Senin, 05 Desember 2016

Mari Dukung Remaja 10 Tahun Berkembang Jadi Generasi Lebih Baik di Masa Depan



Tahukan Anda saat ini ada 32 juta remaja perempuan di seluruh dunia dalam usia sekolah dasar tidak duduk di bangku sekolah. Remaja perempuan berusia 10 tahun ini separuh dari 32 juta itu, berada di negara-negara asia dan pasifik termasuk Indonesia.  Fakta yang memprihatinkan memang, mengingat  remaja berusia 10 tahun ini harusnya dalam masa-masa untuk menyerap sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan  dari bangku sekolah. 
Ilustrasi seorang gadis remaja 10 tahun dengan permasalahan kehidupannya (dokumen : surabayapost.net)
Indonesia sendiri kalau kita lihat kenyataannya, di jalan-jalan masih banyak kita lihat remaja perempuan yang berjuang untuk mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka larut dalam kesibukan mengamen dan meminta-minta belas kasihan di perempatan jalan. Terkadang, saya sendiri miris melihat keadaan ini, satu sisi ingin membantu memberikan uang namun itu tidaklah mendidik mereka dan hanya membuat mereka malas. Sementara di sisi yang lain, nurani saya terkadang merasa kasihan melihat mereka berpeluh panas harus berada di jalanan demi sesuap nasi.

Memang tidak bisa dipungkiri berbagai macam latar belakang mulai dari kondisi sosial ekonomi hingga pergaulan sehari-hari membuat remaja perempuan 10 tahun di Indonesia ini terseret arus kerasnya kehidupan. Tanpa sadar mereka telah tumbuh menjadi remaja yang hidup dan besar di jalanan dan melupakan pendidikan dan masa depan mereka. 

Tidak hanya itu, di lain sisi saya juga melihat sendiri di sekitar rumah saya remaja perempuan yang masih berumur 10 tahun terkadang sudah disuruh orang tuanya untuk menikah. Bahkan beberapa temen SD saya dulu langsung disuruh menikah ketika baru lulus SD dan mereka tidak lagi melanjutkan sekolah karena sudah dinikahkan orang tuanya. Di umur yang masih relatif muda ini, mereka sudah memiliki kewajiban mengurus suami dan merawat anak.  Miris juga memang saya melihatnya, namun inilah kenyataan yang terjadi pada sebagian remaja perempuan di pinggiran kota seperti tempat saya tinggal.

Seharusnya, remaja perempuan usia 10 tahun seperti teman-teman saya mendapatkan dukungan dari orang tuanya untuk mengenyam pendidikan ke jenjang pendidikan yang tinggi dan mendukung perkembangan jasmani dan rohani sang anak hingga memasuki fase dewasa. Menurut saya, masa depan yang cerah akan menjadi persembahan terindah dari remaja perempuan usia 10 tahun ini untuk para orang tua ketika mereka sukses mengantarkan sang anak ke jenjang tertinggi dalam pendidikannya.  
Diskusi mengenai Pemberdayaan Remaja Perempuan Usia 10 tahun Menentukan Masa Depan Kita bersama BKKBN Pusat dan UNFPA di kantor BKKBN Pusat, Halim, Jakarta
Sementara bila kita melihat di pelosok belahan dunia yang lain, kehidupan para remaja perempuan berusia 10 tahun memiliki berbagai kemungkinan yang positif untuk masa depan mereka. Mulai dari memilih pendidikan yang mereka kehendaki yang bisa mempengaruhi kepada pekerjaan apa yang akan mereka pilih di masa depan nanti.
Bila seorang remaja perempuan dapat memperoleh apa yang menjadi haknya, menjaga kesehatannya, menyelesaikan pendidikannya, dan membuat keputusan untuk hidupnya, remaja perempuan tersebut dan semua orang disekelilingnya akan menang. Remaja perempuan tersebut akan lebih produktif dan hidup lebih baik, sehingga pada akhirnya akan membuat dunia ini lebih baik. 

Banyak bukti yang sudah menunjukan jika remaja perempuan yang sehat dan berpendidikan akan berkontribusi semasa hidup mereka bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kematian ibu dan bayi, keluarga yang lebih kecil dan berpendidikan dan penurunan angka infeksi HIV. 
Karena remaja perempuan berusia 10 tahun dapat menentukan masa depan bangsa
Dukungan keluarga, bangsa, dan negara dalam mewujudkan hak-hak seorang remaja perempuan berusia 10 tahun akan mampu bertahan dan membantu menciptakan masa depan yang kita inginkan. Karena tampilan dunia dalam 15 tahun mendatang akan sangat bergantung dengan upaya maksimal kita untuk mengembangkan potensi remaja perempuan berusia 10 tahun saat ini.

Lembaga dunia yang mengurusi populasi penduduk dunia, United Nation Population Fund (UNFPA) membuat 10 langka penting untuk remaja perempuan berusia 10 tahun. Langkah-langkah ini meliputi : 

Undang-Undang :
      1. Tetapkan kesetaraan hukum bagi remaja perempuan yang didukung oleh praktik hukum yang konsisten.
2.   Melarang semua praktik yang membahayakan remaja perempuan dan menetapkan usia 18 tahun sebagai usia minimum pernikahan

Layanan :
     3. Sediakan pendidikan yang aman dan berkualitas tinggi dan menjunjung tinggi kesetaraan gender dalam kurikulum, standar bahan ajar, dan seluruh kegiatan ekstra kurikuler.
     4. Untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang universal, kembangkan sistem pemeriksaan jiwa dan fisik untuk semua remaja perempuan berusia 10 tahun. 
     5. Berikan pendidikan kesehatan reproduksi komperhensif yang sesuai dengan usia ketika masa pubertas dimulai.

Kebijakan : 
6.  Buat fokus yang produktif dan sistematis dalam hal inklusi dengan memperhatikan semua faktor yang dapat menyebabkan remaja perempuan rentan tertinggal dalam pembangunan

Investasi :
      7. Telusuri  dan hilangkan kesenjangan investasi  untuk remaja perempuan 
                8. Mobilisasi dana baru untuk kesehatan jiwa, perlindungan, dan mengurangi pekerjaan tanpa bayaran yang membatasi pilihan untuk remaja perempuan.

Data :
     9. Gunakan revolusi data agenda 2030 untuk memantau lebih baik perkembangan remaja perempuan, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi.

Norms :
10.                  Libatkan remaja perempuan dan laki-laki serta semua orang di sekitar mereka untuk menantang dan mengubah norma-norma diskriminasi gender.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar