Langsung ke konten utama

Penghargaan untuk Insan Dunia Literasi Indonesia dalam Malam Penganugrahan Nugra Jasadarma Pustaloka



“Bangsa yang besar menghargai jasa pustakawan” itulah pernyataan Najwa Shihab yang membuat seluruh orang di panggung Gemilang Perpustakaan Nasional 2017 memberikan sambutan meriah kepada sang Duta Baca Indonesia ini. Dalam pernyataannya, Najwa malam itu menyoroti mengenai nasib seorang pustakawan yang selama ini identik dengan hal yang kurang baik. 
Najwa Shihab duta baca Indonesia yang tampil dalam malam penganugrahan Nugra Jasadarma Pustaloka
Dalam pernyataannya itu, pembawa acara Mata Najwa ini mengajak para hadirin yang datang ke acara untuk mengubah pandangan terhadap kaum pustakawan. Najwa mengatakan, bayangkan ada seorang guru di Jakarta hanya karena dia memiliki kasus kemudian dia dimutasi ke bagian perpustakaan. “Perpustakaan dan pustakawan seolah-olah menjadi bagian untuk menyingkirkan seorang pejabat ke dalam keheningan dan pelan-pelan namanya tidak terdengar lagi. Padahal sejatinya seorang pustakawan memiliki peran yang sangat penting dalam dunia literasi Indonesia.” Ungkap presenter cantik ini.

Penampilan duta baca Indonesia, Najwa Shihab, menjadi salah satu rangkaian dari acara Malam Penganugrahan Nugra Jasadarma Pustaloka di Gemilang Perpustakaan Nasional 2017. Malam itu menjadi malam yang indah dan membanggakan bagi para penerima Nugrah Jasadarma Pustaloka. Saya dan teman-teman blogger yang menyaksikan acara ini langsung di Balai Sarbini Jakarta, melihat wajah-wajah kebahagiaan dari para penerima gelar kehormatan di dunia literasi ini.
Brigadir Hudson Siahaan dan Brigadir Al Muhalid yang mendapatkan penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka kategori masyarakat
Salah satu penerima piagam penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka yang saya temui seusai acara adalah Brigadir Hudson Siahaan yang sehari-hari bertugas di daerah perbatasan Indonesia Malaysia di Kalimantan Barat. Hudson bercerita kalau dia merasa bangga mendapatkan Nugra Jasadarma Pustaloka untuk kategori masyarakat. Dia merasa senang dengan apa yang sudah ia capai ini. “ Senang mas bakal saya pajang di rumah penghargaan ini” ungkap Hudson sambil melirik piagam penghargaan yang ada di tangannya. 

Sementara, Untuk penghargaan bergengsi Lifetime Achievement Nugra Jasadarma Pustaloka diberikan kepada pustakawan Dr. Prabowo Tjoptopranoto yang mengabdikan dirinya kepada dunia literasi dengan menjadi pustakawan.  
Dr.Prabowo Tjoptopranoto penerima lifetime achievment Nugra Jasadarma Pustaloka (dokumen Perpustakaan Events)
Kepala Perpustakaan Nasional, Syarief Bando,  dalam sambutannya menyoroti mengenai kurang meratanya pembangunan perpustakaan di daerah-daerah hal ini menyebabkan penyebaran buku menjadi tidak merata hingga ke desa-desa. “Desa-desa harus membangun infrastruktur perpustakaan untuk memperluas cakrawala masyarakat di desa” ungkap Syarief.

Buat yang belum tahu apa itu Nugra Jasadarma Pustaloka, simak penjelasannya disini ya. Nugra Jasadarma Pustaloka  adalah penghargaan tertinggi di bidang perpustakaan yang diberikan pemerintah kepada pihak-pihak yang telah memberikan sumbangsih dan dedikasinya dalam pengembangan dan budaya baca di Indonesia.
Piala Nugra Jasadarma Pustaloka
Sesuai dengan UU Perpustakaan nomor 43 tahun 2007, yang mengamanatkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil melakukan gerakan pemberdayaan gemar membaca.
Aksi grup band The Dance Company menghibur para undangan di malam penganugrahan Nugra Jasadarma Pustaloka

Malam penganugrahan Nugra Jasadarma Pustaloka juga semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu seperti Gita Gutawa, Project Pop, dan juga The Dance Company. Selain menghibur lewat lagu-lagu yang sudah dikenal masyarakat, Para bintang tamu ini juga ikut membacakan pengumuman para penerima anugrah di setiap kategori yang ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…