Rabu, 27 April 2016

Wujud Kepedulian Bencana, PMI Luncurkan Hasil Pemetaan Kerentanan Iklim DAS Ciliwung



Palang Merah Indonesia (PMI) selama ini identik dengan kegiatan donor darah.  Mungkin itulah yang ada di benak saya bila mendengar nama lembaga yang di kepalai oleh Jusuf Kalla ini. Namun, Saya dan mungkin banyak orang yang belum  mengetahui jika lembaga kemanusiaan ini juga memiliki banyak kegiatan kemanusiaan bahkan hingga mengadakan penelitian. Seperti pada Jumat (22/4) kemarin, saya menghadiri kegiatan PMI dalam rangka peluncuran infografis dan video grafis hasil penelitian pemetaan kerentanan iklim daerah aliran sungai Ciliwung pada tahun 2013 hingga 2014.
 
Peluncuran infografis dan video grafis hasil penelitian pemetaan kerentanan iklim daerah aliran sungai Ciliwung
Dalam melakukan penelitian ini, PMI tidak sendiri melainkan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung serta mendapat dukungan dari Palang Merah Amerika. Riset di sini meliputi kerentanan, kebencanaan, kerentanan iklim, dan  kapasitas adaptif yang terjadi di Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Harian Palang Merah Indonesia, Ginanjar Kartasasmita, mengungkapkan, PMI tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi masalah bencana yang terjadi di Indonesia, untuk itu PMI menggandeng pihak-pihak terkait yang dapat membantu mengatasi masalah bencana di Indonesia.  Sementara,  Kepala perwakilan Palang Merah Amerika di Indonesia,  Tom Alcedo, dalam sambutannya, lebih menyoroti mengenai pentingnya koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan.   
Ginanjar Kartasasmita memberikan sambutan


Tidak hanya meluncurkan infografis dan videografis, dalam acara itu PMI juga mengadakan diskusi yang menghadirkan Dr. Armi Susandi dari ITB, Pengamat tata Kota, Yayat Supriatna, dan Kadiv Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Arifin Muhamad Hadi. Dalam diskusi, pengamat tata ruang perkotaan, Yayat Supriatna, mengungkapkan agar kota-kota di sekitar Jakarta untuk memperbaiki tata ruang agar tidak mengalami bencana. “Banjir di Pondok Gede Permai, Bekasi, kemarin menjadi bukti ada yang salah pada tata ruang di daerah aliran sungai Cikeas” ungkap Yayat yang menyorroti musibah banjir yang baru saja terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Cikeas tersebut.
 
Sesi diskusi dengan pengamat tata kota, ITB dan PMI
Sementara Arifin lebih menyoroti program-program yang sudahdilakukan PMI selama ini. Pelatihan-pelatihan yang dilakukan untuk masyrakat dalam rangka penanggulangan banjir serta membuat lubang-lubang biopori di wilayah Bogor. “PMI memiliki concern untuk membantu masyarakat agar memiliki inisiatif untuk mengatasi bencana di wilayahnya” ungkap Arifin. 
 
Foto bersama setelah peresmian hasil pemetaan kerentanan iklim DAS Ciliwung
Tidak hanya sekedar melakukan peluncuran infografis dan videografis, PMI juga mengadakan kegiatan susur sungai DAS Ciliwung di dua wilayah pada keesokan harinya. Untuk wilayah Bogor, Jalur yang diambil mulai dari Desa Sukahati. Karadenan, Pondok Rajek, Kedung Waringin. Sementara untuk wilayah Jakarta Utara, jalur yang diambil mulai dari Kelurahan Ancol, Penjaringan, dan Pademangan.  Acara ini selain diikuti oleh relawan PMI, juga ada blogger, dan masyarakat sekitar yang ikut terlibat.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar