Langsung ke konten utama

Luar Biasa, Indonesia Sabet 12 Award Diajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016


Luar biasa.., mungkin kata ini yang bisa mewakili pencapaian prestasi Indonesia dalam ajang  World Halal Tourism Award (WHTA) 2016. Tidak main-main prestasi yang dicapai, negara kita tercinta berhasil menyabet 12 penghargaaan dari total 16 penghargaan yang diperebutkan.  Indonesia mampu mengalahkan negara-negara yang selama ini sudah identik dengan wisata halal seperti Malaysia dan Turki. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dengan penuh kebanggaan mempresentasikan pencapaian ini dalam jumpa pers akhir tahun 2016 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Penyerahan penghargaan dari Kementerian Pariwisata untuk 12 pemenang di ajang World Halal Tourism Award 2016
Saya bisa melihat ekspresi kegembiraan di raut wajah Arief saat mengabarkan berita gembira ini. Dengan penuh rasa bangga Pak Arif mengatakan ini untuk pertama kali kita mampu mengalahkan dua raksasa dalam pariwisata halal yakni Turki dan Malaysia. “Bangsa kita selama ini sebenarnya mampu sejajar dengan bangsa-bangsa lain dalam menggali potensi wisata halal tapi selama ini kurang percaya diri” Kata Arief Yahya saat memberikan sambutan di hadapan para undangan yang datang dari kalangan pejabat-pejabat di lingkungan pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat presentasi pencapaian pariwisata di tahun 2016
Arief bercerita, kalau tahun ini Jepang berada di peringkat ke-4 dengan satu award. Sementara Turki ada di peringkat 3 dengan satu award. Negara tetangga kita, Malaysia ada di peringkat kedua dengan dua award dan negara kita Indonesia Alhamdulillah sukses merebut 12 award dari total 16 award yang ada dalam World Halal Tourism Award (WHTA) 2016. “Kunci juara bagi kita adalah kita maju serempak semua elemen seperti akademisi, media, pemerintah, dan kalangan bisnis bergerak bersama maka hasilnya bisa seperti saat ini” ungkap Menteri asal Banyuwangi ini.   

Adapun Ke-12 penghargaan ini sebagai berikut :   
 World’s Best Airline for Halal Travellers, Garuda Indonesia. 
World’s Best Airport for Halal Travellers, Sultan Iskandar Muda International Airport, Aceh Indonesia. 
World’s Best Family Friendly Hotel, The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia. 

 World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel, Trans Luxury Hotel, Bandung Indonesia. 
World’s Best Halal Beach Resort, Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, NTB Indonesia. 
World’s Best Halal Tour Operator, Ero Tour, Sumatera Barat Indonesia.
World’s Best Halal Tourism Website, www.wonderfullomboksumbawa.com, Indonesia. 
World’s Best Halal Honeymoon Destination, Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 
World’s Best Hajj & Umrah Operator, ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia. 

World’s Best Halal Destination, West Sumatera, Indonesia. 
World’s Best Halal Culinary Destination, West Sumatera, Indonesia. 
World’s Best Halal Cultural Destination, Aceh Indonesia. 
Arief Yahya menyerahkan penghargaan kepada salah satu pemenang
Pada kesempatan ini, Arief Yahya bersama CEO Internasional Travel Week Abu Dhaby, Andy Buchanan, menyaksikan penyerahan kepada 12 pemenang yang salah satu penerimanya diwakili oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Satu per satu pemenang dipanggil ke atas panggung dan menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata.Para penerima penghargaan ini tersebar mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat.

Kemenangan ini menurut Arief Yahya menaikan level 3C kita yakni pertama, Credible yang artinya dengan kemenangan ini kita dapat menaikan kredibilitas dunia pariwisata kita. Kedua, Confidence, Kepercayaan diri kita akan meningkat dengan prestasi yang kita raih saat ini. Kelemahan bangsa Indonesia menurut Arif adalah kurang percaya diri karena selama ini jarang menang. Ketiga, Calibration, yakni mengkalibrasi prestasi kita pada track yang benar sesuai standar luar negeri.

Arief Yahya juga menggambarkan kalau secara makro, pencapaian Pariwisata di tahun 2016 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Ini bisa dilihat dari pencapaian penghasilan devisa yang pada tahun 2015 sebesar 144 triliun rupiah namun di tahun 2016 ini naik menjadi 172 triliun rupiah. Sementara untuk kontribusi terhadap PDB nasional, sektor pariwisata di tahun 2016 juga mengalami kenaikan yakni 11 % dari tahun 2015 yang hanya 10 %.
Arief Yahya saat sesi tanya jawab dengan insan media dan blogger
Promosi Wonderful Indonesia diakui Arief Yahya menjadi salah satu Pariwisata Indonesia dikenal oleh para wisatawan mancanegara. Media placement yang dilakukan Kementerian Pariwisata di beberapa negara menjadi salah satu promosi yang sukses dilakukan pada tahun 2016 ini. “Kita melakukan media placement di Paris saat momen piala Eropa yang mendapat perhatian banyak wisatawan yang berkunjung ke Paris saat pesta sepakbola orang Eropa berlangsung” ungkap Arief Yahya.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…