Langsung ke konten utama

Ketika nama Kim Jong Un di panggil-panggil dalam Lomba Burung Berkicau


Ayo Jong Un.. Ayo Jong Un.. Ayo Jong Un… Teriakan itu bukan sedang memanggil nama Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, yang terkenal itu loh ya, tapi itu teriakan salah seorang peserta pemilik burung Murai Batu yang menarik perhatian saya. Sang pemilik burung yang kebetulan memberi nama burungnya sama dengan nama Presiden Korut itu berharap agar burungnya mau berkicau dan menarik perhatian juri untuk memberi nilai lebih ke burung murai batu miliknya.   
Lomba Burung Berkicau memperebutkan Piala Kapolda Metro Jaya di Lapangan Angkasa Pura, Bandara Soekarno Hatta.

Iya,  Itulah pemandangan menarik yang saya alami ketika kemarin menghadiri acara lomba burung berkicau Piala Kapolda Metro jaya Cup 2018. Minggu (15/4) pagi kemarin memang menjadi acara akbar bagi para pecinta burung. Sekitar 1500 orang peserta ikut ambil bagian di acara yang di gelar di Lapangan Angkasa Pura, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Lomba burung berkicau ini memperlombakan beberapa kategori dan jenis burung seperti Cucak Hijau, Kucer, Konin, hingga Murai.

Peserta dengan burung kesayangannya
Di arena lomba burung berkicau, para pecinta burung silih berganti berteriak-teriak agar burung kesayangan mereka berkicau. Saya yang menyaksikan langsung lomba ini juga tidak mau kalah dan sesekali berteriak agar burung-burung peserta terus berkicau. “Nomor 5 juri.. Nomor 5 juri itu dilihat”begitulah teriakan saya menirukan para pemilik burung yang sesekali berteriak nomor burung mereka.
Penonton dan pemilik burung yang antusias menyemangati burung-burung mereka dari pinggir lapangan
Terus terang, seumur-umur, ini merupakan pengalaman pertama saya menyaksikan lomba burung berkicau. Satu yang menarik dari lomba ini justru melihat antusias para pecinta burung berteriak-teriak menyemangati burung mereka. Ya, mirip-mirip sama supporter bola yang juga suka teriak-teriak menyemangati tim kesayangan mereka.
Deklarasi Anti Hoax yang dipimpin Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono
Tidak hanya lomba burung berkicau aja yang digelar, dalam acara yang memperebutkan hadiah uang ratusan juta rupiah tersebut juga digelar Deklarasi Anti Hoax. Hadir dalam Deklarasi Anti Hoax ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi, Argo Yuwono, yang memimpin jalannya deklarasi. 

Dalam deklarasi ini, seluruh peserta lomba burung berkicau membacakan ikrar Anti Hoax Bersama-sama dengan bapak Argo yang wajahnya sudah biasa kita lihat dalam berita-berita kriminal di televisi ini.

Adapun isi Deklarasi Anti Hoax ini adalah :  
Kami Masyarakat dan Komunitas Burung Bandara Soekarno Hatta Menolak Hoax,
Mendukung Polri memberantas ujaran kebencian
Kami Indonesia Bhineka Tungga Ika
NKRI Harga Mati.
Burung Konin salah satu burung yang masuk dalam kategori lomba 
 Setelah Deklarasi Anti Hoax, Bapak Argo pun sempat melihat-lihat burung-burung yang akan ikut berlomba. Ia mengatakan kalau dia juga pecinta burung. Bahkan, di rumahnya ada beberapa burung Murai yang menjadi peliharaannya. “Saya tahu bagaimana suka dukanya memelihara burung. Mulai dari memberi makan, hingga pemberian vitamin untuk burung. Mengurus burung sama seperti mengurus manusia”selorohnya sambal tertawa.
Pecinta burung juga bisa mendonorkan darahnya dalam acara ini
Oiya, selain lomba burung berkicau, di acara yang turut didukung oleh Trubus.id ini para peserta juga bisa donor darah loh. Selain itu, peserta juga bisa memeriksakan kondisi kesehatan burungnya di Balai Karantina Bandara yang ikut membuka stand di acara yang digagas Polres Bandara Soekano Hatta ini.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…