Sabtu, 09 Juli 2016

Waspadalah Keberadaan Vaksin Palsu Berharga Mahal


Vaksin palsu membuat geger masyarakat Indonesia satu bulan belakangan ini. Pemberitaan media mengenai beredarnya vaksin palsu cukup membuat para orang tua was-was. Apalagi disinyalir vaksin palsu ini sudah diedarkan sejak tahun 2003 silam. Kontan saja masalah ini menjadi buah bibir di kalangan orang tua yang kuatir anaknya menjadi salah satu yang terindikasi terkena dampak vaksin palsu ini.
Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT, BPOM RI,  Bapak Drs. Arustiyono, APT, MPH sedang memberikan penjelasan
Sebagai ayah yang baik, saya tentunya tidak mau anak kesayangan saya, Radit, menerima vaksin palsu masuk ke dalam tubuhnya. Untuk itu, saya mencoba mencari-cari informasi mengenai keberadaan vaksin palsu ini dan sejauh mana titik peredarannya. Beruntung, pada Jumat (1/7) kemarin, saya diundang untuk menghadiri acara bincang-bincang yang digelar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama dengan Blogger Crony dan Sahabat Ibu. Dalam acara ini dibahas mengenai keberadaan vaksin palsu dan dampaknya pada masyarakat. 
 
Sebagai orang awam, tentu saja acara yang berlangsung di Aula C BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, ini sangat bermanfaat buat saya. Karena informasi yang saya dapatkan dari acara ini sangat berguna untuk tahu apa saja jenis vaksin palsu dan dampaknya bila sudah terlanjur terkena vaksin palsu ini.  
Peredaran Vaksin Palsu Materi yang diberikan oleh Bapak Arus
Hadir sebagai pembicara salah satunya adalah Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT, BPOM RI,  Bapak Drs. Arustiyono, APT, MPH. Pak Arus, begitu sapaan akrabnya,  menjelaskan mengenai update terbaru keberadaan vaksin palsu yang sudah beredar luas di masyarakat Indonesia. Pak Arus juga bercerita jika vaksin-vaksin yang dipalsukan merupakan jenis vaksin tambahan atau pilihan dan bukan vaksin dasar. “ Vaksin dasar Insya Allah aman, yang dipalsukan itu adalah vaksin-vaksin opsional yang berharga mahal” ungkap Pak Arus dihadapan para blogger dan komunitas yang hadir dalam acara ini

Wah, dari sini saya berpikir ternyata harga mahal tidak menjamin vaksin itu asli. Malahan ada indikasi vaksin mahal itu palsu. Jadi, untuk orang tua yang akan memberikan vaksin untuk anaknya, harus berhati-hati dengan keberadaan vaksin yang memiliki harga mahal. Apalagi jika itu dijual di klinik-klinik maupun rumah sakit swasta. Bersikap waspada dan hati-hati dalam melakukan vaksin untuk anak Anda di sebuah klinik maupun rumah sakit swasta menjadi sikap yang bijaksana. Karena kalau sampai vaksin palsu masuk ke dalam tubuh anak resikonya sangat fatal bahkan bisa menyebabkan kematian.
Suasana diskusi peredaran vaksin palsu di Aula BPOM, Kawasan Percetakan Negara, Jakarta
Lebih lanjut Pak Arus menjelaskan, saat ini BPOM sudah melakukan penyegelan terhadap vaksin-vaksin palsu yang beredar dibeberapa klinik dan rumah sakit swasta. Penyegelan ini tentu saja untuk menghentikan peredaran vaksin palsu di tengah-tengah masyarakat. Pak Arus mengatakan, jika keberadaan vaksin palsu saat ini tersebar di 9 provinsi dan ada 37 titik klinik dan apotik yang diduga mengedarkan vaksin palsu. 

Dari angka statistik ini, saya agak kuatir juga keberadaan vaksin palsu ini menyebar hingga Makassar, karena saat ini Radit masih berada di Makassar. Tapi, dari informasi yang saya dapatkan, Makassar tidak termasuk kedalam kota ataupun provinsi yang terkena dampak vaksin palsu ini. Lega juga rasanya, apalagi Radit anak saya selama ini selalu di vaksin di puskesmas, jadi kemungkinan untuk terkena wabah vaksin palsu ini ini sangat kecil.  

Nah untuk para orang tua yang kuatir akan keberadaan vaksin palsu ini ada baiknya mengenali ciri-ciri vaksin palsu dan apa dampaknya jika vaksin palsu ini masuk kedalam tubuh. Pertama, untuk mengenali ciri vaksin yang asli apa palsu bisa dilihat dari kemasan serta warna dari kemasan vaksin tersebut. Selanjutnya, perhatikan juga mengenai kondisi tutup botol dari vaksin tersebut apakah ada bekas congkelan atau tidak. Tanggal kadaluarsa dari vaksin juga harus diperhatikan orang tua, lihat pada kemasan vaksin kapan tanggal kadaluarsa vaksin tersebut.  Sebagai tambahan informasi, dampak dari vaksin palsu yang masuk ke dalam tubuh biasanya akan terjadi demam dan badan bengkak-bengkak dan resiko paling fatal vaksin palsu ini dapat menyebabkan kematian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar