Rabu, 06 Juli 2016

Ketika Pesan Pak Jonan Diaplikasikan Menjadi Wujud Nyata oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian



Nampaknya pesan Menteri perhubungan Ignasius Jonan, “Lebih Baik Terlambat Sampai daripada Tidak Sampai Sama Sekali” sangat dipegang oleh seluruh jajaran Kementerian Perhubungan tidak terkecuali Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Lewat Dirjen Perkeretaapian yang baru, Prasetyo Boeditjahjono, Direktorat Jenderal Perkeretaapian nampaknya sangat serius membenahi masalah-masalah perkeretaapian khususnya untuk mudik lebaran tahun ini.
Diskusi wartawan dan blogger dengan Dirjen Perkeretaapian Bapak Prasetyo Boeditjahjono
Kira-kira itulah gambaran diskusi antara Jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan para wartawan dan Blogger yang berlangsung di Hotel Milenium Jakarta Kamis (30/6) lalu. Dalam diskusi santai yang diiringi dengan acara Buka Bersama dan perkenalan dengan Dirjen Perkeretaapian yang baru, Prasetyo Boeditjahjono, dibahas mengenai permasalahan seputar perkeretaapian. Masalah-masalah yang dibahas mulai dari persiapan menghadapi arus mudik hingga perkembangan jalur Trans Sulawesi mengemuka di diskusi yang berjalan akrab dan santai ini.

Saya menjadi salah satu peserta yang diundang dan mengikuti diskusi santai namun menarik ini. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh rekan-rekan wartawan dan blogger seputar perkembangan terkini dari perkeretaapian. Misalnya saja, masalah titik longsor yang rawan terjadi di jalur kereta api menjelang mudik lebaran ini. Dirjen Perkeretaapian, Prasetyo Boeditjahjono, menjelaskan jika jalur-jalur rawan longsor sudah diantisipasi dan di minimalisir dengan baik. “Untuk jalur rawan longsor sudah kita minimalisir sehingga perjalanan kereta api bisa aman dan lancar” ungkap Prasetyo Boeditjahjono.
Sesi tanya jawab dengan wartawan dan blogger
Tidak hanya itu, untuk mewujudkan target Zero Accident pada tahun ini , Direktorat Perkeretaapian juga melakukan beberapa langkah yang signifikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalankan tes urine kepada seluruh masinis yang akan bertugas pada musim mudik lebaran tahun ini. Saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan tes urine ini. Karena  untuk menjamin keselamatan penumpang salah satunya harus memastikan sang masinis tidak sedang mengkonsumsi narkoba atau tidak dalam keadaan mabuk. Kereta api memang menjadi salah satu transportasi umum yang banyak dipilih pemudik untuk pulang kampung. Selain cepat, naik kereta api masih dinilai aman untuk berpergian jarak jauh termasuk untuk tujuan mudik salah satunya.

Dari diskusi ini saya juga tahu mengenai bagaimana perkembangan jalur Trans Sulawesi yang saat ini sedang direncanakan untuk dibangun.  Trans Sulawesi sendiri akan dibangun mulai dari Makassar hingga Kota Pare-Pare dengan jarak sepanjang 142 Km. Nantinya, dengan dibangunnya jalur Trans Sulawesi ini masyarakat di Makassar bisa menikmati sarana transportasi umum berupa kereta api untuk menuju wilayah Pare-Pare dan sekitarnya. Namun sayangnya pembangunan jalur Trans Sulawesi ini masih mengalami kendala salah satunya adalah masalah pembebasan lahan yang ada di sepanjang jalur Trans Sulawesi ini. 
Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono saat diwawancarai wartawan
Dirjen Perkeretaapian, Prasetyo Boeditjahjono, memang baru dilantik tanggal 16 Mei 2016 kemarin. Namun, dari diskusi dengan Pak Dirjen, saya optimis jika masalah perkeretaapian di Indonesia pelan-pelan dapat diatasi. Semoga  spirit dan semangat dari pesan Pak Menteri Ignasius Jonan jika  Lebih Baik Terlambat Sampai daripada Tidak Sampai Sama Sekali akan selalu dipegang teguh oleh jajaran Direktorat Perkeretaapian. Sehingga dari semangat ini, masyarakat pengguna transportasi umum khususnya kereta api akan merasa nyaman dan aman ketika naik kereta api.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar