Sabtu, 16 Juli 2016

Mau Hidup Happy, Lakukan Kontrol Diri Terhadap Pola Makan Mulai dari Sekarang



Kasus obesitas yang menimpa bocah bernama Arya di Bekasi menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir ini. Bobot Arya yang mencapai 190 Kg menjadikannya bocah dengan berat badan terbesar di seluruh dunia. Konon nafsu makan Arya yang tidak terkontrol menjadikan bobot tubuhnya melonjak drastis hingga membahayakan bagi dirinya sendiri. Sejumlah penyakit rentan menyerang tubuh bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini akibat obesitas yang dideritannya. Kini, akibat kontrol diri terhadap makanan yang tidak bisa dikendalikan, kini Arya harus menjalani program penurunan berat badan dengan mengontrol asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya.
Psikolog Tara Adhisti De Thouars B.A. M Psi saat memberikan materi mengenai kontrol diri terhadap makanan
Saya pun termasuk orang yang agak kesulitan mengontrol diri terhadap makanan. Beberapa kali saya tergoda untuk membeli makanan yang begitu menggugah selera saat berada di mall maupun swalayan. Hal ini tentu saja berefek pada bobot tubuh saya yang naik akibat tidak bisa mengontrol diri terhadap makanan. Padahal menurut  Psikolog Tara Adhisti De Thouars B.A M Psi, pada acara Lighthouse Healty Talkshow, yang saya ikuti pada bulan Mei lalu, kontrol diri sangat penting karena dari kontrol diri ini kita bisa mendengarkan apa kata tubuh kita. 

Tara De Thouars yang juga penulis buku Dear Me! ini bercerita, jika kontrol diri memiliki fungsi untuk mampu mendiamkan pikiran saat ada godaan datang, termasuk saat godaan untuk makan datang menghampiri. Saya sendiri terkadang memang lebih mengikuti keinginan untuk menuruti godaan membeli makanan karena hanya sekedar lapar mata saja. Padahal sebenarnya kondisi saya tidak lapar alias masih kenyang. 

Lagi-lagi saya seperti diingatkan untuk melakukan kontrol diri terhadap makanan ketika psikolog Alumni Universitas Indonesia ini mengingatkan  sinyal untuk makan hanya berasal dari perut saja. Menurut Tara De Thouars, mendengarkan sinyal perut sudah menjadi salah satu bagian kontrol diri. “Untuk makan, coba dengarkan sinyal dari perut saja bukan dari pikiran yang biasanya menyuruh kita untuk makan apapun yang kita mau” ungkap Tara De Thouars yang berpraktik di klinik Lighthouse Indonesia ini.

Sebenarnya kenapa kontrol diri itu penting, Tara De Thouars yang memiliki darah Perancis dan Jawa ini berpendapat, dari kontrol diri ini kita bisa mendengarkan apa kata tubuh kita. “Orang dengan kontrol diri yang buruk maka akan sulit menahan godaan godaan makanan yang ada didepan matanya. Biasanya sih kebanyakan orang hanya laper mata saja” Ungkap Tara De Thouars di hadapan para wartawan dan blogger yang hadir dalam Lighthouse Healty Talkshow yang digelar di lantai 18 gedung SCTV Tower, Jakarta.

Tara De Thouars yang wajahnya kerap saya lihat di televisi ini bercerita jika perilaku makan yang tidak terkontrol atau dalam istilahnya disebut binge eating dapat menyebabkan obesitas. Banyak orang termasuk saya yang tidak menyadari jika ternyata gaya hidup termsuk perilaku makan berkaitan dengan sisi psikologis. Dari sini saya mulai menyadari ternyata perilaku makan saya yang kadang tidak terkontrol berkaitan juga dengan sisi psikologis. 

