Minggu, 19 November 2017

HKN ke 53, Keluarga Sehat Cermin Indonesia Sehat



Ada yang berbeda di area CFD pada Minggu (12/11) kemarin. Ribuan orang berkumpul di sekitar area Bunderan HI untuk melakukan senam bersama dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang tahun ini menginjak perayaan yang ke 53 tahun.
Peserta senam ikut memeriahkan HKN ke-53 di sekitar kawasan Bunderan HI (12/11) (Dokumen Kemenkes)
Saya yang pagi itu menjadi salah satu blogger yang diundang Kementerian Kesehatan menjadi saksi kemeriahan acara HKN 53 melihat langsung bagaimana masyarakat sangat antusias menyambut acara ini. Sejak pagi mereka sudah mengambil posisi di sekitar Bunderan HI untuk mengikuti senam bersama. Sekitar pukul 06.00 WIB, senam pun dimulai. Mereka serentak mengikuti setiap gerakan senam yang diperagakan instruktur yang ada di atas panggung.
Ibu Menkes bersama pejabat lainnya ikut ambil bagian dalam senam bersama (dokumen Kemenkes)
Bersama ribuan orang yang mengikuti senam, saya melihat beberapa pejabat kementerian juga ikut melakukan senam bersama ini. Selain ibu Menteri Kesehatan Nila Moeloek, saya melihat ada Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi, serta kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro. Mereka dengan semangat mengikuti setiap gerakan senam bersama dengan ribuan orang lainnya yang memadati kawasan Imam Bonjol hingga Bunderan HI.
Pak JK memberikan sambutan dalam HKN 53 (Dokumen Kemenkes)
Acara HKN ke 53 ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla. Dalam sambutannya Pak JK, begitu sapaan akrabnya, mengatakan, jika kita semua harus giat berolahraga untuk menjaga kesehatan. “Olahraga itu sederhana, mulai dari jalan kaki sampai lari pagi bisa kita lakukan setiap hari demi menjaga kesehatan. Saya minta semua masyarakat melakukan olahraga sederhana seperti ini agar kita semua tetap sehat” ujar Jusuf Kalla di depan ribuan masyarakat yang memadari arena acara.

Sementara Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, dalam sambutannya mengungkapkan peranan keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti Pembangunan Kesehatan sesuai UU Nomor 36 tahun 2009. Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga, menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan. Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. "Oleh karena itu, kita perlu terus berupaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga", pesan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Lebih lanjut Ibu menteri menjelaskan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan baik upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM) secara berkesinambungan. UKP dan UKM berfokus kepada keluarga berdasarkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga.

Selain penyelenggaraan PIS-PK, pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan Program Kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan lintas sektor terkait. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong terlaksananya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan GERMAS, semakin memperkuat kerjasama sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia  yang kuat.
Pak JK didampingi Ibu Menkes saat berdialog dengan peserta HKN di daerah (dokumen Kemenkes)
 Oiya, tahun ini HKN mengangkat tema Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku. Tema ini diangkat karena sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga yang menekankan keluarga sebagai bagian penting dalam  mendorong  masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.

1 komentar:

  1. Mpo suka jalan pagi sama kaya wapres, semoga rezeki juga

    BalasHapus