Langsung ke konten utama

Royal Enfield Resmikan Gerai Pertama di Indonesia



Anda penggemar brand motor tertua Royal Enfield ? Sekarang Anda tidak perlu lagi kesulitan mendapatkan motor Royal Enfield beserta apparel dan aksesori lainnya karena saat ini di Jakarta sudah dibuka gerai khusus yang menjual motor-motor ikonik asal Inggris ini yang berlokasi di Jalan Pejaten Barat No.5 , Jakarta Selatan. Dalam membuka Gerai Ekslusif ini Royal Enfield menggandeng PT Distributor  Motor Indonesia dengan harapan agar penggemar motor ini dapat dengan mudah mendapatkan apa saja yang berhubungan dengan Royal Enfield ini.
Peresmian Gerai Ekslusif Royal Enfiled di Kawasan Pejaten Barat Jakarta Selatan
Dalam pembukaan Gerai Ekslusif Kamis kemarin, Royal Enfield mengundang sejumalah wartawan, blogger, dan juga para komunitas-komunitas pecinta motor. Dalam kesempatan ini Royal Enfield seperti ingin memperkenalkan dan mendekatkan brand motor tertua ini kepada semua yang datang ke gerai ini. Tamu-tamu yng datang diberi kesempatan untuk melihat-lihat isi gerai yang terdiri dari motor-motor Royal Enfield seri terbaru, apparel seperti tshirt, sepatu, jaket, dan helm. Selain itu, ada juga aksesoris-aksesoris motor yang pertama kali di produksi pada tahun 1901 ini.
Tidak hanya motor Royal Enfield yang dijual di gerai ini namun juga appareal dan aksesori motor
Para awak media, blogger dan komunitas motor terlihat menyambut antusias hadirnya gerai Ekslusif Royal Enfield ini. Mereka silih berganti melihat motor-motor Royal Enfield yang akan dijual di Indonesia dan juga aksesorisnya yang tidak kalah keren dengan motornya. Gerai yang didesain dengan nyaman untuk para pengunjung ini juga terdapat meja-meja serta bangku untuk para pengunjung yang ingin santai sambil melihat-lihat motor-motor keluaran Royal Enfield.

Gambar perkembangan Motor Royal Enfield dari tahun ke tahun yang ada di salah satu sudut gerai
Mulai dari jaket, helm hingga sepatu semuanya tersedia di gerai Royal Enfield
Salah satu pengunjung yang datang ke gerai ekslusif ini adalah Vincent Rompies yang merupakan pemilik salah satu seri Royal Enfield yakni Royal Enfield Classic. Vincent berkomentar kalau dia menyambut baik kehadiran gerai ini karena tidak perlu susah-susah lagi kalau mencari barang-barang yang berhubungan dengan motor yang ditungganginya. “Biasanya kalau mau beli barang-barang Royal Enfield mesti ke e-bay dulu, tapi sekarang sih udah gampang karena tinggal ke sini aja buat dapetin barang Royal Enfield. 
Vincent Rompies salah satu selebritis tanah air yang mengendarai motor Royal Enfield


Vincent juga membanggakan Royal Enfield Classic miliknya yang beberapa kali di jalanan selalu di sapa pengguna motor lainnya. Royal Enfield miliknya ini digunakan untuk bekerja dan membelah jalan-jalan di ibukota. “Selain keren, Royal Enfiled saya juga sering ditanya keluaran tahun berapa padahal saya beli Royal Enfield ini sejak tiga tahun lalu.” Ungkap presenter Tonight Show ini.

Pada kesempatan ini, Royal Enfiled juga memperkenalkan Seri Royal Enfield Rumbler 500, The Definitive Highway Cruiser yang dirancang khusus untuk menghadirkan kenyamanan, gaya, dan juga kesenangan saat berada di atas motor. Buat yang ingin touring dan santai mengendarai motor, Rumbler 500 ini sangat pas dijadikan pilihan. Harga yang ditawarkan dari Royal Enfield Rumbler 500 ini Rp. 82.000.000 sangat seimbang  untuk motor sekelas Royal Enfield ini.
Royal Enfield Rumbler 500 yang diluncurkan bersamaan dibukannya Gerai Ekslusif Royal Enfield

President Royal Enfield, Mr. Rudratej Singh, yang hadir dalam peluncuran gerai Royal Enfield mengatakan jika Royal Enfield saat ini sudah menjadi salah satu brand otomotif dunia yang menghasilkan profit terbesar. Mr Rudratej memiliki keyakinan jika Royal Enfield  di masa mendatang akan memenuhi pasar internasional dan salah satunya di Indonesia. “ Gerai Ekslusif di Indonesia ini memungkinkan para penggemar Royal Enfield di Indonesia untuk mengupgrade motor-motornya” ungkap pria asal India ini.
Royal Enfield enjadi brand motor tertua di dunia
Selain Royal Enfield Rumbler 500, Penggemar Royal Enfield juga dapat memilih seri-seri Royal Enfield lainnya seperti Seri tertua Royal Enfield Bullet yang diproduksi tahun 1932 seharga Rp. 68.000.000 untuk tipe 500CC dan Rp. 54.000.000 untuk 350CC. Ada juga seri Bullet Electra 350CC yang dilepas dengan harga Rp. 59.000.000. Ada juga Royal Enfield’s Retro Street Model yang terkenal  di masa pasca perang yang sampai kini desainnya tidak lekang oleh jaman. Seri Classic 500 juga tersedia di gerai ini dengan harga Rp. 75.000.000 untuk 350cc dijual dengan harga Rp.61.000.000. Seri Classic Bettle Green & Desert Storm yang dijual dengan harga Rp. 76.000.000. Classic Chrome dijual dengan harga Rp. 81.000.000, Royal Enfield Continental GT 535CC CafĂ© Racer yang dijual dengan harga Rp. 144.000.000  
     

Komentar

  1. ulsan dan foto2nya menarik,
    harga motornya pas di kantong ga ya hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala