Minggu, 23 Juli 2017

Kampanye Imunisasi MR Cegah Campak dan Rubella di Indonesia



Sebagai orang tua, saya tentu ingin anak laki-laki saya sehat dan tumbuh berkembang seperti anak-anak lainnya. Untuk terhindar dari segala macam jenis penyakit, tentunya saya melakukan berbagai cara termasuk melakukan imunisasi. Nah salah satu imunisasi yang saya berikan untuk anak saya adalah imunisasi campak dan rubella atau dikenal dengan imunisasi MR. Apa itu imunisasi MR, ikutin terus artikel ini ya buat informasi lengkapnya.
Acara Temu Blogger bersama Kemenkes yang membahas Kampanye Imunisasi MR di Indonesia
Imunisasi MR yang merupakan kepanjangan dari Measles (campak ) dan Rubella adalah imunisasi yang berguna untuk melindungi anak-anak kita dari penyakit campak dan Rubella yang dapat menyebabkan cacat dan kematian. Nah saya dan kita tentunya tidak mau anak kita terkena penyakit campak dan rubella apalagi amit-amit sampai menyebabkan kematian, jauh-jauh deh.  

Hari Jumat, (21/7), kemarin, saya diundang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ke acara temu blogger bareng Kemenkes yang membahas Kampanye Imunisasi MR di bulan Agustus – September mendatang  di Hotel Park Lane, Jakarta.  Dalam acara itu selain membicarakan mengenai imunisasi MR, juga dibahas secara mendalam mengenai penyakit campak dan rubella.  
dr Jana Soepardi sedang memberikan informasi mengenai penyakit Campak dan Rubella
Ngomong-ngomong, udah pada tau kana pa itu penyakit campak dan rubella? Kalau belum, neh saya kasih informasi ya. Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular. 

Lalu yang jadi pertanyaan, apa sih bahaya dari penyakit ini ? neh ya, menurut dr Jane Soepardi,  dari Kemenkes, penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan gizi buruk bahkan yang paling berbahaya dapat menyebabkan kematian. 
dr Hindra menjelaskan gejala serta kenapa penyakit campak dan rubella dapat menyebabkan kematian
Sementara rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trisemester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Itu tadi bahayanya, tapi kalo anak kita terkena campak dan rubella, gejalanya apa ya kira-kira. Ini dia neh gejala-gelaja  penyakit campak dan rubella. Kalo campak biasanya demam tinggi, kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah.  Sementara, untuk gejala penyakit rubella tidaklah spesifik malahan terkadang tanpa gejala. Namun gejala umum penyakit ini antara lain, demam ringan, pusing, pilek, mata merah, dan nyeri persendian.

Nah untuk mencegah dan terlindung dari penyakit campak dan rubella ini dapat dilakukan dengan imunisasi MR. Dengan imunisasi MR ini menjadi langkah pencegahan terbaik karena satu vaksin dapat mencegah dua penyakit sekaligus. 
Mengkaji imunisasi dari sisi agama dengan sekertaris komisi fatwa MUI Dr Asrorun
Untuk anda yang anaknya belum mendapat imunisasi MR ini tidak perlu kuatir karena Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan melakukan kampanye imunisasi MR pada bulan Agustus – September 2017 mendatang. Oia, kampanye imunisasi MR ini dibagi menjadi dua gelombang loh, untuk di bulan Agustus Imunisasi MR akan diberikan kepada anak usia sekolah antara 7 – kurang dari 15 tahun. Sementara di bulan September, imunisasi MR diberikan untuk anak usia 9 bulan hingga kurang dari 7 tahun. Semua imunisasi yang diberikan dalam kampanye imunisasi MR ini tidak dipungut biaya alias gratis. 

Berikut ini ada beberapa tips apa saja yang perlu dilakukan pada hari imunisasi MR. Pertama, datanglah ke pos imunisasi pada waktu yang telah ditentukan. Kedua, pastikan anak anda sudah makan sebelum diimunisasi. Ketiga, jangan lupa sampaikan riwayat kondisi anak anda kepada petugas (seperti, riwayat penyakit, pengobatan yang sedang dijalani, hingga alergi obat) sebelum imunisasi dilakukan.  

Keempat, setelah anak diimunisasi tunggulah sekitar 30 menit di fasilitas kesehatan tempat anda imunisasi untuk memantau kemungkinan kejadian setelah imunisasi. Kelima, Bila terjadi demam ringan, ruam merah, dan bengkak ringan itu merupakan reaksi normal dan kita tidak perlu kuatir. Terakhir dan yang penting, bawalah anak anda ke puskesmas atau rumah sakit bila terjadi demam tinggi, kejang dan pembengkakan di tempat suntikan setelah imunisasi.

6 komentar:

  1. Bapak-bapak sadar imunisasi nih
    Kereeeeeen
    Semoga program ini berjalan lancar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Putu juga keren, ibu-ibu yang sadar imunisasi :)

      Hapus
  2. Wah, keren, gak cuma ibu tapi bapak jg harus dukung ya. Biar anak anak sehat. Tfs mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, saya ingin menjadi ayah yang baik buat anak saya :)

      Hapus