Langsung ke konten utama

Selamat Jalan Pak Pemred

sore ini gua baca salah satu catatan milik seorang jurnalis senior yang
judulnya 'Selamat Jalan mas Nyoto'. sempet tersentak begitu mendengar nama nyoto
yang dulu gua panggil dengan Pak Nyoto. gua baca setiap kata demi kata yang ter-
tulis dalam catatan itu, tulisan yang berkisah mengenai kenangan penulis dengan
Pak Nyoto selama hidupnya bahkan di saat akhir hayat pun beliau masih memiliki
kenangan bersama Pemimpin Redaksi Monitor Depok di era gua bekerja disana.

pikiran gua langsung mengingat masa itu ya masa sekitar empat tahun lalu waktu
gua memulai 'debut' sebagai wartawan di sebuah harian lokal di Depok bernama
monitor Depok. saat pertama kali terjun ke 'medan pertempuran' bernama Depok yang
sebelumnya gua engga begitu tau tentang daerah yang berbatasan dengan Jakarta
Selatan tersebut. Dari sinilah pertama kali gua kenal sosok bernama Pak Nyoto, Pemimpin Redaksi harian yang terkenal dengan sebutan Monde ini.

pertama kali gua liat Pak Nyoto, sempet tegang juga karena gua pikir neh orang
pasti galak dan menakutkan apalagi wajahnya ditumbuhi jambang lebat hingga ke dagunya lengkap dengan baju dan celana serba hitam. kesan itu mulai luntur seiring waktu berjalan karena tampang yang menakutkan itu ternyata adalah sosok
yang sederhana namun tetap tegas dalam setiap pengambilan keputusan.

setiap sore dia selalu memimpin rapat redaksi dan gua cuma bisa melihat gaya kepemimpinan nya yang santai dan bersahabat dengan para awak redaksi. Almarhum selalu berdiskusi dengan para redaktur serta para pengelola halaman (istilah jaman dulu di Monde begitu) untuk menentukan mana berita hari itu yang pantas untuk dijadikan headline untuk Monde di esok harinya.

gua dan tiga temen gua yang waktu itu (Vira, Hendro dan Martina) merupakan pendatang baru hanya bisa menyaksikan jalannya rapat redaksi di bawah komandonya. sosok yang selalu terlihat menghisap rokok dan memakai baju dengan kancing atas tidak terpasang ini dulu selalu menyapa gua "ada berita apa mas hari ini" karena gua dulu mungkin
menjadi wartawan yang selalu datang lebih awal dibanding awak redaksi lainnya jadi Almarhum nanya apa yang udah gua liput hari itu.

gua inget, baru dua hari kerja di Monde berita gua udah jadi headline di Monde. waktu itu gua ngeliput kebakaran yang terjadi di apotik Sasanti di sekitaran PAL Cimanggis Depok terus begitu sampe di kantor Almarhum nanya ada berita apa mas, gua dengan sangat antusias menceritakan apa yang barusan gua liput. Almarhum nanya mengenai jumlah korban, kerugian dan tentu saja kronologisnya.komentarnya
singkat "bagus-bagus, coba kamu tulis nanti sore kita bawa dalam rapat" sambil tetap memegang rokok ditangannya.

engga begitu banyak memang kenangan gua terhadap sosok Almarhum Pak nyoto karena masa kerja gua di harian itu memang tidak lama. memasuki bulan ke tujuh bekerja di Monde, akhirnya gua mengundurkan diri tepatnya tanggal 5 November 2006 dan itulah perjumpaan terakhir gua dengan Almarhum. setelah gua mengundurkan diri, memang gua belum pernah lagi bersua dengan Pak Nyoto, terakhir yang gua denger beliau memimpin sebuah harian Jogjakarta bersama beberapa rekan Monde yang di ajak serta.

Sore ini gua mendapatkan informasi dari Facebook bahwa sang Pemimpin Redaksi telah dipanggil Tuhan YME, gua hanya terdiam di meja kerja sambil membaca semua ucapan bela sungkawa yang datang dari rekan-rekan sejawat dan juga orang-orang yang mencintainya.

gua liat halaman-demi halaman Facebook temen-temen gua yang merasa kehilangan sosok Pak Nyoto sampai pada akhirnya gua sampai ke halaman Facebook milik almarhum dan diatas tertulis 'menunggu konfirmasi teman'. gua emang pernah menambahkan Pak Nyoto sebagai teman di Facebook namun mungkin Almarhum tidak sempat menerima permintaan pertemanan gua sampai di akhir hayatnya. gua hanya bisa memandangi raut wajah Almarhum yang terpampang di foto profil bersama sedikit kenangan gua bersama Pak Nyoto.

selamat jalan Pak Nyoto, semoga damai selalu menyertai mu di alam sana....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…