Langsung ke konten utama

Istriku, Pulsa, dan Detik-detik Jelang Persalinan

Malam itu tiba-tiba smartphone Saya berdering dan ketika saya lihat ternyata istri Saya yang sedang ada di Makassar untuk persiapan lahiran di sana yang menelepon. Saya angkat, istri menjawab dengan kalimat, Pah beliin aku pulsa ya cepet, ini pulsaku mau habis” begitu kira-kira kalimatnya. Saya yang melihat jarum jam sudah menunjukan waktu pukul 11.55 pun menjawab dengan sedikit kesal, “Ya kenapa engga dari tadi sih mah minta beliin pulsanya, ini kan udah tengah malam mana ada yang buka toko pulsa” kata Saya kepada istri. “Ya cari pokoknya sampe ada, soalnya buat nanti hubungin papah kalo aku udah deket-deket mau lahiran. Masa mau lahiran masih mikirin beli pulsa” katanya.

Akhirnya Saya berjalan keluar untuk mencari pulsa. Dalam pikiran Saya, mana ada tukang pulsa yang buka tengah malam begini. Tapi demi istri, akhirnya Saya mencari dimana tukang pulsa yang masih buka. Langkah demi langkah Saya menelusuri jalan-jalan di sekitar rumah tapi hasilnya nihil, semua tukang pulsa sudah tutup semua.  Saya coba ke warung Mama Enting, tapi sudah tutup. Begitu juga dengan warung Bang Damar yang biasa tempat Saya beli pulsa juga tutup. Ehm… harus lebih jauh lagi neh jalannya ke depan gang” gumam Saya dalam hati. Dengan sedikit lelah karena Saya habis pulang kerja Saya masih terus mencari tukang pulsa yang masih buka di tengah malam ini.  

Saya lalu memutuskan untuk ke mini market siapa tahu masih buka dan masih bisa beli pulsa di sana. Tapi begitu sampai di depan mini market ternyata mini market juga udah tutup. Sambil istirahat sebentar, Saya berpikir kira-kira di mana tukang pulsa yang masih buka. Saya coba melihat-lihat nomor kontak teman-teman tiba-tiba Saya ingat seorang teman yang jualan pulsa dan tokonya biasanya buka hingga tengah malam. Saya pun segera menuju rumah Pungkas, temen Saya yang jual pulsa. Meskipun agak jauh, tapi demi pulsa untuk istri akhirnya Saya melangkahkan kaki ke warung si Pungkas. 

Ternyata benar, si Pungkas masih duduk-duduk di depan warungnya dan begitu Saya tiba di sana dia langsung nanya, “wah tumben Bang malem-malem ke sini” begitu katanya begitu melihat Saya tiba di warungnya. “ Gua mau beli pulsa Kas, buat istri. Simpati yang 50 ada kan” kata gua singkat.  “Ada bang, Pulsa Elektrik kan bang, bentar ya” kata Pungkas sambil mencet-mencet handphone. “Udah masuk ya bang” Pungkas ngasih tahu kalo pulsa udah masuk ke nomor isteri Saya. “Sip, thanks banget ya” sambil ngasih uang Rp. 51000 ke temen gua itu. Oia si Pungkas ini menurut gua menjadi salah satu penjual Pulsa Murah Jakarta. Selain Voucher, neh anak juga jual pulsa elektrik murah di Jakarta. Akhirnya Saya SMS isteri mengabarkan kalau pulsa udah masuk. Isteri Saya pun senang dan akhirnya saya melangkahkan kaki pulang ke rumah. Lelah juga malem-malem nyari pulsa, pikir Saya begitu sampai di rumah. 


Saya, isteri dan si jagoan kecil kami Radit
Keesokan paginya, istri Saya tiba-tiba nelepon dan mengatakan kalau perutnya mules dan engga hilang-hilang. “ Pah, ini perutku sakit apa udah mau lahir ya si dede” begitu kata isteriku. Wah Saya panik mendengarnya, akhirnya isteri Saya bersama ibu dan adik ipar Saya di sana berangkat ke rumah sakit. Ternyata  Isteri Saya sudah pembukaan 1 dan itu artinya si dede bayi udah mau lahir. Saya  yang masih berada di Jakarta pun panik, mengingat jadwal terbang saya ke Makassar baru keesokan harinya.

Akhirnya menjelang Maghrib anak pertama saya lahir dan dia adalah seorang anak laki-laki ganteng. Adik ipar Saya menelepon untuk mengabarkan kalau isteri Saya sudah melahirkan. Ah lega juga perasaan Saya meskipun kelahirannya di luar prediksi kita berdua dan si dede yang Saya beri nama Andi Muhammad Raditya Pratama ini lahir lebih cepat beberapa hari dari prediksi kita. Isteri Saya juga tidak lama kemudian menelepon untuk mengabarkan kalau radit udah lahir dan dia juga baik-baik keadaannya di sana.

 Lega juga karena mengingat kejadian malam sebelumnya saat isteri saya meminta membelikan pulsa murah ternyata ada hikmahnya. Kita jadi bisa telepon-teleponan untuk memberi kabar mengenai kelahiran putra kami dan berkat pulsa yang saya beli tengah malam itu, kami jadi bisa saling komunikasi sampai keesokan harinya Saya tiba di Makassar dan menggendong si kecil dengan rasa yang campur aduk antara senang, terharu, bersyukur, dan tentu saja bahagia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala