju ke sang jabang bayi dengan penuh kasih sayang dan kesabaran sementara sang ibu Nampak memperhatikan raut wajah sang bayi dengan penuh kebahagiaan. Dalem hati gua berpikir, wah ini cucu pertama dari bapak sama ibu ini kali, tapi kok orang tuanya engga ada ya. Begitu hati gua bergumam sambil terus memperhatikan sang bayi yang baru terlahir kedunia itu.

Sambil terus memperhatikan sang bayi, tak lama dateng ibu-ibu yang ingin mengantarkan anaknya periksa kandungan dan duduk disebelah bapak ibu yang sedang memasang selimut untuk cucunya ini (disini gua masih mikir kalo bayi itu adalah cucu dari bapak ibu tadi). Lalu ibu yang baru dateng itu pun bertanya, “cucu pertamanya ya Pak...” , dan... keluarlah jawaban yang gua engga duga-duga sebelumnya.

“Bukan, ini anak kami dan kami enam belas tahun baru punya bayi ini” kata sang bapak singkat. Desssssss, kaget juga gua denger jawaban dari bapak itu. ternyata bayi yang dia pakaikan baju tadi adalah putrinya dan gua ngeliat lagi wajah sang bapak dan ibu penuh kesederhanaan ini ternyata menurut gua memang udah masuk usia senja. Ternyata mereka harus menunggu selama 16 tahun… untuk bisa memiliki anak yang mungkin udah mereka idam-idamkan sejak pertama kali mereka menikah.

Tidak lama si Bapak sedikit bercerita kalau bayi ini lahir prematur karena istrinya melahirkan saat kandungannya baru memasuki bulan ketujuh. Bayi perempuannya itu pun masih harus mengalami beberapa pemeriksaan lanjutan. “kami mau nunggu dokter untuk pemeriksaan, barusan udah ke dokter THT “ kata bapak itu menerangkan.

Lalu bapak dan ibu itu pun berlalu meninggalkan ruang tunggu untuk menuju ruang pemeriksaan dokter. Tak lama sang bapak menanyakan keberadaan sang dokter yang ditunggunya dan mba-mba perawatnya mengatakan sang dokter sedang ada operasi di lantai 3 dan sang bapak dengan senyum penuh kesahajaan pun berjalan menuju tangga untuk mencari dokter yang akan memeriksa putrinya.

Setelah bapak itu berlalu, gua masih engga percaya aja dengan hal yang baru aja gua alami. Ternyata ada juga pasangan yang sabar menanti kehadiran sang anak bahkan sampe 16 tahun lamanya. Gua melihat pasangan bapak ibu ini sambil berpikir 16 tahun bukanlah waktu yang sebentar dan mereka dengan penuh kesabaran masih bertahan dengan tetap bersama dan menjalani hari-hari dengan penuh kasih sayang (gua melihat bapak ibu ini memang hidup dalam kebersamaan yang penuh dengan kasih sayang dan menerima keberadaan masing-masing dengan apa adanya).

Kesabaran…, mungkin hal itu yang gua dapet dari pasangan bapak ibu ini. Kesabaran yang selama ini mungkin gua engga pernah bisa terapkan karena gua termasuk orang yang engga sabaran. Mungkin kalo gua dihadapkan dengan keadaan seperti itu, gua engga tahu apakah gua bisa sesabar seperti apa yang mereka lakukan. Penantian panjang dan menjalani tahun demi tahun dengan satu pengharapan agar mereka diberikan buah hati yang selalu mereka idam-idamkan sampai akhirnya di tahun ke-16 lahirlah seorang putri buah cinta mereka.

Gua Cuma bisa berdoa semoga anak perempuan yang baru lahir ini nantinya bisa membahagiakan hidup kedua orang tuanya. Karena pasti Bapak Ibu tadi begitu menyayangi dan merawat putri kebanggan mereka dengan sepenuh hati dan mungkin bayi ini menjadi putri satu-satunya mengingat usia sang ibu sudah lumayan tua untuk bisa mengandung kembali.

Lagu Iwan Fals yang judulnya Nak menemani gua membuat tulisan malam ini. Lirik sederhana yang menggambarkan kehidupan seorang anak (laki-laki)yang mungkin suatu hari harus berjuang sendiri dalam hidupnya, duduk sini Nak…, dekat pada Bapak… jangan kau ganggu ibumu… turunlah lekas dari pangkuannya…engkau lelaki kelak sendiri…

5 komentar:

  1. Keren... Jarang2 ada yang bisa bertahan segitu lamanya.

    BalasHapus
  2. sampe engga bisa ngomong gua ngeliat mereka berdua.

    BalasHapus
  3. Subhanallah...salut...bicara tentang kesetiaan dan kesabaran...
    btw mampir ke lapak saya,gan..tapi ga jual bokep ya *lapak dvd di glodok kali, hehe ...nih --> http://tidakbegitumesra.tumblr.com

    -ica

    BalasHapus
  4. iya neng nanti abis dari glodok saya mampir ke lapak eneng he..he..

    BalasHapus