Kamis, 02 Desember 2010

sedikit cerita sebelum resign






























Gua mengundurkan diri. Mundur dari kantor yang selama dua tahun tujuh bulan ini udah gua singgahi untuk bekerja menjadi bagian dari sebuah Departement Bernama Training and Learning di satu perusahaan pembiayaan yang konon kabarnya terbesar dan terbaik di Indonesia ini.

Tidak ada alasan spesifik mengapa akhirnya gua memutuskan mundur dari tempat gua bekerja, alasan nya lebih klise karena mendapat tawaran yang lebih baik dari salah satu media baru untuk mengisi posisi sebagai Editor. Tawaran ini juga sekaligus memberikan gua tiket yang mengantarkan gua untuk bergelut kembali dengan dunia media setelah selama ini mendapat predikat sebagai 'orang kantoran'.

Banyak cerita yang gua rasakan saat bergabung dengan perusahaan ini, mulai dari gua harus mengkompromikan idealis gua untuk menjadi jurnalis dan harus bersikap realistis ketika pada 12 Mei 2008 diminta untuk mengisi posisi Content Writer. Semenjak hari itu jadilah gua berkantor di sebuah Ruko di kawasan Sunter karena gedung perusahaan induk kami yang lagi-lagi kabarnya terbesar dan tersukses di Indonesia tidak cukup untuk menampung seluruh karyawan dari berbagai Departement yang ada.

Dari Ruko blok F nomer 22 itulah hari-demi hari gua isi dengan kerja menulis storyboard untuk kebutuhan i-learning perusahaan. Gua disana menulis materi yang sebelumnya emang gua engga pernah mengerti, mulai dari materi seputar HRD, GA sampai materi seputar hitung-hitungan milik Finance, pajak dan accounting. Setiap Departement di kantor tempat gua bekerja punya materi modul i-learning sendiri-sendiri. Oiya i-learning merupakan sebuah sistem pembelajaran melalui internet yang diperuntukan untuk karyawan yang dapat diakses oleh kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia.

Selain bekerja, hari-hari disini juga diisi dengan tawa canda dari kelucuan-kelucuan yang dihadirkan temen-temen kantor gua. Setiap hari ada saja ulah yang dibuat mereka, mulai dari memasukan tutup galon ke kepala salah satu dari kami biasanya yang sering kena si Irul sama Sopa (dulu sebelum orang nya resign) atau kami saling ceng-cengan disela-sela deadline yang seperti mengejar-ngejar kami setiap minggunya.

Dulu waktu di Ruko 2 (nama ruko yang kami tempatin), setiap ada peristiwa mati lampu kita pasti akan mensyukuri kedatangannya, bukan nya memaki-maki perusahaan listrik milik negara tersebut, tapi malah kita tunggu kapan mati lampu tiba. Dulu gua inget sekitar bulan November 2009, setiap hari Rabu jam satu siang pasti listrik di semua Ruko sekitar tempat kerja gua padam. Dan kita hanya tersentak alias kaget sebentar, abis itu yang terjadi adalah kita ada yang maen kartu, abc lima dasar atau malah asyik ngobrol sama anak-anak training di lantai 2. semua itu berlangsung hingga pukul lima bahkan sampe kita semua pulang listrik belum juga nyala.

Disini juga dulu kami pernah mengadakan Talent show dimana masing-masing dari kami menunjukan kebolehan dan kelebihan bakat yang selama ini kami punya. Mulai dari Sopa yang menunjukan kebolehannya mempengaruhi teman-teman disini untuk membatalkan acara talent show dan dia berhasil membuat kami semua disini menandatangani pembatalan acara ini dan setelah selesai dia malah dengan bangganya menunjukan tanda tangan sebagai bukti dia bisa mempengaruhi kita semua sebagai talent yang dia miliki. Beungeut !!!, kata itu yang terucap sambil menirukan ucapan khas Sopa kalo dia lagi di isengin (Beungeut adalah bahasa sunda yang artinya 'muka lu' tapi menurut orang Sunda merupakan sebuah makian yang kasar.).

Ada lagi si Irul yang menunjukan kebolehannya bermain gitar dan menyanyikan lagu if i ain't got you Alicia Keys, dia bela-belain dari rumah bawa gitar di motor kesayangan nya hanya untuk talent show itu dan hasilnya sih lumayan lah, meskipun emang suaranya engga mirip alicia keys, tapi vokal sama permainan gitarnya cukup membuat kita yang nonton sedikit terpukau dengan penampilannya hari itu he..he... belum lagi bakat menyanyi yang ditujukan Anita, temen gua yang berasal dari Ambon ini juga engga mau ketinggalan dengan menyanyikan lagu Sempurna nya Andra and The Backbone. Untung nya dia engga nyanyi lagu itu dengan logat ambon, jadi begitu dengerin dia nyanyi dengan penghayatan tinggi kita semua memberikan applaus meriah.

