Sabtu, 15 Juni 2013

Gua Hanya Seorang Pejalan Kaki




Beberapa hari terakhir ada hal yang selalu mengusik rasa keadilan gua. Iya, kecelakaan yang melibatkan artis Ari Wibowo  dan menewaskan seorang penyeberang jalan yang juga seorang kakek berumur 80 tahun bernama Chasmadi. Kakek malang  ini pun akhirnya meninggal dan menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Belakangan, kabar ini berlanjut dengan kabar adanya gambar dari cctv yang menyatakan bahwa ternyata Ari Wibowo yang sebelumnya di tetapkan menjadi tersangka berubah menjadi korban. Sementara kakek malang tadi jika dilihat dari cctv dinyatakan bersalah karena menyeberang jalan sambil lari dan membelakangi jalan…

Disinilah letak kegelisahan gua, karena gua berpikir, apapun kondisinya terlepas itu benar atau salah, menabrak orang apalagi sampai menghilangkan nyawa orang tetaplah sebuah kesalahan.  Okelah misalnya si kakek yang salah menyebrang di saat yang salah, tapi kan bukan harus ditabrak juga, mungkin kalau lebih hati-hati nyawa si kakek engga sampe melayang. Bukankah dia lari menunjukan kalau dia juga ingin buru-buru dan menghindari dirinya ditabrak motor ataupun mobil yang lewat.

Mungkin kebetulan saja yang menabrak seorang Ari Wibowo yang mau bertanggung jawab dan membawa si kakek malang tadi ke rumah sakit Pertamina meskipun akhirnya nyawa nya tidak tertolong juga. Sang artis pun memiliki itikad baik dengan memberikan bantuan serta mau menjadi orang tua asuh bagi anak sang kakek yang paling kecil.

Apa jadinya kalau yang menabrak misalnya seorang pengendara motor Katro yang tidak punya sim, kere dan bahkan motornya pun hasil kreditan yang belum lunas, apakah dia mau bertanggung jawab jika menabrak orang. Gua rasa mustahil dan entah bagaimana nasib si kakek jika ditabrak pengendara motor berkategori seperti ini. Tambah ironis lagi jika sang kakek masih disalahkan.

Sekarang gua kasih analogi lain, misalnya saja ada pengendara motor yang tewas di tabrak busway, kenapa supir buswaynya juga harus diproses hukum  padahal jelas-jelas yang salah sang pengendara motor yang nekat masuk jalur busway. Supir busway tahunya jalur yang dia lewati itu bebas dari motor dan mobil karena busway memang punya jalur khusus jadi mereka mau berjalan pun harusnya tidak ada penghalang. 

Pengendara motor juga harusnya sadar, ketika dia berani masuk jalus busway berarti dia harus siap mati ditabrak busway karena itu kesalahan yang harusnya menjadi resiko yang harus dia tanggung.  Seharusnya supir busway juga dikategorikan menjadi korban dan bebas dari jeratan hukum karena kesalahan murni bukan karena kelalaiannya. Sekalipun dia mengemudikan busway nya dalam kecepatan berlebih tapi selama masih dalam jalurnya maka itu tidak menjadi masalah.

Balik lagi ke masalah pejalan kaki, Gua yang sehari-hari menjadi pejalan kaki sama seperti kakek malang itu pun selalu was-was ketika harus menyebrang jalan, bukannya kenapa, setiap gua nyebrang gua harus ekstra keras untuk memberhentikan motor-motor yang sepertinya tidak punya rem di motornya itu. Kadang gua harus mengangkat tangan memberi tanda dengan harapan sang pengendara motor mau sedikit ngerem dan memberikan kesempatan nyebrang buat gua.

Padahal neh, gua nyebrang itu dengan kondisi lampu lalu lintas yang udah merah dan harusnya itu menjadi kewajiban pengendara motor untuk berhenti dan memberikan  kesempatan gua untuk nyebrang. Tapi pengendara motor tetap tidak peduli dan terus memacu kendaraannya hingga melewati garis putih, garis dimana mereka harusnya berhenti. 


Sekarang yang menjadi pertanyaan besarnya adalah apakah pengendara motor di  Jakarta mau ngerem dan mau memberikan kesempatan  kepada penyebrang jalan untuk melintas dengan nyaman ??? 

Ah sudahlah, biar pertanyaan itu tetap menjadi pertanyaan  dan buat yang kebetulan ada pengendara motor yang membaca tulisan ini semoga dalam hatinya bisa menjawab , “iya gua mau ngerem demi keselamatan kita bersama di jalan”. 

Semoga ke depannya tidak ada lagi Chasmadi-Chasmadi lain yang menjadi korban tabrakan. Semoga para pejalan kaki seperti gua ini bisa lebih ekstra hati-hati lagi ketika berada dijalan raya. Buat pengendara motor, ah sudahlah… 

kembali lagi…, gua hanya seorang pejalan kaki.
      

1 komentar:

  1. Haloo bule, menarik membaca tulisan anda tentang bang Ahmad Calo Tiket, kebetulan saya lgi ada kaitan dgn tulisan itu..sy jg pelanggan bang ahmad ini (klo emg yg dimaksud sama) bbrpa hari kmrn sy udh pesan tike ke dia, tp krna ada error HP jdi kontak kehapus semua..bolehkah sy minta tlg minta kontak bang ahmad, atau klo tidak merepotkan tlg di smsan ke nomer saya 08179234994, sy perlu sekali krna sudah pesan 10 tiket utk konser Steve Vai senin besok..maaf klo jdi ga nyambung, mksih yaa bantuannya..sukses trs blog nya

    BalasHapus