Langsung ke konten utama

Perjalanan Hidup Pengusaha Busana Keke dalam Dokumenter Dua Kodi Kartika


Terkadang perjalanan hidup seseorang dalam merintis kegiatan usahanya membuat sebagian besar dari kita penasaran. Keingintahuan kita tentang bagaimana seorang pengusaha sukses merintis usaha dari nol ini bisa saja menjadi inspirasi untuk mengikuti jejaknya. Sebuah film dokumenter apik  berjudul Dua Kodi Kartika, mencoba merekam perjalanan hidup seorang Ika Kartika, pengusaha dibalik suksesnya busana muslim dengan label Keke.
Dua Kodi Kartika, sebuah dokumenter perjalanan hidup Ika Kartika pengusaha busana dengan label Keke
Dalam film dokumenter berdurasi sekitar satu jam lebih ini digambarkan bagaimana Ika Kartika mulai membangun usaha membuat baju saat krisis moneter terjadi di tahun 1998 silam. Kisah mengharukan saat Ika dan suami dengan berboncengan motor harus bolak balik Kampung Bojong Gede - Tanah Abang  dengan membawa beberapa karung bahan pakaian diceritakan dalam film ini. Kawasan Bojong Gede menjadi setting salah satu scene yang bercerita bagaimana sang pengusaha yang biasa disapa Bunda ini mengawali karirnya. Sementara dipihnya judul Dua Kodi Kartika, karena awal memulai bisnisnya, Ika Kartika hanya mampu memproduksi busana sebanyak dua kodi saja
Dua Kodi Kartika saat peluncuran di Epicentrum Jakarta

Perjalanan film terus berlanjut ketika sang Bunda perlahan-lahan mulai menapaki kesuksesan dengan membuat label Keke untuk busananya. Keke sendiri berasal dari kata dalam bahasa Sunda Keuhkeuh yang berarti berpendirian teguh. Mulai dari Bunda mengurus sendiri label usahanya hingga pelan-pelan bertransformasi dan label kemudian dipegang oleh seorang CEO bernama Rendy Saputra semuanya diceritakan dalam film ini. 

Footage-footage perjalanan sang Bunda terekam secara detail di film dokumenter ini.  Mulai dari kesibukannya mengurus keluarga hingga memantau kegiatan bisnisnya dari CCTV yang terpasang didalam rumahnya semua tergambar jelas dalam dokumenter Dua Kodi Kartika.
Rendy Saputra, CEO Keke Busana memberikan sambutan
Tidak hanya perjalanan bisnis sang Bunda yang digambarkan. Kehidupan keluarga Bunda juga tergambar dalam film ini. Mulai dari dua anak Bunda yang belajar di Australia hingga pekerjaan sang suami yang merupakan seorang geolog juga digambarkan dalam dokumenter ini. Mengenai dua anaknya yang belajar di Australia ini, Bunda bercerita kalau itu memang menjadi cita-citanya karena dahulu ayah Ika Kartika tidak mengijinkan anaknya kuliah di luar negeri. 

Cerita dengan para karyawan Keke juga menjadi bagian lain dari film dokumenter ini. Tidak hanya kisah harmonis dengan para karyawannya yang diceritakan di film ini, kisah mengundurkan diri seorang karyawan  yang dekat dengan Bunda juga menjadi sisi lain yang tergambar di sini. Karyawan yang bernama Bu Rus merupakan karyawan yang bisa dikatakan mengenal luar dalam kehidupan sang Bunda. Bu Rus inilah yang dahulu ikut membantu Bunda saat awal-awal merintis usaha busana dengan brand Keke ini. Namun, belakangan sang karyawan mengundurkan diri dan lebih memilih untuk membuka usaha jahit sendiri. 

Rasa kangen Bu Rus untuk bertemu dengan Bunda menjadi salah satu cerita menarik dalam dokumenter ini. Pasalnya semenjak berhasil mengembangan usahanya, Bunda memilih tinggal di daerah Bogor sementara Bu Rus tetap tinggal di Kawasan Bojong Gede.
Sesi Konfrensi Pers seusai film
Pertemuan keduanya di rumah tempat usaha pembuatan Baju Keke menjadi cerita penutup dari film dokumenter ini. Film dokumenter Dua Kodi Kartika ini diluncurkan di Epicentrum Mall, Kawasan Kuningan, Jakarta pada Kamis (1/9) kemarin. Ikut hadir dalam peluncuran ini Bunda Ika Kartika beserta suami dan ketiga anaknya dan CEO Keke Busana, Rendy Saputra. 
Dua Kodi Kartika sebuah dokumenter perjalanan sukses Ika Kartika
Dalam sambutannya, Rendy Saputra mengungkapkan jika film ini nantinya tidak akan diputar di bioskop. Namun, dokumenter ini akan diputar bedasarkan permintaan dari para penonton yang ingin menyaksikan perjalanan hidup Ika Kartika dalam membangun label busana Keke yang kini sukses di pasaran.

Komentar

  1. Menarik dan Informatif

    Dari tulisan ini, saya jadi tahu ada label Keke untuk busana muslim. Sukses Bunda...!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah mampir ke blog saya :)


      salam

      Hapus
  2. Aku pakai baju2 keke mba, bagus2 banget modelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir ke blog saya :)

      salam

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…