Tapi best of the best dari talent show ini adalah kebolehan yang diperlihatkan Wiwi (kita sekarang biasa manggil wiwi dengan sebutan nenek), temen gua yang emang mantan penyiar radio swasta di Indramayu ini dengan percaya dirinya menunjukan keahliannya siaran radio. Sambil di iringi lagu-lagu Tarling (gitar dan suling) Wiwi menyapa kami semua layaknya siaran radio maka satu persatu kebiasaan kami sehari-hari dia sebutin, kaya kebiasaan gua yang suka tidur di bus 43 di bahas dalam isi siarannya he..he.., jadilah dia ditunjuk sebagai pemenang dari talent show tersebut dan mendapatkan hadiah yang berasal dari uang kas tim ini. Mantabs dah nek he..he...

Diluar semua itu, Sekali-sekali kita juga sering hang out bareng di tempat-tempat hiburan. Biasanya kalo engga karokean ya kita makan bareng di mall yang berserakan di sekitar Kelapa gading. Apalagi dulu ada tradisi di tim ini setiap ada diantara kita yang ulang tahun pasti harus mentraktir kita semua makan di Burger King. Bagi yang ditraktir sih enak-enak aja tapi buat yang ulang tahun rasa burger nya berubah jadi anyep banget begitu liat jumlah tagihan yang tertera di bon pembayaran.he..he..he..

Perjalanan mengenai cerita-cerita seru yang gua alami di Ruko berakhir di awal Januari 2010, karena mulai tanggal 4 Januari kita udah menempati gedung baru yang emang bener-bener gress, orang bau cat nya aja masih ke cium begitu hari pertama menginjakan kaki di lantai 3 dimana Departement kami di tempatkan berseberangan dengan HRD. Iya begitu hari pertama, suasananya emang udah beda banget. Kaga ada lagi tuh cengengesan dan ketawa lepas kaya di Ruko. Yang ada dihari pertama kita agak-agak jaim karena di seberang meja kita terpampang wajah-wajah orang HRD yang keliatannya serius banget kerjanya.

Hari-hari berkantor di Simatupang adalah hari-hari baru buat gua menyesuaikan dengan lingkungan dan juga keadaan kantor baru. Dulu berangkat ke sunter harus jam 6 pagi karena kalo engga patas AC 07 yang tiap hari gua tumpangin bakalan raib dari jalanan, sekarang gua cukup santai karena bisa berangkat pukul 6.45 dari rumah dan biasanya ujung-ujung nya terlambat juga sampe kantor.


Tapi kebiasaan terlambat gua perlahan ilang begitu gua kenal sama Rakhmat, setiap hari gua jadi terbiasa nebeng bareng dia dan mobil nya. Kaga ada lagi tuh cerita gua kejebak macet di perempatan Fatmawati setiap berangkat kerja, atau kelewatan sampe terminal Lebak Bulus karena gua asik tidur didalam kowantas bima 509 yang tiap hari gua tumpangin.


Di gedung baru ini juga menjadi cikal bakal gua aktif ngeband lagi, itu juga gara-gara gua sama Alvin sering denger bunyi-bunyian alat musik yang berasal dari ruang makan (kami menyebutnya dinning room) lantai 3. pertama-tama sih cuma liat-liat doang si Deva sama Yudha ngejam berdua tapi lama-kelamaan gua and Cabul jadi ikutan ngejam dan ini juga diikutin sama si Irul and Ridwan yang melengkapi personil untuk membentuk sebuah band.

Dari situlah awalnya DPFQ (kepanjangan dari Di Peluk Farah Quinn) terbentuk. Band kantor gua yang digawangi Ridwan yang jadi vokalis karena merasa suaranya mirip Once Dewa, Deva, gitaris ber badan gede (sesuai dengan jabatannya sebagai komandan security dikantor ini) tapi berhati mellow dengan lagu-lagi slow kesukaan tentunya. Irul juga berperan sebagai gitaris yang dijuluki monokotil karena suka malu kalo ada cewe yang dia taksir ada di deketnya. Posisi pemain bass diisi sama Alvin alias Cabul yang jari-jemarinya begitu mahir menari-nari memainkan bass dengan senar yang tebel-tebel. Neh anak pernah cerita, waktu mau diambil darah, itu jarum suntik kaga ada yang tembus di jarinya karena keseringan maen bass sampe-sampe kulit jarinya ikut menebal udah kaya senar bass. (parah lu boi he..he....)

Sementara gua berperan sebagai pemain drum yang asal karena sering kekencengan mukul snare drum sampe-sampe si Deva sering teriak “woi pelan-pelan aja maen nya”. Kalo udah gitu sih gua cuma cengar-cengir doang, maklum gua terinspirasi sama Bimo waktu menjadi penggebuk drum nya Netral jadi bawaan nya kenceng aja tuh mukul snare drum.

Bersama DPFQ, seinget gua, kita pernah maen di 3 acara yang diadakan kantor ini dan juga kantor sebelah. Gua inget pertama kali kita manggung di acara nya AAB bawain 3 lagu dan yang nonton hanya segelintir orang-orang kantor sambil berlalu lalang melihat-lihat stand-stand yang ada disitu. Tapi karena manggung pertama kali, kita cuek aja terus semangat mainin lagu sampe habis.