Tara De Thouars memberikan contoh untuk orang yang sedang diet harus melakukan kontrol diri pada pola makannya. Ketika seseorang yang diet biasanya ada tujuan atau gol yang ingin dicapai. Untuk itu harus diiringi dengan kontrol diri terhadap pola makan agar diet yang dijalaninya berhasil. Kontrol diri menjadi satu kesatuan ketika seseorang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dorongan, keinginan, dan termasuk mengendalikan emosi.
Mba Tara saat memberikan materi dihadapan Blogger dan wartawan di SCTV Tower, Jakarta
Sebenarnya apa sih yang mempengaruhi pola makan seseorang, Tara De Thouars menjelaskan ada 4 faktor yang mempengaruhi pola makan seseorang. Pertama, Culture atau budaya. Pola makan seseorang bisa dipengaruhi oleh budaya. Misalnya saja, ketika kita sedang bertamu ke rumah teman atau saudara terkadang kita tidak bisa menolak tawaran untuk makan di rumah sang teman atau saudara kita. Budaya seperti ini terkadang yang mempengaruhi pola makan kita menjadi bertambah.

Kedua, alam bawah sadar. Alam bawah sadar kita seringkali mempengaruhi pola makan kita. Misalnya saja, dijalan kita melihat makanan-makanan yang menggugah selera untuk dicoba. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar kita seperti menyuruh kita untuk mencoba makanan-makanan yang kita lihat tanpa berpikir makanan-makanan ini akan berpengaruh kepada tubuh kita.

Ketiga, Personality. Personality disini adalah pribadi yang ada dalam diri kita. Bagaimana kita harus bisa mengontrol diri kita sendiri untuk menjaga pola makan yang sehat. Bila diri kita sulit untuk melakukan kontrol diri terhadap makanan maka yang terjadi bobot dalam tubuh kita juga dengan sendirinya akan sulit kita kendalikan.

Keempat, Habit, atau kebiasaan.Kebiasaan seseorang untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat juga menjadi faktor yang mempengaruhi pola makan. Pola makan dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat tentu saja akan mempengaruhi kondisi tubuh kita.
 
Nah untuk seseorang yang memiliki kesulitan kontrol diri terhadap makanan, Di klinik Lighthouse Indonesia, menurut Tara De Thouars, akan diajarkan bagaimana cara untuk melakukan kontrol diri terhadap makanan. Pasien di Klinik LightHouseIndonesia bisa berkonsultasi dengan nyaman dan diajarkan bagaimana melakukan kontrol diri terhadap godaan makanan yang sering menggoda dalam kesehariannya. Karena menurut Tara De Thouars, dengan melakukan kontrol diri hidup kita akan lebih happy. “Kontrol diri itu bisa menaikan taraf hidup kita loh” kata Tara De Thouars memberikan semangat kepada para peserta talkshow tremasuk saya yang tertarik dengan materi kontrol diri ini.
Menu makanan sehat dari Klinik Lighthouse Indonesia
Oia, Klinik Lighthouse Indonesia  juga menyediakan makanan-makanan sehat untuk dikonsumsi oleh para pasien di klinik ini. Jadi, selain berlatih bagaimana caranya melakukan kontrol diri terhadap makanan, di klinik ini juga pasien dapat mengkonsumsi makanan sehat yang membantu pasien untuk menurunkan masalah berat badan. Saya sendiri sempat mencoba menu makanan sapo tahu yang disajikan oleh Klinik Lighthouse sebagai menu makan siang. Begitu saya mencoba menu makanan ini, ternyata selain rasanya yang enak, menu makanan ini juga sehat untuk dikonsumsi sehingga membantu penurunan berat badan.

Klinik Lighthouse Indonesia merupakan klinik ini sangat peduli dengan masalah berat badan yang seringkali dialami masyarakat Indonesia. Mengusung program penurunan berat badan, Lighthouse yang sudah berpengalaman selama 11 tahun ini ingin membantu lebih banyak masyarakat Indonesia yang ingin memiliki berat badan ideal sehingga terhindar dari berbagai penyakit. 

Terakhir, saya jadi teringat sebuah pepatah latin yang mengatakan Men Sana In Corpore Sano yang memiliki arti Di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat. Ketika kita bisa melakukan kontrol diri di dalam jiwa kita yang sehat maka tentu saja akan berpengaruh kepada tubuh kita yang juga menjadi sehat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar