Langsung ke konten utama

Inilah Para Penerima Penghargaan Tertinggi di Bidang Literasi dalam acara Gemilang Perpustakaan Nasional 2018


Salam Literasi,
Ada pemandangan menarik saat Judika tampil menghibur para undangan acara Gemilang Perpustakaan Nasional 2018, saat itu, Candra Rayan Wakombar, anak berusia 9 tahun asal Papua, naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu Mama Papa Larang Bersama penyanyi berdarah batak ini. Aksi Candra ini menjadi hiburan penutup yang manis di malam penganugrahan bagi para insan literasi di Indonesia.
Candra Rayan Wakombar saat berduet dengan Judika
Candra Rayan Wakombar sendiri merupakan salah satu pemenang lomba untuk kategori lomba bercerita untuk SD/MI tingkat nasional. Candra keluar menjadi juara kedua untuk kategori ini, sementara juara 1 diraih oleh Rr. Nadia Marfath Khairunisa dari Yogyakarta dan juara ketiga diraih Aqila Nailatul Izzah dari Sulawesi Selatan.

Ketiga anak berbakat ini juga mendapatkan kejutan karena hadiah langsung diberikan oleh Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab. Presenter acara Mata Najwa yang didaulat ke atas panggung langsung mendapatkan sambutan meriah oleh para undangan yang hadir dan kehadirannya di atas panggung menjadi daya tarik tersendiri.
Pare penerima penghargaan kategori lomba bercerita bagi siswa SD/MI
Selain kategori lomba bercerita untuk SD/MI tingkat nasional, ada juga beberapa kategori lainnya seperti Kategori Buku Terbaik Tahun 2018 Bidang Fiksi Anak yang dimenangkan oleh Queen Aura – Lili & Lyliu: Petualangan Seru di Desa dikategori SD. Untuk kategori SMP dimenangkan oleh Aisyah Dian Azhar lewat bukunya Pelangi Cinta dan kategori SMA yang dimenangkan Vira Ayu Safila lewat bukunya yang berjudul Dia.
Ada juga kategori Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional yang dimenangkan oleh Anang Fitrianto S. Nugroho (D.I. Yogyakarta), juara kedua dimenangkan Santoso Mahargono (Jawa Timur) dan Juara ketiga dimenangkan Tunardi (Jawa Tengah).

Oiya, Bapak Kapolri, Tito Karnavian juga menjadi salah satu penerima penghargaan di gelaran Gemilang Perpustakaan Nasional 2018 loh. Bapak Kapolri menerima penghargaan tertinggi dunia literasi ini untuk kategori birokrat atas jasanya membangun perpustakaan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Penghargaan literasi juga diberikan kepada Kapolri Tito Karnavian untuk kategori Birokrat

Sementara penghargaan untuk kategori Lifetime Achievement diberikan kepada pustakawan Dr. Sulistyo Basuki, M.A, M.SLS., Ph.D. penghargaan ini diberikan kepada Dr. Sulistyo Basuki, M.A, M.SLS., Ph.D atas jasa-jasanya di dunia perpustakaan dan literasi di Indonesia.
Kategori Lifetime Achievment diberikan kepada Pustakawan Dr. Sulistyo Basuki
Saya beruntung menjadi salah satu undangan untuk acara bergengsi bagi insan literasi di Indonesia ini. Dalam acara ini seluruh perwakilan insan literasi dan juga pustakawan dari seluruh daerah di Indonesia ikut hadir di Integrity Convention Center, Gedung MGK, Kemayoran, Jakarta Pusat. Saya menyaksikan secara langsung bagaimana euforia panggung yang menyambut meriah setiap nama pemenang dipanggil ke atas panggung oleh dua mc kondang, Gilang Dirga dan Gracia Indri.
Selain itu, acara ini juga bertambah meriah dengan hadirnya bintang tamu seperti Sheryl Shenafia, grup band Armada dan  juga Judika. Kehadiran Judika bahkan mampu membuat para undangan larut dalam kegembiraan bersama lagu-lagu yang dibawakan oleh penyanyi berdarah batak ini. Judika jugalah yang menjadi penutup yang indah dari acara Gemilang Perpustakaan Nasional 2018 dan kita tunggu acara Gemilang Perpustakaan Nasional tahun 2019 mendatang.
Buat yang penasaran nama-nama para penerima penghargaan dalam Gemilang Perpustakaan Nasional Tahun 2018, berikut nama beserta kategorinya :  

Kategori Lomba Bercerita SD/MI Tingkat Nasional
  • Juara 1: Rr. Nadia Marfath Khairunisa (D.I. Yogyakarta)
  • Juara 2: Candra Rayan Wakombar (Papua Barat)
  • Juara 3: Aqila Nailatul Izzah (Sulawesi Selatan)
Kategori Buku Terbaik Tahun 2018 Bidang Fiksi Anak
  • Juara 1 (Kategori SD): Queen Aura – Lili & Lyliu: Petualangan Seru di Desa
  • Juara 1 (Kategori SMP): Aisyah Dian Azhar – Pelangi Cinta
  • Juara 1 (Kategori SMA): Vira Ayu Safila – Dia
Kategori Perpustakaan SLTA Terbaik Nasional
  • Juara 1: SMAN 1 Wonosari Gunung Kidul (D.I. Yogyakarta)
  • Juara 2: MAN 2 Wonosobo (Jawa Tengah)
  • Juara 3: SMA Cendana Pekanbaru (Riau)
Kategori Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Nasional
Klaster A
  • Juara 1: Perpustakaan Gampingan Gemar Membaca Desa Gampingan, Jawa Timur
  • Juara 2: Perpustakaan Muda Bhakti Desa Ngablak, Jawa Tengah
  • Juara 3: Perpustakaan Pustaka Desa Wukirsari, D.I. Yogyakarta
Klaster B
  • Juara 1: Perpustakaan Nagari Membaca Saok Laweh, Sumatera Barat
  • Juara 2: Perpustakaan Lentera Buana Desa Tanjung Anom, Bengkulu
  • Juara 3: Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Puuroda, Sulawesi Tenggara
Klaster C
  • Juara 1: Perpustakaan Tresno Budoyo Desa Sabung, Kalimantan Barat
  • Juara 2: Perpustakaan Desa Tunggaling, Sulawesi Tengah
  • Juara 3: Perpustakaan Banua Kayyang, Kelurahan Tinambung, Sulawesi Barat
Kategori Pelestari Naskah Kuno
Kategori Lembaga:
  • Perpustakaan Pesantren Tanoh Abee, Kab. Aceh Besar, Aceh
  • Perpustakaan Keraton Yogyakarta, D.I. Yogyakarta
  • Perpustakaan Pakualaman, D.I. Yogyakarta
  • Yayasan Pendidikan Islam Dalampagar, Martapura, Kalimantan Selatan
Kategori Perorangan:
  • Abdul Kadir Daeng Rate, Desa Laikang, Makassar, Sulawesi Selatan
Kategori Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional
  • Juara 1: Anang Fitrianto S. Nugroho (D.I. Yogyakarta)
  • Juara 2: Santoso Mahargono (Jawa Timur)
  • Juara 3: Tunardi (Jawa Tengah)
Kategori Birokrat
1.  Kahiria Ulfah (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Luthfillah), Palangka Raya, Kalimantan Tengah
2.  Warkina (Inisiator Gerakan Sadar Baca), Cirebon, Jawa Barat
3.  Sri Hartati (Perpustakaan Bukuku Guruku), Sragen, Jawa Tengah
4.  Syaifudding Gani (Pustaka Kabanti), Kendari, Sulawesi Tenggara
Kategori Birokrat
1.  Jenderal Polisi Tito Karnavian (Kapolri)
2.  Awang Faroek Ishak (Gubernur Kalimantan Timur)
3.  Chusnunia Chalim (Bupati Lampung Timur)
4.  Ferdian Andreas Lacony (Wakil Bupati Pali)
Kategori Media Massa
1.  Harian Analisa (Sumatera Utara)
2.  Harian Bali Post (Bali)
Kategori Lifetime Achievement
Dr. Sulistyo Basuki, M.A, M.SLS., Ph.D





Komentar

  1. mas, tulisan postnya ga keliatan, saru dengan warna bcakgroundnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, ini sudah saya rubah biar kelihatan :) terima kasih.

      Hapus
  2. Keren bisa dapat undangan, selamat buat para pemenang lomba dan penerima penghargaan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi Sajian Makanan Kereta Api Milik PT Reska Multi Usaha

Kisah Ajeb-Ajeb Anak Cipayung Part 1 : Dugem oh Dugem......

Ini dia neh kejadian paling hot yang pernah gua tulis. (bayangin, gua nulisnya aje sampe buka baju segala he..he..). ini kisah tentang ajeb-ajeb cuy (karena musiknya bukan dangdut jadi ajeb-ajeb, coba kalo musiknya dangdut pasti bunyinya adut..adut..adut..adut.. jangan sambil joget ya bacanya he..he..) di suatu Pantai Indah yang banyak kapuknya (makanya tempat itu dikasih nama Pantai Indah Kapuk he..he.. walaupun sebenernya gua bingung, pantai yang berkapuknya sebelah mana ya he..he..).

Awalnya disuatu siang pas gua lagi browsing gambar-gambar vulgar dan sedikit cabul untuk web tempat gua bekerja (nama webnya www.langitberita.com, terus klik aja rubrik lifestyle nah entar keluar tuh berita-berita yang gambarnya bikin mata melek terus he..he..). Tiba-tiba ada pesen dari Mr Momot yang isinya gua ngeliput acara dugem di PIK, nama acaranya RnB Parade (wah gua langsung ngayal, rave party di waterboom pasti banyak cewe-cewe seksinya. Udah gitu pasti mereka pada pake pakaian renang, seru neh…

Selamat Jalan Miten…

Kaget sekaligus sedikit engga nyangka ketika siang ini gua mendengar kabar meninggalnya mantan gitarisnya Netral Miten di timeline di twitter gua. Sejenak pikiran gua menerawang pada sosok gitaris gondrong dan pendiam namun permainan gitarnya cukup membuat anak-anak yang melewati masa 90-an  mengenal sosok gitaris yang mungkin salah satu yang terbaik di tahun-tahun itu .
 Iya, dari account twitternya Brutal Band, pertama kali gua ngebaca kabar duka ini dan tidak lama Musisi-musisi  90-an  seperti Ari Lasso juga mengucapkan belasungkawa untuk Miten. Iya, sebagai seorang yang pernah melewati masa 90-an dengan musik-musik yang masih berkualitas , gua emang mengaggumi musisi-musisi di era itu. (Gua dulu sangat hafal siapa aja personil-personil band 90-an karena gua emang hobi koleksi kaset dan setiap beli kaset gua pasti baca tulisan ucapan terima kasih setiap musisi yang ada di covernya, termasuk Miten salah satunya  ).


Miten bersama netral memang cukup fenomenal di tahun 90-an. Saat ba…