Selain ngeband, dikantor ini gua juga tergabung dalam Surfifers, dari namanya saja udah ketauan kalo ini adalah perkumpulan karyawan kantor ini yang suka berpetualang menjelajahi alam terbuka. Dari sini jugalah, gua tahun ini bisa merasakan puncak dalam hidup gua. Weits nanti dulu, puncak disini adalah puncak gunung gede pangrango yang berhasil gua dudukin bersama temer-temen Surfifiers setelah menapaki sejengkal demi sejengkal gunung yang ada di Jawa Barat sana.

Beberapa bulan terakhir ini juga gua gabung sama temen-temen yang hobi maen bulu tangkis dan latihan setiap Jumat sore selepas jam kantor di sebuah GOR kawasan Pangkalan Jati Depok. Gua emang hobi banget maen bulu tangkis dari kecil bahkan raket yang gua pake sekarang ini adalah raket yang gua beli sekitar tahun 1994 atau tepatnya pas gua baru lulus SD. Lumayan masih bisa di pake buat setepok dua tepok lah ini raket.

Semua cerita diatas mungkin akan tinggal cerita yang selalu gua inget dari temen-temen di kantor ini, karena dengan pengunduran diri gua ini, gua juga otomatis mundur dari hingar-bingar kantor. Gua sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari perusahaan ini, karena gua merasa semua yang gua dapetin disini itu berkah banget. Baik itu berkah secara materi, maupun berkah gua bisa berada ditengah-tengah teman-teman yang baik dan banyak membantu yang membuat keberadaan gua disini menjadi pelengkap di antara satu dengan yang lain.

Satu yang pasti, gua ucapkan terima kasih untuk semua teman-teman baik yang selama dua tahun delapan bulan ini telah banyak membantu. Terima kasih untuk kerjasama, pertemanan dan kebaikan yang selama ini terjalin.

Gua jadi inget satu lagu band asal Jogja yang liriknya, bersenang-senang lah karena waktu ini akan kita banggakan... di hari nanti....., sampai jumpa kawanku.., semoga kita selalu.... menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan...

sampai jumpa lagi teman-teman, semoga perjalanan kita kemarin akan menjadi kebanggaan kita di hari nanti saat kita bersua lagi. Gua pamit ya......




Bule Terima kasih untuk : Allah SWT untuk segala kebaikan hidup selama ini. Alvin Cabul and Maya, pasangan dalam kerja dan sehati dalam rasa he..he.., gua pamit ya, kalian baik2 aja ye kalo gua cabut dari sini. Temen seperjuangan, Ridwan,Irul, Wiwi, sory neh gua cabut duluan, tetep asoy lah disini he..he.., Grand, Ilman, Desi dan Tia terima kasih untuk bantuan nya selama ini. Buat Mami-mami gua di training, Mami Andien and Mami Dwi (udah di koperasi sekarang) papi pamit ya, Nancy, Revi and Tari beserta Mas Awan, Mba Arum and Mba Rahma (keluarga besar Training and Learning Departement). Buat Rakhmat and Krisna makasih banyak ya buat tebengannya, pulang dan pergi kantor gua jadi asoy berkat kalian. “Gua masih boleh nebeng ya Mat ya minimal sampe fatmawati, lu lurus gua belok sekarang” he..he.... Buat Ardian and Kang Deva, gua pamit komandan.., jangan maenin lagu mellow terus kang, sekali-kali ikutan Metal lah kaya si Cabul he..he... Pokoknya DPFQ Band terbaik di dunia ya he..he... Buat temen-temen Badminton, Pak Iwan, kang Amung, Erwin, mas Adi, Hendrik, Mas Parso, Nuna, Lina. Pokoknya tepok terus itu Kok jangan sampe berhenti ya.., temen-temen Surfifers, Pak Daryono, Pak Ali, Dendi, Edfan..Rezha dan yang lainnya, nanti kalo ada perjalanan lagi, kabar-kabarin ya. terakhir buat semua teman-teman di Departement lain yang engga bisa disebutin satu-persatu. Makasih ya friend...

7 komentar:

  1. sukses le, selamat menempuh hidup baru yo (:

    BalasHapus
  2. thanks ya cha. apa kabar cha? oiya jadi followers blog gua neh ceritanya he..he..

    BalasHapus
  3. baik le, alhamdulillah, wah gaya sekarang, jadi editor majalah ya,le..
    hehe..iya, gw follow blog lo, sama blog nya ria jg..baca2 curhatan,hihi..

    BalasHapus
  4. ya begitulah nasib membawa gua jadi editor cha he..he.., lu kerja dimana cha?

    BalasHapus
  5. gw sekarang freelance le, di majalah anak.. eh jalan yuk kapan gitu, sm ria, just like the old times..btw no gw nih 085780071193 =)

    BalasHapus
  6. boleh aja, kemaren sempet mau ngajakin lu jalan bareng irul and ria tapi ria nya pulang kampung katanya.lu kapan liburnya, apa kita jalan sabtu or minggu.

    BalasHapus