Langsung ke konten utama

Kapan Kawin, Kelucuan Paniknya Orang Tua yang Anak Perempuannya Belum Kawin

Kapan kawin..., mungkin ini menjadi pertanyaan klasik yang pernah terjadi pada siapa saja orang yang belum mempunyai pasangan alias belum kawin. Kepanikan orang tua serta putrinya yang panik karena belum juga kawin inilah yang dipotret Sutradara Odi C Harahap menjadi kelucuan-kelucuan di film Kapan Kawin yang bakal dirilis serentak tanggal 12 Febuari 2015 mendatang.

Cerita dimulai dari Dinda (Adinia Wirasti) yang berulang tahun ke-33 namun belum juga memiliki pasangan. Sang ibu yang tinggal di Yogyakarta kemudian menelepon dan menanyakan kapan putri bungsunya ini memiliki pasangan yang bisa diajak ke Yogyakarta untuk dikenalkan kepada sang ibu serta bapaknya. Bahkan sang ibu harus rela berakting menangis tersedu-sedu di telpon demi mendorong putrinya membawa pasangan saat ulang tahun perkawinan mereka yang akan tidak lama lagi akan dilangsungkan



Mendapat tekanan dari orang tuanya, Dinda kemudian mencari akal bagaimana caranya dia memiliki pasangan dalam waktu yang mepet. Akhirnya dia mendapatkan saran dari sahabat untuk menyewa pacar untuk berpura-pura menjadi pasangannya di depan orang tua Dinda. Hadirlah sosok Reza Rahadian yang berperan sebagai Satrio, aktor dan seniman idealis yang sering pentas di jalanan. Setelah berkenalan, mereka akhirnya sepakat untuk menjadi pasangan dan berangkat ke Yogyakarta untuk bertemu orang tua Dinda.

Sampai di Yogya, Satrio harus memainkan peran sebagai laki-laki metroseksual, sukses dan pokoknya harus menarik simpati kedua orang tua Dinda. Akhirnya dengan suara serak-serak basah, Rio mengaku sebagai Dokter spesialis kulit yang membuat orang tua Dinda takjub. Di sinilah Reza Rahadian menghadirkan kelucuan-keluacuan baik lewat dialog maupun gerak tubuh yang menghadirkan gelak tawa.

Seperti saat dia harus melepas seluruh pakaiannya di tengah jalan karena jam kerjanya selama 16 jam sudah selesai. Hal ini membuat pengunjung sekitar kaget karena melihat Satrio melepas bajunya dihadapan Dinda. Tidak hanya kelucuan, konflik internal pun mulai dihadirkan di keluarga Bapak Gatot (Adi Kurdi, yang berperan menjadi ayah Dinda). Mulai dari identitas Satrio yang dibongkar Erik, Kakak ipar Dinda, di saat pesta ulang tahun pernikahan yang lantas membuat Bapak Gatot terkaget-kaget. Kejadian ini membuat Satrio akhirnya pulang ke Jakarta meninggalkan Dinda.

Tidak hanya itu, sang kakak Dinda juga ternyata memiliki masalah dengan sang suami. Dalam keharmonisan yang diperlihatkan ternyata sang kakak mengalami KDRT oleh sang suami yang akhirnya sang suami di usir oleh Pak Gatot.

Dalam film ini juga ada satu tokoh yang mencuri perhatian berkat kelucuan dan wajah polosnya. Tokoh bernama Bendot ini sukses mengocok perut penonton dengan ekspresi-ekspresi wajahnya yang bener-bener kocak. Penasaran siapa Bendot dan Bagaimana akhir cerita cinta Dinda dan Satrio, Langsung aja ke bioskop-bioskop terdekat di kota Anda karena mulai 12 Febuari film ini akan dirilis serentak di seluruh bioskop nusantara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGPP, Sekolah Tinggi tempat Para Pengambil Kebijakan Publik Belajar

Sekolah Tinggi Pemerintahan dan Kebijakan Publik namanya. Sekolah tinggi yang dikenal dengan nama SGPP ini mengajarkan bagaimana mengambil kebijakan publik yang dapat berpengaruh di semua sector baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan program studi Kebijakan Publik, SGPP ingin menjadikan mahasiswanya tidak hanya bisa menerapkan kebijakan publik namun juga bisa menganalisa kebijakan publik yang konteksnya kebijakan Indonesia namun bisa diterapkan di banyak negara.  Kampus SGPP di Kawasan Sentul Bogor Memasuki halaman kampus ini terasa begitu sejuk. Semilir angin dan pemandangan rumah-rumah penduduk di Kawasan Bogor terlihat dari kampus yang terletak di dataran tinggi Kawasan Bogor ini. Sekilas, bila dilihat, bangunan gedung utama SGPP ini seperti bangunan-bangunan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Begitu menginjakan kaki di bagian depan gedung, kenyamanan ruang perpustakaan begitu terasa. Ruang perpustakaan ini menyatu dengan teras yang biasa digunakan m

Mengunjungi Pabrik Pembuatan Kulkas Halal PT Sharp Electronics Indonesia

Kata siapa label halal hanya untuk produk-produk makanan dan kosmetik saja. Saat ini PT Sharp Indonesia melakukan terobosan dengan memberikan label halal pada produk lemari es atau kulkas keluaran terbarunya. Pabrik pembuatan PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang, Jawa Barat. Beruntung hari Rabu (9/5) kemarin saya mengunjungi pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Kawasan Karawang Barat, Jawa Barat, untuk melihat langsung proses pembuatan kulkas halal pertama di Indonesia di pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.   Sebelum melihat langsung proses pembuatan kulkas Sharp, saya dan teman-teman blogger lainnya dijamu oleh jajaran petinggi dan management PT Sharp Indonesia. Dalam kesempatan ini, Asisten Manajer Strategi Produksi PT Sharp Electronics Indonesia, Afka Adhitya, menjelaskan, alasan PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan kulkas halal, tujuan utamanya Sharp adalah untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat akan sebuah produk baran

Wisata Kuliner di Pangkal Pinang, Wajib Mencoba Martabak Acau 89

Pulau Bangka di provinsi Bangka Belitung selama ini terkenal dengan objek wisata pantai. Pantai-pantai seperti Pantai Pasir Padi menjadi daerah tujuan wisata di Pangkal Pinang yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. Namun dibalik pesona pantainya yang indah, Pangkal Pinang juga memiliki pesona kuliner yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dari daerah ini adalah martabak.  Martabak Acau yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Pangkal Pinang, Bangka Belitung Martabak selama ini identik dengan Pulau Bangka. Kuliner yang belakangan naik daun berkat variasi rasanya yang menggugah selera memang berasal dari provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini. Nah Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba wisata kuliner dengan berburu martabak bangka. Martabak Bangka memang menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal   kaya akan timah ini. Kita bakala